WARTAGARUT.COM – Rupiah menguat ke level Rp17.694 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026.
Dalam sepekan, mata uang Garuda mencatat penguatan sebesar 0,75 persen.

Pergerakan positif rupiah terjadi di tengah tekanan terhadap dolar AS serta sejumlah faktor domestik yang ikut menopang stabilitas nilai tukar.
Di pasar spot, rupiah ditutup pada posisi Rp17.694 per dolar AS.
Sementara berdasarkan kurs Jisdor Bank Indonesia, rupiah berada di level Rp17.705 per dolar AS dengan penguatan sebesar 0,73 persen sepanjang pekan.
Dolar AS Mengalami Tekanan
Salah satu faktor yang mendorong penguatan rupiah adalah pelemahan dolar AS.
Tekanan terhadap indeks dolar AS atau DXY berkaitan dengan langkah Departemen Keuangan AS serta ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Fed.
Pergerakan dolar AS menjadi salah satu faktor eksternal yang memengaruhi nilai tukar mata uang negara-negara lain, termasuk rupiah.
Di sisi domestik, transisi kepemimpinan di Bank Indonesia yang dinilai berlangsung mulus turut memberikan dukungan terhadap stabilitas rupiah.
Keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan juga menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan pasar dalam melihat arah kebijakan moneter Indonesia.
Arus Modal Asing Ikut Menahan Tekanan
Selain faktor global dan kebijakan moneter domestik, arus modal asing melalui instrumen keuangan dalam negeri juga disebut membantu menahan tekanan terhadap rupiah.
Aliran dana tersebut antara lain masuk melalui Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).
Kondisi tersebut memberikan tambahan dukungan terhadap pasar keuangan domestik ketika rupiah menghadapi dinamika eksternal, terutama dari pergerakan dolar AS dan ekspektasi kebijakan The Fed.
Kurs Rupiah Akhir Pekan
Data penutupan perdagangan akhir pekan menunjukkan perbedaan tipis antara nilai rupiah di pasar spot dan kurs Jisdor Bank Indonesia.
Indikator Posisi Akhir Pekan Perubahan Sepekan
Pasar Spot (Bloomberg) Rp17.694/USD Menguat 0,75%
Jisdor Bank Indonesia Rp17.705/USD Menguat 0,73%
Dengan demikian, baik pasar spot maupun Jisdor sama-sama mencatat penguatan rupiah dalam perdagangan selama pekan tersebut.
Pergerakan rupiah berikutnya tetap akan dipengaruhi perkembangan dolar AS, ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed, kebijakan Bank Indonesia, serta arus modal di pasar keuangan domestik.***
Penulis : Soni Warta Garut
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar