WARTAGARUT.COM – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Garut, Dr. H. Saepulloh, S.Ag, M.Pd.I., menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Prof. Dr. Nasaruddin Umar, dalam menghapus kesenjangan pendidikan keagamaan dan sekolah umum melalui usulan tambahan anggaran 2026 sebesar Rp 24,8 triliun, dengan menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama perubahan peradaban bangsa.
Dr. Saepulloh menilai, langkah pemerintah tersebut merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan, khususnya pendidikan keagamaan yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan.
“Ya kalau untuk kemaslahatan umat ya mari kita dukung. Apalagi untuk pendidikan, karena pendidikan itu adalah senjata yang paling ampuh untuk mengubah paradigma kehidupan,” ujar Dr. Saepulloh saat wawancara di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut, Jl Pahlawan No. 3, Sukagalih, Kec. Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin, (6/4/2026).
Ia menegaskan, kualitas pendidikan akan sangat menentukan kemajuan suatu wilayah maupun negara.
Menurutnya, pendidikan bukan hanya menghasilkan kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk karakter generasi bangsa.
“Kalau pendidikan berkualitas, maka sebuah wilayah atau negara pasti akan mengalami peradaban yang maju. Sebab kata kuncinya adalah pendidikan,” katanya.
Dr. Saepulloh menjelaskan, hasil dari pendidikan akan tercermin pada moral, akhlak, hingga kinerja generasi muda.
Ia menilai, seluruh aspek tersebut berakar dari sistem pendidikan yang kuat dan merata.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Kementerian Agama memiliki peran besar dalam pelayanan umat, tidak hanya di sektor pendidikan formal seperti RA, MI, MTs, dan MA, tetapi juga dalam berbagai aspek keagamaan lainnya.
“Kementerian Agama itu hadir untuk umat. Mulai dari pendidikan, KUA, majelis taklim, masjid, pondok pesantren, hingga zakat dan wakaf, semuanya untuk keumatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, setiap langkah dan kebijakan Kemenag selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
“Setiap gerak Kementerian Agama itu untuk umat,” tegasnya.
Sebelumnya, dikutip dari kompas.com, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengusulkan tambahan anggaran Rp 24,8 triliun dalam Rapat Tingkat Menteri Bidang Pendidikan bersama Kemenko PMK.
Anggaran tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas pendidikan keagamaan agar setara dengan sekolah umum, termasuk revitalisasi lembaga pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta bantuan pendidikan.
Program ini juga menyasar ribuan lembaga pendidikan lintas agama, dengan tujuan menciptakan kesetaraan akses dan kualitas pendidikan bagi seluruh anak bangsa.
Dr. Saepulloh pun menilai, langkah tersebut sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, terutama dalam membangun generasi yang unggul dan berkarakter.
“Kami sangat mendukung terhadap program itu. Apalagi ini untuk keumatan,” pungkasnya. ***
Penulis : Soni Tarsoni

















