WARTAGARUT.COM – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut, H. Hamzah Rukmana, S.Ag., M.A., menyampaikan apresiasi kepada para siswa madrasah yang meraih prestasi dalam ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) dan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI).
Apresiasi tersebut disampaikan dalam apel pagi di halaman Kantor Kemenag Kabupaten Garut, Senin, 14 September 2026. Kegiatan itu menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada para siswa berprestasi sekaligus mendorong mereka agar terus mengembangkan kemampuan.
Kepala Kemenag Garut Tekankan Peran Kerja Keras di Balik Prestasi

Dalam pesannya kepada para siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), sekolah dasar (SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs), sekolah menengah pertama (SMP), hingga Madrasah Aliyah (MA) dan sekolah menengah atas (SMA), H. Hamzah Rukmana menegaskan bahwa prestasi tidak diraih secara instan.
Menurutnya, keberhasilan siswa merupakan hasil dari kerja keras dan ketekunan, termasuk dukungan para guru, pembimbing, serta doa orang tua.
“Prestasi adalah hasil daripada kerja keras anak-anakku. Sudah barang tentu hasil kerja keras dan kerja tuntas juga para pembimbing dan guru-gurumu, termasuk doa dari orang tuamu,” ujar H. Hamzah Rukmana dalam sambutannya.
Ia pun mengajak para siswa untuk tidak berhenti mengejar prestasi dan terus berupaya mencapai capaian yang lebih tinggi.
Siswa Didorong Meraih Prestasi hingga Tingkat Internasional
H. Hamzah Rukmana berpesan agar para siswa terus meningkatkan kemampuan dan menjadikan prestasi sebagai bagian dari proses pengembangan diri.
Ia berharap pencapaian yang diraih para peserta didik dapat terus meningkat pada masa mendatang, termasuk membawa nama baik madrasah ke tingkat yang lebih luas.
“Oleh sebab itu, jangan berhenti. Terus berprestasi lebih tinggi lagi sampai madrasah mendunia,” katanya.
Dalam pesannya, H. Hamzah Rukmana juga mengingatkan pentingnya menjaga kedekatan dengan Allah SWT dalam proses menuntut ilmu dan meraih keberhasilan.
Ia mengutip prinsip man jadda wajada, yang bermakna siapa yang bersungguh-sungguh akan memperoleh hasil, sebagai motivasi bagi para siswa untuk terus berusaha.
Kesuksesan Tidak Hanya Diukur dari Prestasi Akademik
Selain menyoroti pentingnya kerja keras, Kepala Kemenag Garut tersebut mengingatkan bahwa keberhasilan siswa tidak semata-mata diukur melalui pencapaian material maupun angka.
Menurutnya, kesuksesan juga berkaitan dengan keseimbangan antara keberhasilan lahiriah dan batiniah.
“Yang terpenting bagi kita adalah sukses lahir dan sukses batin,” ungkapnya.
H. Hamzah Rukmana kemudian menyampaikan ucapan selamat kepada para siswa yang telah meraih prestasi dalam kompetisi OMI dan PORSENI.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan prestasi pada tahun-tahun berikutnya.
Kemenag Garut Dorong Dukungan Berkelanjutan bagi Siswa
Dalam unggahan yang menyertai kegiatan tersebut, Kemenag Garut menyebut keberhasilan para juara merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan siswa, pembimbing, keluarga, madrasah, dan institusi terkait.
Kemenag Garut juga mengajak seluruh pihak untuk terus memberikan dukungan dan pendampingan kepada para siswa agar dapat berkembang menjadi pribadi yang unggul sesuai dengan bidangnya.
“Madrasah Hebat, Madrasah Mendunia,” menjadi semangat yang diusung dalam apresiasi terhadap para siswa berprestasi tersebut.
Adapun nama-nama siswa peraih juara, cabang kompetisi, serta rincian tingkat prestasi OMI dan PORSENI yang diapresiasi dalam kegiatan tersebut belum disampaikan dalam bahan informasi yang tersedia.***
Penulis : Soni Warta Garut
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar