WARTAGARUT.COM – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut, Dr. H. Saepulloh, S.Ag, M.Pd.I., menekankan pentingnya perubahan sikap dan peningkatan kinerja aparatur sipil negara (ASN) terutama di lingkungan Keluarga Besar Kemenag Garut
Halal Bihalal dan Silaturahmi bersama KUA, madrasah, dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Garut, yang digelar di Aula Kantor Kemenag Garut, Jalan Pahlawan No.3, Tarogong Kidul, Senin (6/4/2026).
Dalam sambutannya, Dr. Saepulloh menjelaskan bahwa esensi halal bihalal tidak sekadar tradisi, tetapi mengandung makna kesucian yang menyeluruh dalam kehidupan manusia.
“Esensi halal bihalal itu memberikan nuansa kesucian, baik kesucian hati, berpikir, jasmani, maupun rohani,” ujarnya.
Ia memaparkan, manusia memiliki empat pilar utama, yakni jasmani, rohani, hati, dan akal.
Keempat unsur tersebut, menurutnya, menjadi fondasi dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari.
“Hati dan akal itulah yang menggerakkan sendi-sendi kehidupan kita, yang dilandasi oleh kekuatan jasmani dan rohani,” katanya.
Selain itu, Dr. Saepulloh menekankan bahwa halal bihalal juga menjadi momentum untuk kembali ke fitrah, yakni melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
Menurutnya, makna kembali ke fitrah harus diwujudkan dalam bentuk perbaikan perilaku, mulai dari meninggalkan kebiasaan buruk hingga meningkatkan ketaatan dan integritas.
“Kembali ke fitrah itu esensinya adalah perubahan, dari yang tidak baik menjadi baik, dari yang tidak jujur menjadi jujur, dari yang tidak bijak menjadi bijak,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Kemenag Garut untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri terhadap kinerja dan kontribusi yang telah diberikan, baik kepada lembaga, masyarakat, maupun keluarga.
“Evaluasi diri itu penting. Mana yang kurang, mana yang sudah, mana yang kuat dan mana yang lemah. Yang lemah harus dibantu, yang kuat harus membantu,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr. Saepulloh menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut harus tercermin dalam kinerja ASN sehari-hari, terutama dalam hal disiplin dan tanggung jawab.
“Yang tidak rajin menjadi rajin, yang tidak tepat waktu menjadi tepat waktu. Datang ke kantor sesuai aturan, pulang juga sesuai regulasi,” tegasnya.
Ia berharap, melalui semangat halal bihalal, seluruh ASN dapat bangkit dan meningkatkan kinerja demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Yuk kita bangkit, kita berbuat yang terbaik. Jika itu dilakukan, maka rahmat akan turun dan membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni

















