WARTAGARUT.COM – Pendirian Fakultas Kedokteran Gigi di Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG) didorong oleh kebutuhan masyarakat terhadap akses pelayanan kesehatan gigi yang lebih dekat.
Ketua Pembina Yayasan Dharma Husada Insani Garut (YDHIG), Dr. H. Hadiat, M.A., menegaskan bahwa rencana tersebut bukan sekadar menambah program pendidikan, melainkan bagian dari upaya menjawab persoalan kesehatan masyarakat.
“Pembukaan Fakultas Kedokteran Gigi ini bukan tentang menambah program studi. Ini tentang memastikan bagaimana di Garut tidak ada lagi anak-anak yang sakit gigi dan hanya bisa mengobatinya dengan daun serai atau garam karena tidak ada dokter gigi di puskesmas,” ujar Dr. Hadiat.
Pernyataan itu disampaikan dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Wisuda ke-29 dan Angkat Sumpah lulusan program diploma, sarjana, dan profesi IKKHG di Hotel Santika Garut, Rabu (14/10/2026).
Menurut Dr. Hadiat, kebutuhan dokter gigi di Kabupaten Garut masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian.
Ia menyinggung informasi yang sebelumnya disampaikan dalam kegiatan visitasi bahwa jumlah puskesmas yang memiliki dokter gigi masih belum mencapai setengah dari keseluruhan puskesmas.
“Keberadaan Fakultas Kedokteran Gigi di Garut ini sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ini ikhtiar kami agar senyum anak-anak Garut bisa kembali utuh,” katanya.
Meski demikian, pendirian fakultas tersebut masih dalam proses.
Dr. Hadiat berharap upaya yang dilakukan yayasan dan IKKHG memperoleh dukungan serta izin dari pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.
Isi Artikel
Wisuda Bukan Sekadar Seremoni
Selain berbicara mengenai pengembangan institusi, Dr. Hadiat mengingatkan bahwa wisuda tidak seharusnya dipandang hanya sebagai prosesi mengenakan toga, menerima ijazah, dan merayakan kelulusan.
Menurut dia, keberhasilan seorang mahasiswa merupakan hasil perjalanan panjang yang melibatkan doa, pengorbanan, dan perjuangan keluarga.
Ia mengajak para wisudawan untuk mengingat peran orang tua yang mendampingi pendidikan mereka, termasuk ketika keluarga harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Ini bukan hanya masalah toga dan kuncir, tetapi masalah proses kehidupan. Dan hari ini, insyaallah, doa-doa itu menemukan jawabannya,” ujar Dr. Hadiat.
Ia secara khusus menyampaikan penghargaan kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri mereka kepada IKKHG.
Hadiat juga berpesan agar para lulusan menyampaikan rasa terima kasih kepada orang tua setelah prosesi wisuda selesai.
“Peluklah orang tua kalian. Katakan, ‘Terima kasih, Emak. Terima kasih, Bapak.’ Mungkin kata-kata itu jarang kalian sampaikan,” tuturnya.
Dalam sambutannya, Dr. Hadiat turut mengenang dua mahasiswa yang meninggal dunia menjelang wisuda, yakni Mutiara yang disebut meninggal karena sakit dan Reza yang meninggal akibat kecelakaan.
Ia mengajak hadirin mendoakan kedua mahasiswa tersebut.
Transformasi IKKHG Harus Diikuti Peningkatan Mutu
Hadiat menyebut wisuda tahun ini istimewa karena menjadi wisuda pertama setelah institusi bertransformasi dari STIKes Karsa Husada Garut menjadi Institut Kesehatan Karsa Husada Garut.
Perjalanan institusi tersebut dimulai dari pendidikan keperawatan dan kebidanan, kemudian berkembang menjadi sekolah tinggi hingga menjadi institut.
Namun, ia menegaskan bahwa perubahan status kelembagaan bukanlah tujuan akhir. Transformasi harus diikuti pembenahan mutu pendidikan, peningkatan fasilitas, dan penguatan kompetensi lulusan.
“Transformasi yang kami hadirkan bukan sekadar ganti nama, bukan sekadar berubah bentuk atau naik status. Kami terus berbenah, terus bekerja, dan terus berusaha,” katanya.
Menurut Dr. Hadiat, IKKHG terus memperbaiki sarana dan prasarana di empat lokasi kampus, termasuk ruang kuliah, ruang dosen, serta laboratorium yang menunjang pembelajaran praktik.
Yayasan juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui studi lanjut, sertifikasi, dan pengembangan kompetensi dosen.
“Kualitas mahasiswa pada dasarnya adalah cerminan kualitas dosennya,” ujar Hadiat.
Ia menekankan bahwa pembenahan tersebut bukan semata-mata untuk membesarkan nama institusi, melainkan memastikan lulusan memperoleh ilmu yang bermutu dan mampu menggunakannya secara bertanggung jawab.
Empat Program Studi Unggul dan Opini Audit WTP
Dalam sambutannya, Hadiat turut menyampaikan capaian institusi, termasuk empat program studi yang disebut telah memperoleh predikat akreditasi unggul.
Ia juga menyampaikan bahwa pengelolaan keuangan institusi telah memperoleh opini audit Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Hadiat mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi terhadap capaian tersebut.
Namun, ia mengingatkan bahwa prestasi kelembagaan perlu diikuti peningkatan kualitas pembelajaran dan karakter lulusan.
IKKHG, menurut Ia, tidak cukup hanya menghasilkan tenaga kesehatan yang terampil secara teknis.
Para lulusan juga harus memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta perilaku yang dapat diterima masyarakat.
Salah satu pembiasaan yang didorong di lingkungan kampus ialah budaya bersih dan rapi, disertai kegiatan yang mendukung kesehatan dan pembentukan karakter.
“Kami ingin anak-anak kita bukan hanya membawa kemampuan teknis dan tangan yang terampil, tetapi juga perilaku pribadi yang bisa diterima oleh masyarakat,” katanya.
Lulusan Diminta Meninggalkan Jejak Kebaikan
Kepada 560 wisudawan dan wisudawati yang mengikuti wisuda tahun ini, Hadiat mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah garis akhir perjalanan.
Setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan akan menghadapi lingkungan kerja dan masyarakat yang menuntut penerapan ilmu secara nyata.
Mereka dapat mengabdi di rumah sakit, puskesmas, klinik, laboratorium, apotek, maupun bidang pelayanan kesehatan lainnya.
Dr. Hadiat meminta para lulusan tidak hanya berorientasi pada gelar akademik, tetapi juga memperhatikan manfaat yang dapat mereka berikan kepada orang lain.
“Jangan hanya bertanya gelar apa yang kalian peroleh, tetapi tanyalah jejak apa yang kalian tinggalkan. Karena itu yang akan dikenal,” ujarnya.
Ia berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pendidikan dapat membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Menurut Dr. Hadiat, keberhasilan seorang lulusan pada akhirnya juga tercermin dari pengalaman pasien yang pernah ditolong dan masyarakat yang merasakan manfaat dari pengabdiannya.
“Jangan hanya menjadi orang yang pernah lulus dari institut ini. Jadilah orang yang membuat institut ini bangga,” pesannya.
Melalui wisuda ke-29 ini, IKKHG tidak hanya melepas lulusan baru, tetapi juga menegaskan agenda pengembangan pendidikan kesehatan.
Di tengah pembenahan mutu institusi, rencana pendirian Fakultas Kedokteran Gigi menjadi salah satu upaya yang diharapkan dapat berkontribusi terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Garut.***
Penulis : Soni Tarsoni
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar