WARTAGARUT.COM – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat secara substantif dalam pembahasan revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas).
Ia mengingatkan bahwa partisipasi publik tidak boleh berhenti pada formalitas, tetapi harus memberikan kontribusi nyata terhadap penyusunan kebijakan pendidikan.
Pesan tersebut disampaikan Atip saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) V Forum Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota se-Indonesia di Ballroom Hotel Harmoni Garut, Kabupaten Garut, Selasa malam (13/10/2026).
“Partisipasi masyarakat merupakan salah satu pilar, bahkan prasyarat undang-undang yang baik. Khusus untuk Dewan Pendidikan, meaningful participation harus dimaknai sebagai kontribusi substantif, bukan sekadar kontribusi basa-basi,” tegas Atip dalam sambutannya.
Menurut dia, Dewan Pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Karena itu, keterlibatan organisasi tersebut dalam pembahasan kebijakan perlu diarahkan pada masukan yang relevan dengan kebutuhan pendidikan di daerah.
Dewan Pendidikan Punya Peran dalam Peningkatan Mutu
Atip menjelaskan bahwa fungsi utama Dewan Pendidikan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah meningkatkan mutu pelayanan pendidikan.
“Jadi kata kuncinya adalah mutu pendidikan,” ujarnya.
Ia mengaitkan peningkatan mutu pendidikan dengan amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Menurut Atip, penyusunan regulasi pendidikan perlu mempertimbangkan kebutuhan masyarakat sekaligus membuka ruang bagi berbagai pihak untuk menyampaikan pandangan.
Dalam konteks revisi UU Sisdiknas yang menjadi inisiatif DPR dan akan dibahas bersama pemerintah, partisipasi masyarakat dinilai penting agar kebijakan yang disusun tidak terlepas dari persoalan nyata di lapangan.
Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut diharapkan menjadi ruang bagi perwakilan kabupaten dan kota untuk menyampaikan gagasan, pengalaman, serta masukan mengenai arah pendidikan nasional.
Atip berharap pertemuan tersebut menghasilkan pemikiran yang bernilai dan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masa depan pendidikan Indonesia.
Garut Jadi Tuan Rumah Rakornas Dewan Pendidikan
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menyambut para peserta Rakornas yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia menilai kepercayaan kepada Kabupaten Garut sebagai tuan rumah menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi antarpemangku kepentingan pendidikan.
Putri Karlina juga berharap forum tersebut dapat menghasilkan masukan yang relevan dengan kebutuhan pembenahan pendidikan saat ini.
“Saya berharap bisa merumuskan suatu hal. Saya lihat rancangan RUU Pendidikan itu sudah cukup mencakup seluruh aspek untuk diperbaiki hari ini,” tutur Putri Karlina.
Pernyataan tersebut menempatkan Rakornas bukan hanya sebagai agenda pertemuan antarlembaga, tetapi juga sebagai ruang untuk membahas arah perbaikan kebijakan pendidikan.
Masukan dari Dewan Pendidikan daerah diharapkan dapat memperkaya pembahasan dengan pengalaman yang mereka temui dalam penyelenggaraan pendidikan di masing-masing wilayah.
Sekitar 350 Peserta Ikuti Rakornas
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, Nanang Sofyan Hambali, menyampaikan bahwa Rakornas V diikuti sekitar 350 peserta dari kabupaten dan kota di Indonesia. Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, pada 13–15 Oktober 2026.
Nanang mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang membantu penyelenggaraan kegiatan nasional tersebut.
“Ini luar biasa atas dukungan dari semua pihak. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga kegiatan Rakornas ini berjalan dengan lancar,” ujar Nanang.
Ia juga mengajak anggota Dewan Pendidikan dari berbagai daerah untuk aktif menyampaikan pemikiran dalam pembahasan RUU Sisdiknas.
Menurut Nanang, masukan yang disampaikan perlu mampu menjawab kebutuhan dunia pendidikan secara nyata, bukan hanya menjadi catatan administratif dalam forum koordinasi.
Forum Pendidikan Diharapkan Melahirkan Gagasan Nyata
Ketua Forum Dewan Pendidikan Indonesia (FDPI) Kabupaten/Kota, Joko Riyanto, turut menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang hadir dari berbagai penjuru Indonesia.
Ia menilai keterlibatan para penggerak pendidikan merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“Saya salut dan memberikan apresiasi. Berjuang di dunia pendidikan itu mulia,” ujar Joko.
Rakornas V Forum Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota se-Indonesia di Garut menjadi momentum untuk mempertemukan pandangan pemerintah, Dewan Pendidikan, tenaga pendidik, dan pemangku kepentingan lainnya.
Namun, kontribusi forum tersebut pada akhirnya akan ditentukan oleh gagasan dan rekomendasi yang dihasilkan serta sejauh mana masukan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan kebijakan pendidikan nasional.
Melalui partisipasi yang substantif, Dewan Pendidikan diharapkan dapat menyuarakan kebutuhan daerah sekaligus mendorong peningkatan mutu layanan pendidikan bagi masyarakat.***
Penulis : Soni Tarsoni
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar