WARTAGARUT.COM – Program transformasi digital kesehatan Digitally Enabled District (DED) dan Layanan Bunda Hebat diperkenalkan di Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG), Rabu, 16 September 2026.
Program ini menjadi bagian dari kolaborasi untuk memperkuat layanan kesehatan berbasis data di Kabupaten Garut.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kampus II IKKHG tersebut dirangkai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Summit Institute for Development (SID), dan IKKHG.
kegaaiatn dihadiri oleh Ketua Pembina Yayasan Dharma Husada Insani Garut (YDHIG) saat ini dijabat oleh Dr. H. Hadiat, MA, Ketua Pengurus YDHIG, Drs. H. Suryadi, M.Si, Rektor IKKHG Dr. Iwan Wahyudi, S.Kep., Ners., M.Kep, Wakil Rektor IKKHG, Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Kab.Garut : dr.Hj. Leli Yuliani M.M, Kabag Kesmas Dinas Kesehatan Kab.Garut, CEO Summit Institute Development (SID) : Yuni Dwi Setiyawati S.Gz, MHID, Dietiesien beserta TIM SID, Perwakilan Dosen dan Perwakilan mahasiswa.
Isi Artikel
Program DED Garut Menargetkan Perluasan ke 27 Puskesmas
Program Digitally Enabled District merupakan inisiatif transformasi digital kesehatan yang dikembangkan SID bersama Pemerintah Kabupaten Garut dengan dukungan Gates Foundation.
CEO SID, Yuni Dwi Setiyawati, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk membangun fondasi ekosistem kesehatan digital yang terintegrasi dan menggunakan standar interoperabilitas FHIR (Fast Healthcare Interoperability Resources) pada layanan kesehatan primer.
“DED merupakan program kolaboratif SID bersama Pemerintah Kabupaten Garut dengan dukungan Gates Foundation untuk menjadikan Garut sebagai kabupaten percontohan digital health berbasis standar interoperabilitas FHIR di layanan primer,” ujar Yuni Dwi Setiyawati dalam pemaparan program.
Menurut Yuni, program DED telah berjalan sejak 2023 dan kini memasuki tahap perluasan (scaling up) ke seluruh 27 puskesmas di Kabupaten Garut.
Pengembangan DED difokuskan pada pembangunan fondasi transformasi digital melalui survei dasar (baseline survey), pemetaan puskesmas intervensi, penguatan arsitektur interoperabilitas perangkat digital, serta pelatihan bagi bidan, kader, dan operator teknologi informasi.
“Fokus utama DED adalah membangun fondasi transformasi digital melalui baseline survey, pemetaan puskesmas intervensi, penguatan arsitektur interoperabilitas tool digital, serta pelatihan bagi bidan, kader, dan operator IT,” kata Yuni.
Tahapan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem layanan kesehatan primer yang mampu memanfaatkan data dan teknologi secara lebih terintegrasi.
DED Memanfaatkan Aplikasi Digital dan Kecerdasan Buatan
Dalam kegiatan sosialisasi, peserta diperkenalkan dengan sejumlah perangkat digital yang dikembangkan dalam ekosistem DED.
Salah satunya adalah KuApps, yang mencakup Bidanku dan Kaderku untuk mendukung pencatatan pelayanan luar gedung, baik secara daring maupun luring, dengan kemampuan sinkronisasi data.
Program ini juga mencakup Dynamic Workers Support (DWS) untuk mendukung penjadwalan dan pemantauan tenaga kesehatan garis depan.
Sementara itu, PWS Dashboard digunakan untuk menyajikan visualisasi data kesehatan berbasis Integrasi Layanan Primer (ILP) pada tingkat fasilitas kesehatan dan desa.
Pemanfaatan teknologi turut diperluas melalui penerapan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Teknologi AI Optical Character Recognition (OCR) diperkenalkan untuk membantu digitalisasi data dari formulir kertas. Adapun AI Predictive Model dikembangkan untuk mendukung prediksi risiko kesehatan sebagai bagian dari upaya deteksi dini.
Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi salah satu aspek yang diperkenalkan kepada sivitas akademika IKKHG dalam kegiatan sosialisasi.
Layanan Bunda Hebat Perkuat Komunikasi Kesehatan
Selain DED, kegiatan tersebut memperkenalkan Bunda Hebat HealthComm, sebuah layanan komunikasi kesehatan berbasis digital.
Layanan ini dirancang untuk mendukung interaksi antara masyarakat dan layanan kesehatan melalui fitur seperti pengingat, konsultasi, serta komunikasi kesehatan.
Program Bunda Hebat diharapkan dapat memperkuat keterlibatan masyarakat dalam memperoleh informasi dan mengikuti layanan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Hj. Leli Yuliani, menyampaikan apresiasi atas dukungan IKKHG dan SID terhadap pengembangan program kesehatan di Kabupaten Garut.
“Terima kasih atas dukungan IKKHG dan SID terhadap kegiatan kesehatan di Kabupaten Garut. Melalui program DED dan Layanan Bunda Hebat, diharapkan upaya peningkatan kesehatan ibu dapat terus diperkuat,” ujar Leli Yuliani dalam kegiatan tersebut.
Ia juga menyampaikan harapan agar program tersebut dapat berkontribusi terhadap upaya mewujudkan keselamatan ibu secara optimal.
“Kami berharap program ini dapat mendukung upaya agar seluruh ibu mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas dan selamat dalam proses persalinan,” tuturnya.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari harapan Dinas Kesehatan terhadap kontribusi program digital dalam penguatan layanan kesehatan ibu di Kabupaten Garut.
IKKHG Buka Peluang Riset dan Pembelajaran Mahasiswa
Kolaborasi antara Dinas Kesehatan, SID, dan IKKHG juga diarahkan untuk memperkuat keterkaitan antara transformasi digital kesehatan dan pendidikan tenaga kesehatan.
Leli Yuliani menyampaikan bahwa program DED dan Bunda Hebat dapat menjadi objek kajian penelitian bagi perguruan tinggi sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi.
“Program DED dan Layanan Bunda Hebat dapat menjadi bahan kajian penelitian bagi perguruan tinggi. Dengan demikian, program ini tidak hanya mendukung layanan kesehatan, tetapi juga dapat memperkuat pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi,” kata Leli.
Menurutnya, pengembangan program tersebut juga dapat menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa IKKHG sebelum memasuki dunia kerja.
“Kami berharap program ini dapat menjadi sarana belajar bagi mahasiswa IKKHG agar mereka memahami penerapan teknologi dan sistem layanan kesehatan sebelum terjun ke dunia kerja,” ujarnya.
Ia menambahkan, IKKHG memiliki prospek dalam mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan di Kabupaten Garut.
Peluang tersebut dapat dikembangkan melalui keterlibatan perguruan tinggi dalam penguatan kompetensi mahasiswa dan pemahaman terhadap kebutuhan layanan kesehatan di lapangan.
Rektor IKKHG Dukung Kolaborasi Transformasi Digital
Rektor Institut Kesehatan Karsa Husada Garut, Dr. Iwan Wahyudi, S.Kep., Ners., M.Kep., menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan program DED dan Layanan Bunda Hebat.
Dukungan tersebut mencakup komitmen IKKHG untuk berkontribusi dalam pengembangan program transformasi digital kesehatan bersama para pihak yang terlibat.
“IKKHG mendukung pelaksanaan program DED dan Layanan Bunda Hebat. Kami siap berkontribusi dalam pengembangan program ini melalui peran perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan penguatan kompetensi tenaga kesehatan,” ujar Iwan Wahyudi.
Hal senada disampaikan Ketua Pembina Yayasan Dharma Husada Insani Garut (YDHIG),, Dr. H. Hadiat, MA, menurtnya, kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan lembaga pengembangan menjadi salah satu unsur penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi kesehatan.
“Kolaborasi ini menjadi kesempatan bagi IKKHG untuk memperluas wawasan sivitas akademika sekaligus memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan teknologi di bidang kesehatan,” tuturnya.
Tiga Lembaga Teken Perjanjian Kerja Sama
Selain agenda sosialisasi, kegiatan di Kampus II IKKHG tersebut juga diisi dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Summit Institute for Development, dan Institut Kesehatan Karsa Husada Garut.
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam pengembangan program transformasi digital kesehatan dan pemanfaatan potensi institusi pendidikan.
Bagi IKKHG, kegiatan tersebut membuka ruang untuk memperkenalkan perkembangan teknologi kesehatan kepada mahasiswa dan sivitas akademika.
Sementara bagi program DED dan Layanan Bunda Hebat, keterlibatan institusi pendidikan dapat mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia serta pengembangan pengetahuan melalui pendidikan dan penelitian.
Melalui kolaborasi tersebut, pengembangan ekosistem kesehatan digital di Kabupaten Garut diarahkan agar tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi, tetapi juga pada kesiapan tenaga kesehatan dan pemanfaatan data untuk mendukung pelayanan yang lebih terintegrasi.
Penulis : Soni Warta Garut
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar