WARTAGARUT.COM – Sebanyak 1.616 siswa baru kelas 1 di lingkungan sekolah Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Garut tercatat telah memesan dan menggunakan Batik Muhammadiyah Garut. Jumlah tersebut berasal dari 32 sekolah pada berbagai jenjang pendidikan.
Data itu disampaikan Direktur Utama PT Surya Garut Abadi (SGA), Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM), H. Ismar Zakaria, dalam laporan progres Batik Muhammadiyah Garut dalam acara pembinaan AIK Majelis Dik dasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Garut, di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Kamis, (20/8/2026).
H. Ismar Zakaria menjelaskan, angka 1.616 siswa tersebut khusus untuk siswa baru kelas 1, mulai jenjang SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA. Sementara siswa kelas 2 dan kelas 3 belum masuk dalam program pemesanan tersebut.
“Untuk siswa kelas 1 jumlahnya sekitar 4.600 orang. Data yang kami laporkan ini khusus siswa kelas 1, mulai dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA,” ujar H. Ismar dalam laporan progresnya.
Dengan demikian, angka 1.616 siswa tidak menggambarkan seluruh jumlah siswa Muhammadiyah di Kabupaten Garut.
Menurut data yang disampaikan dalam wawancara, jumlah keseluruhan siswa di lingkungan sekolah Muhammadiyah mencapai sekitar 18 ribu siswa.
Isi Artikel
1.616 dari Sekitar 4.600 Siswa Kelas 1
Berdasarkan rekapitulasi BUMM PT Surya Garut Abadi, total siswa kelas 1 yang menjadi basis program tersebut mencapai sekitar 4.600 siswa.
Dari jumlah itu, sebanyak 1.616 siswa telah memesan Batik Muhammadiyah Garut. Artinya, masih terdapat sekitar 2.900-an siswa kelas 1 yang belum tercatat memesan berdasarkan data yang disampaikan.
Adapun rincian pemakaian Batik Muhammadiyah berdasarkan jenjang adalah sebagai berikut:
- SMA/SMK/MA: 671 siswa dari 14 sekolah
- SMP/MTs: 676 siswa dari 12 sekolah
- SD/MI: 230 siswa dari 5 sekolah
- TK/PAUD: 39 siswa dari 1 sekolah
Total: 32 sekolah dan 1.616 siswa.
H. Ismar menegaskan bahwa program tersebut saat ini masih menyentuh siswa baru kelas 1. Penggunaan batik untuk siswa kelas 2 dan kelas 3 belum menjadi bagian dari data progres yang dilaporkan.
“Total semua 18 ribu. Yang kelas 1, 4.600-an, Pak,” ungkapnya.
32 Sekolah Sudah Memesan Batik Muhammadiyah
Dari total sekolah Muhammadiyah yang menjadi basis program, sebanyak 32 sekolah tercatat telah melakukan pemesanan Batik Muhammadiyah.
Sekolah-sekolah tersebut tersebar mulai dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA hingga TK/RA Aisyiyah.
Berikut data sekolah yang telah memesan:
| No. | Sekolah | Pesanan |
|---|---|---|
| 1 | SD 2 Muhammadiyah Karangpawitan | 60 |
| 2 | SD Muhammadiyah Ciwahang | 60 |
| 3 | SD Muhammadiyah Cikacang Kadungora | 30 |
| 4 | SD Muhammadiyah Cisaat Kadungora | 30 |
| 5 | MIS Muhammadiyah Pojok | 50 |
| 6 | SMP Muhammadiyah Garut | 50 |
| 7 | SMP Muhammadiyah Harumansari | 50 |
| 8 | SMP Muhammadiyah Cilawu | 50 |
| 9 | SMP Al-Falah Muhammadiyah Mangkurayat | 50 |
| 10 | SMP Muhammadiyah Cikelet | 61 |
| 11 | SMP Muhammadiyah Pakenjeng | 50 |
| 12 | MTsS Mu’allimin Mu’allimat | 19 |
| 13 | MTsS Muhammadiyah Bayubud | 100 |
| 14 | MTsS Muhammadiyah Limbangan | 30 |
| 15 | MTsS Muhammadiyah Cisaat | 50 |
| 16 | MTsS Muhammadiyah Bojong | 130 |
| 17 | MTsS Muhammadiyah Bayongbong | 26 |
| 18 | SMAS Muhammadiyah 1 Garut | 45 |
| 19 | SMAS Muhammadiyah Wanaraja | 100 |
| 20 | SMAS Muhammadiyah Kadungora | 97 |
| 21 | SMAS Muhammadiyah Banyuresmi | 130 |
| 22 | SMA Muhammadiyah Cikelet | 45 |
| 23 | SMAS Muhammadiyah Pakenjeng | 30 |
| 24 | SMK Muhammadiyah Kersamanah | 29 |
| 25 | SMKS Muhammadiyah Cibiuk | 15 |
| 26 | SMKS Muhammadiyah Harumansari | 57 |
| 27 | SMKS Muhammadiyah 2 Kadungora | 70 |
| 28 | SMK Muhammadiyah Tarogong Kidul | 26 |
| 29 | MAS Mu’allimin Mu’allimat | 5 |
| 30 | MAS Muhammadiyah Plus Cisaat | 47 |
| 31 | MAS Muhammadiyah Bayongbong | 22 |
| 32 | TK/RA Aisyiyah Cisaat Kadungora | 39 |
| Jumlah | 1.616 |
Data tersebut menunjukkan bahwa pemesanan telah tersebar di sejumlah wilayah dan jenjang pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Garut.
Direktur SGA Apresiasi Kepala Sekolah
H. Ismar menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh kepala sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Garut yang telah memesan dan menggunakan Batik Muhammadiyah untuk siswa baru.
Menurutnya, dukungan dari sekolah menjadi bagian penting dalam pengembangan BUMM PT Surya Garut Abadi sekaligus upaya memperkuat kemandirian ekonomi Muhammadiyah di Kabupaten Garut.
Ia berharap sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya dapat ikut menggunakan Batik Muhammadiyah Garut pada program berikutnya.
“Saya ucapkan banyak terima kasih, jazakallah khairan katsiran kepada seluruh kepala sekolah Muhammadiyah di seluruh Kabupaten Garut yang sudah memesan dan memakai seragam siswa-siswinya Batik Muhammadiyah PDM Garut,” ujar Ismar.
Ia juga berharap dukungan tersebut menjadi bagian dari amal dalam perjuangan memperkuat kemandirian ekonomi Muhammadiyah.
“Semoga amal soleh Bapak Ibu Kepala Sekolah menjadi amal jariyah bagi perjuangan memperkuat kemandirian ekonomi Muhammadiyah Kabupaten Garut,” katanya.
Batik Angkat Nilai Keislaman dan Budaya Lokal
Batik Muhammadiyah Garut diluncurkan pada Sabtu (6/6/2026). Produk tersebut dikembangkan oleh BUMM PT Surya Garut Abadi sebagai bagian dari upaya membangun produk yang memiliki identitas Muhammadiyah sekaligus mengangkat karakter lokal.
H. Ismar menyebut tema Batik Muhammadiyah Garut mengangkat nilai keislaman dan budaya lokal.
“Karena Batik Muhammadiyah Garut temanya selalu mengangkat nilai keislaman dan budaya lokal,” ujarnya.
Motif Batik Muhammadiyah Kabupaten Garut disebut diinisiasi dan diciptakan oleh Ketua PDM Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Pd., M.Ag.
Menurut Ismar, karakter tersebut diharapkan menjadikan Batik Muhammadiyah Garut sebagai salah satu simbol kebanggaan warga Muhammadiyah Kabupaten Garut.
Masih Menjadi Pekerjaan Rumah
Meski 1.616 siswa kelas 1 telah memesan, cakupan penggunaan Batik Muhammadiyah masih dapat diperluas. Data BUMM menunjukkan jumlah siswa kelas 1 yang menjadi basis program mencapai sekitar 4.600 siswa.
Artinya, sebagian besar siswa kelas 1 belum tercatat melakukan pemesanan. Selain itu, siswa kelas 2 dan kelas 3 juga belum masuk dalam program berdasarkan data progres yang disampaikan Ismar.
Dari sisi sekolah, terdapat 32 sekolah yang telah melakukan pemesanan dari total 98 sekolah yang menjadi basis laporan.
Dalam wawancara, H. Ismar menyebut capaian tersebut sekitar 34 persen. Bagi BUMM PT Surya Garut Abadi dan PDM Garut, sisa sekolah dan siswa yang belum menggunakan Batik Muhammadiyah menjadi ruang pengembangan program pada tahun berikutnya.
Pengembangan tersebut sekaligus membuka peluang agar Batik Muhammadiyah tidak hanya menjadi seragam siswa, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi Muhammadiyah Kabupaten Garut.
Penulis : Soni Warta Garut
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar