WARTAGARUT.COM – Arsenal mengawali musim 2026/2027 dengan trofi setelah mengalahkan Manchester City 3-0 pada final FA Community Shield 2026 di Stadion Principality, Cardiff.
Kemenangan tersebut menjadi awal positif bagi Mikel Arteta sekaligus membuat pertandingan kompetitif pertama Enzo Maresca sebagai manajer Manchester City berakhir dengan kekalahan.
Arsenal tampil efektif sejak awal pertandingan.
Bahkan, The Gunners hanya membutuhkan waktu 23 detik untuk membuka keunggulan melalui Riccardo Calafiori.
Calafiori Cetak Gol dalam 23 Detik
Pertandingan baru berjalan kurang dari satu menit ketika Calafiori berhasil membobol gawang City.
Gol tersebut berawal dari umpan terobosan Myles Lewis-Skelly yang mampu dimanfaatkan Calafiori untuk membawa Arsenal unggul cepat.
Keunggulan tersebut membuat Arsenal memiliki modal penting untuk mengendalikan pertandingan, meskipun Manchester City kemudian lebih banyak menguasai bola.
City mencatat penguasaan bola sebesar 56 persen, berbanding 44 persen milik Arsenal. Namun, dominasi tersebut belum mampu diterjemahkan menjadi gol.
Havertz Gandakan Keunggulan Arsenal
Arsenal kemudian memperlebar jarak pada menit ke-28.
Kai Havertz mencatatkan namanya di papan skor setelah menyelesaikan umpan silang dari rekrutan baru Arsenal, Christos Tzolis.
Gol tersebut membuat Arsenal memasuki jeda pertandingan dengan keunggulan dua gol.
Tzolis menjadi salah satu pemain yang menonjol dalam pertandingan tersebut. Pemain anyar Arsenal itu tercatat memberikan dua assist dalam debut kompetitifnya.
Odegaard Kunci Kemenangan 3-0
Arsenal tidak membutuhkan waktu lama untuk menambah keunggulan setelah babak kedua dimulai.
Martin Ødegaard mencetak gol pada menit ke-48 sekaligus mengubah skor menjadi 3-0.
Kapten Arsenal tersebut mampu mengecoh pertahanan City sebelum menyelesaikan peluang untuk membawa timnya semakin jauh dari kejaran lawan.
Manchester City berusaha merespons, tetapi Arsenal mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Haaland Kesulitan Mengembangkan Permainan
Salah satu sorotan dari pertandingan tersebut adalah penampilan Erling Haaland.
Striker Manchester City itu kesulitan mendapatkan ruang dan hanya mencatatkan tujuh sentuhan bola sebelum ditarik keluar pada menit ke-53.
Kondisi tersebut menggambarkan kesulitan City dalam membongkar pertahanan Arsenal sepanjang pertandingan.
Meski memiliki penguasaan bola lebih tinggi, City hanya mampu menyamai Arsenal dalam jumlah total tembakan, yakni masing-masing delapan percobaan.
City memang mencatat lima tembakan tepat sasaran, sementara Arsenal memiliki empat.
Namun, efektivitas Arsenal menjadi pembeda utama pada pertandingan ini.
Statistik City vs Arsenal

Hasil tersebut membuat Arsenal mengawali musim baru dengan trofi Community Shield.
Bagi Arteta, kemenangan ini menjadi modal awal dalam menghadapi musim 2026/2027.
Sementara bagi Maresca, kekalahan tersebut menjadi pekerjaan rumah dalam membangun Manchester City di bawah kepemimpinannya.***
Penulis : Soni Warta Garut
Editor : Soni Tarsoni












Komentar