WARTAGARUT.COM – Ketua PDM Kabupaten Garut Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., menekankan pentingnya al itqon, kesungguhan dalam bekerja menuju profesionalisme, serta kerja sama sebagai fondasi bagi insan badan usaha milik Muhammadiyah (BUMM).
Pesan tersebut disampaikan Agus ketika membuka kegiatan Pembinaan Al Islam Kemuhammadiyahan atau Baitul Arqam ala PT Surya Garut Abadi (PT SGA) di Hortensia Garden, Perkebunan Cisaruni, Cilawu, Kabupaten Garut, Jumat-Sabtu, 21-22 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut diikuti 10 peserta yang seluruhnya merupakan karyawan sekaligus santri BUMM PT Surya Garut Abadi.
Pembinaan berlangsung selama dua hari dengan fasilitator dari Angkatan Muhammadiyah Garut yang telah memiliki lisensi instruktur nasional.
Dalam amanahnya, Dr. Agus terlebih dahulu mengajak peserta mensyukuri berbagai nikmat yang diperoleh.
Menurutnya, rasa syukur harus diwujudkan melalui penghambaan kepada Allah dan permohonan pertolongan hanya kepada-Nya.
Ia mengingatkan peserta pada pesan dalam Surah Al-Fatihah ayat 5 mengenai penghambaan dan permohonan pertolongan kepada Allah.
Dr. Agus juga mengajak peserta untuk memperkuat tauhid, menjalankan ibadah secara benar berdasarkan dalil yang rajih, membangun akhlak mulia, serta terus melakukan muamalah secara inovatif untuk kemaslahatan kehidupan.
Menurut Dr. Agus, manusia juga berhadapan dengan tiga hal yang selalu menjadi misteri, yakni rezeki, takdir, dan kematian.
Namun, dalam konteks kehidupan profesional, ia memberikan penekanan khusus pada pentingnya al itqon.
Prinsip tersebut ia kaitkan dengan kesungguhan dalam bekerja dan upaya menuju profesionalisme.
Bagi insan BUMM, pesan itu menjadi penting karena aktivitas kerja tidak hanya dipandang sebagai rutinitas, tetapi juga membutuhkan kesungguhan, tanggung jawab, dan kualitas dalam menjalankan tugas.
Agus kemudian menegaskan bahwa kerja sama merupakan kunci kesuksesan dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.
Nilai kerja sama tersebut juga sejalan dengan materi pembinaan yang diberikan kepada peserta, antara lain motivasi kerja, team work, ta’awun, dan sikap profesionalisme.
Selama dua hari, peserta tidak hanya menerima materi mengenai Kemuhammadiyahan. Mereka juga mendapatkan pembinaan mengenai ibadah pokok seperti thaharah dan salat fardu, tilawah, tahsin, salat berjamaah, serta materi Kemuhammadiyahan berupa MKCHM dan PHIWM secara praktis.
Menariknya, pembinaan dilaksanakan di alam terbuka. Metode yang digunakan lebih banyak berupa perenungan dan refleksi, permainan, diskusi dialogis, sharing, curhat, serta berbagi pengalaman.
Pendekatan tersebut memberikan ruang kepada peserta untuk tidak hanya menerima materi, tetapi juga melakukan refleksi terhadap kehidupan pribadi dan aktivitas mereka di lingkungan kerja.
Kegiatan diawali dengan sambutan Direktur Utama PT Surya Garut Abadi H. Ismar Zakaria. Ia memberikan motivasi agar seluruh peserta mengikuti pembinaan dengan fokus dan optimal.
Sementara itu, tim fasilitator dipimpin Dr. Fakhruroji Firman Al Fajar dengan anggota Jamal Alamsyah, H. Dede Saefulloh, Reksi Makhrojan, Ravi Firdaus, dan Dede Wasman.
Rangkaian Baitul Arqam kemudian ditutup dengan sesi perenungan dan penyusunan konsep diri berkemajuan. Setiap peserta mendapatkan syahadah pembinaan.
Bagi PDM Garut, pesan mengenai al itqon dan kerja sama tersebut menempatkan pembinaan insan BUMM tidak hanya pada penguatan pemahaman keislaman dan Kemuhammadiyahan, tetapi juga pada bagaimana nilai tersebut dibawa ke dalam aktivitas kerja.
Penulis : Soni Warta Garut
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar