WARTAGARUT.COM – Pembukaan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) di Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG) diharapkan dapat membantu memperkuat sumber daya manusia kesehatan sekaligus menjawab kebutuhan tenaga dokter gigi di Kabupaten Garut.
Harapan tersebut disampaikan Tokoh Masyarakat Garut sekaligus Komite Etik Bidang Hukum Yayasan Dharma Husada Insani Garut, H. Rudy Gunawan, S.H., M.H., saat berlangsungnya visitasi usulan pembukaan FKG di Kampus 3 IKKHG, Selasa (13/10/2026).
Rudy menilai pengembangan pendidikan dokter gigi di Garut penting agar semakin banyak putra-putri daerah memperoleh kesempatan menempuh pendidikan profesi kesehatan dan berkontribusi bagi masyarakat di daerah asalnya.
“Orang Garut mau kuliah menjadi dokter gigi, kembali ke kampungnya, memperbaiki derajat kesehatan orang Garut,” ujar H Rudy Gunawan.
Menurut Ia, pendirian FKG di IKKHG merupakan salah satu langkah yang perlu didorong untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan di Kabupaten Garut.
H. Rudy Soroti Kebutuhan Dokter Gigi di Garut
Berbekal pengalamannya selama 10 tahun menjabat sebagai Bupati Garut, H. Rudy Gunawan menyoroti persoalan sumber daya manusia di sektor kesehatan, termasuk ketersediaan tenaga dokter gigi.
Ia menyampaikan bahwa kebutuhan pelayanan kesehatan gigi dan mulut harus menjadi perhatian, mengingat besarnya jumlah penduduk yang membutuhkan layanan tersebut.
Rudy juga menyinggung kondisi ketersediaan dokter gigi yang menurut pengamatannya masih terbatas dibandingkan kebutuhan masyarakat.
Apresiasi Dukungan terhadap Pendirian FKG IKKHG
H. Rudy mengatakan, rencana pembukaan program studi kedokteran gigi di IKKHG telah melalui proses yang panjang.
Ia mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam persiapan pendirian program pendidikan tersebut.
Ia turut menyebut dukungan Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dan Wakil Bupati Garut Putri Karlina, yang juga menjabat sebagai Ketua PDGI Kabupaten Garut, terhadap rencana pengembangan pendidikan kedokteran gigi di IKKHG.
Menurut H. Rudy, pendampingan dari Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), khususnya Fakultas Kedokteran Gigi, juga menjadi bagian penting dalam proses persiapan.
“Alhamdulillah prosesnya berlangsung dan panjang. Akhirnya kita mendapatkan apresiasi dari Pak Rektor Unjani melalui Ibu Dekan FKG Unjani,” tuturnya.
Dukungan tersebut diharapkan membantu IKKHG mempersiapkan kebutuhan akademik, tenaga pengajar, serta fasilitas pendidikan sesuai standar yang berlaku.
Meski demikian, usulan pembukaan FKG IKKHG masih harus melewati tahapan evaluasi dan pemenuhan persyaratan sebelum izin penyelenggaraan diterbitkan.
Harapan Lulusan Dokter Gigi Mengabdi di Daerah Asal
Bagi H. Rudy Gunawan, keberadaan FKG IKKHG di Garut bukan hanya berkaitan dengan bertambahnya pilihan pendidikan tinggi, tetapi juga peluang membangun sumber daya manusia kesehatan yang memiliki kedekatan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Ia berharap lulusan yang berasal dari Garut nantinya dapat kembali ke daerah dan mengambil bagian dalam meningkatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
Harapan tersebut sejalan dengan tujuan memperkuat ketersediaan tenaga kesehatan melalui pendidikan yang memenuhi standar dan kebutuhan pelayanan masyarakat.
H. Rudy menilai dukungan terhadap pendirian FKG IKKHG perlu dilihat sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kesehatan di Kabupaten Garut.
Namun, kontribusi nyata terhadap pelayanan kesehatan nantinya juga akan bergantung pada penyelesaian perizinan, kualitas pendidikan, ketersediaan lulusan, serta distribusi tenaga dokter gigi di wilayah yang membutuhkan.***
Penulis : Soni Tarsoni
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar