WARTAGARUT.COM – PT Surya Garut Abadi (SGA) mengevaluasi perjalanan bisnis selama satu tahun sekaligus mematangkan sejumlah rencana pengembangan usaha dalam Milad ke-1 perusahaan yang mengusung semangat profit, pemberdayaan dan dakwah berkemajuan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Resto Cibiuk Tarka, Garut, Ahad (30/8/2026), mulai pukul 09.30 hingga 13.00 WIB.
Acara diawali pembacaan kalam Ilahi, kultum dan doa yang disampaikan Drs. KH. Asep Zakaria, L.C., M.Si.
Milad perdana tersebut dihadiri Komisaris Utama PT Surya Garut Abadi sekaligus Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., M.Pd., jajaran komisaris, Direktur Utama H. Ismar Zakaria, A.Md., Direktur Agus Barkah Hamdani, serta seluruh karyawan dan santri PT SGA yang berjumlah 10 orang.
Selain menjadi momentum milad, pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan laporan perkembangan perusahaan selama satu tahun, mengevaluasi kinerja, serta membahas peluang pengembangan usaha PT SGA ke depan.
Evaluasi Satu Tahun dan Pengembangan Usaha
Direktur Utama PT Surya Garut Abadi, H. Ismar Zakaria, A.Md., menyampaikan laporan perkembangan perusahaan dalam kegiatan tersebut.
Sejumlah bidang usaha telah berjalan dan menjadi bagian dari aktivitas bisnis PT SGA
Salah satunya adalah penyediaan bahan baku makanan untuk memasok tujuh SPPG di bawah naungan Muhammadiyah Garut.
PT SGA juga telah menjalankan usaha penyediaan dan penjualan batik Muhammadiyah yang diperuntukkan bagi perguruan Muhammadiyah di Kabupaten Garut.
Di sektor pertanian, perusahaan mulai merintis usaha distribusi pupuk untuk petani Muhammadiyah maupun masyarakat petani di Garut.
Sementara untuk pengembangan berikutnya, PT SGA mulai mengarahkan perhatian pada bidang konstruksi, terutama untuk mendukung kebutuhan sekolah dan madrasah Muhammadiyah.
Berbagai masukan dan pendapat juga disampaikan jajaran komisaris sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan pengembangan perusahaan.
Dr. Agus Rahmat Tekankan Bisnis Harus Berkelanjutan
Komisaris Utama PT Surya Garut Abadi, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., M.Pd., menekankan pentingnya membangun bisnis yang tidak hanya berjalan dalam jangka pendek, tetapi memiliki keberlanjutan.
Menurutnya, terdapat sejumlah prinsip yang perlu diperhatikan agar sebuah bisnis dapat bertahan dan berkembang. Salah satunya adalah kemampuan perusahaan untuk hadir dalam berbagai siklus kehidupan manusia.
“Bisnis berkelanjutan jika hadir di setiap siklus kehidupan manusia,” menjadi salah satu prinsip yang ditekankan dalam pengarahan tersebut.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut juga menyoroti pentingnya memahami perputaran ekonomi dengan prinsip follow the money, sekaligus memastikan perusahaan memiliki fondasi kelembagaan yang kuat.
Kekuatan tersebut mencakup aspek manajerial, finansial dan kelembagaan sehingga perusahaan memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Ekonomi Keumatan Perlu Bertemu Profesionalisme
Dalam arahannya, Dr. Agus Rahmat Nugraha juga menekankan makna dasar ekonomi keumatan yang perlu dikembangkan dalam aktivitas bisnis Muhammadiyah.
Menurutnya, ekonomi keumatan tidak cukup hanya dibangun melalui aktivitas keagamaan, tetapi perlu diwujudkan dalam aktivitas ekonomi yang nyata dan profesional.
Ia menempatkan spirit kenabian sebagai salah satu fondasi yang harus hidup dalam praktik, kemudian mempertemukan spiritualitas dengan profesionalisme.
“Umat Islam tidak hanya hadir di masjid, tetapi juga eksis menata pasar,” tegasnya.
Prinsip tersebut, lanjutnya, perlu bertemu dengan satu nilai utama dalam aktivitas ekonomi, yakni amanah. Dengan demikian, aktivitas bisnis tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki dimensi pemberdayaan dan tanggung jawab.
Semangat tersebut sejalan dengan konsep PT Surya Garut Abadi yang membawa tiga orientasi, yakni profit, pemberdayaan dan dakwah berkemajuan.
Dari Pangan hingga Konstruksi
Perkembangan usaha PT SGA menunjukkan upaya perusahaan membangun aktivitas bisnis yang berkaitan dengan kebutuhan internal Muhammadiyah sekaligus masyarakat.
Penyediaan bahan baku makanan untuk tujuh SPPG menjadi salah satu usaha yang telah berjalan. Selain itu, bisnis batik Muhammadiyah menyasar perguruan Muhammadiyah di Kabupaten Garut.
Perintisan distribusi pupuk menjadi langkah awal perusahaan memasuki sektor pertanian dengan sasaran petani Muhammadiyah dan petani masyarakat Garut.
Adapun sektor konstruksi menjadi salah satu rencana pengembangan ke depan, khususnya untuk kebutuhan sekolah dan madrasah Muhammadiyah.
Dengan evaluasi satu tahun dan berbagai masukan dari jajaran komisaris, PT Surya Garut Abadi selanjutnya diarahkan untuk memperkuat fondasi bisnis sekaligus memperluas manfaat ekonominya.
Milad pertama tersebut menjadi momentum bagi perusahaan untuk melihat capaian yang telah berjalan sekaligus menyusun langkah pengembangan usaha dengan tetap membawa prinsip profit, pemberdayaan dan dakwah berkemajuan.***
Penulis : Soni Tarsoni

















Komentar