WARTAGARUT.COM – PT Surya Garut Abadi (SURGA ABADI) Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) PDM Kabupaten Garut resmi meluncurkan Seragam dan Batik Khas Muhammadiyah Garut Tahun 2026.
Peluncuran batik tersebut dilakukan dalam kegiatan Studium Generale bertajuk “Deep Learning dan Transformasi Pendidikan untuk Perguruan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Garut yang Berkemajuan” yang menghadirkan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., di Gedung Dakwah Muhammadiyah Garut, Sabtu (6/6/2026).
Peluncuran tersebut menjadi momentum penting bagi Muhammadiyah Garut dalam memperkuat identitas pendidikan, budaya lokal, sekaligus penguatan ekonomi persyarikatan melalui Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM).
Direktur Utama PT Surya Garut Abadi (SURGA ABADI), H. Ismar Zakaria, A.Md., mengatakan kehadiran batik khas Muhammadiyah Garut bukan sekadar menghadirkan produk seragam sekolah, melainkan simbol kebanggaan dan persatuan warga Muhammadiyah.
“Hari ini kita menyaksikan sebuah ikhtiar bersejarah bagi Muhammadiyah Garut yang bukan sekadar menghadirkan sebuah produk, tetapi menghadirkan identitas, kebanggaan, dan semangat kebersamaan warga Muhammadiyah Garut,” ujar H. Ismar dalam sambutannya.
Batik Muhammadiyah Garut Angkat Nilai Keislaman dan Budaya Lokal
Menurut H. Ismar, Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan harus terus menghadirkan inovasi yang mampu memperkuat karakter generasi muda sekaligus menjaga nilai budaya daerah.
Karena itu, desain batik Muhammadiyah Garut dirancang secara khusus dengan memadukan nilai-nilai keislaman, filosofi Kemuhammadiyahan, dan kekayaan budaya lokal Kabupaten Garut.
“Batik ini dirancang secara khusus dengan memadukan nilai-nilai keislaman, filosofi Kemuhammadiyahan, dan kekayaan budaya Garut. Setiap motif memiliki makna perjuangan, persatuan, kemajuan, dan kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah,” katanya.
Motif batik tersebut juga menampilkan sejumlah ikon khas Garut yang selama ini menjadi identitas daerah, sehingga diharapkan mampu memperkenalkan budaya lokal kepada para pelajar.
Akan Digunakan dari SD hingga SMK Muhammadiyah
Ismar menjelaskan seragam dan batik khas Muhammadiyah Garut akan digunakan secara bertahap oleh seluruh jenjang pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Garut.
Mulai dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK hingga berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) lainnya.
“Insya Allah seragam dan batik ini akan digunakan oleh seluruh jenjang pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Garut. Dengan demikian akan terbangun keseragaman identitas yang memperkuat rasa memiliki dan memperkokoh kebersamaan dalam satu gerakan besar Muhammadiyah,” ujarnya.
Berdasarkan data Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Garut, jumlah siswa Muhammadiyah di Kabupaten Garut saat ini mencapai sekitar 18 ribu orang yang tersebar dari tingkat dasar hingga menengah.
Perkuat Kemandirian Ekonomi Muhammadiyah
Selain menjadi identitas pendidikan, peluncuran batik khas Muhammadiyah Garut juga menjadi bagian dari strategi membangun kemandirian ekonomi persyarikatan.
PT Surya Garut Abadi sebagai BUMM Muhammadiyah mendapat amanah untuk memproduksi dan mengembangkan seragam tersebut.
“Kami merasa terhormat mendapatkan amanah untuk memproduksi dan mengembangkan seragam serta batik khas ini. Amanah ini kami pandang sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi persyarikatan melalui Badan Usaha Milik Muhammadiyah,” kata H. Ismar.
Menurutnya, penguatan ekonomi menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung keberlanjutan gerakan Muhammadiyah di masa depan.
Dengan adanya produk khas yang digunakan secara luas oleh warga Muhammadiyah, maka perputaran ekonomi di lingkungan persyarikatan juga akan semakin kuat.
Simbol Kebanggaan Warga Muhammadiyah Garut
H. Ismar berharap batik Muhammadiyah Garut tidak hanya menjadi pakaian seragam yang dikenakan siswa setiap pekan, tetapi juga menjadi simbol semangat berkhidmat, berprestasi, dan membangun peradaban.
“Kami berharap batik dan seragam khas Muhammadiyah Garut ini bukan hanya menjadi pakaian yang dikenakan, tetapi menjadi simbol komitmen untuk terus berkhidmat, berprestasi, dan memajukan persyarikatan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ismar secara resmi meluncurkan Batik dan Seragam Khas Muhammadiyah Garut Tahun 2026 yang disambut antusias para kepala sekolah, guru, dan pimpinan Muhammadiyah yang hadir.
Ia optimistis program tersebut akan menjadi salah satu ikon baru pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Garut sekaligus memperkuat citra Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang maju, mandiri, dan berkemajuan.
“Semoga menjadi kebanggaan seluruh warga Muhammadiyah, membawa keberkahan bagi persyarikatan, serta menjadi ikhtiar menuju Muhammadiyah Garut yang semakin maju, mandiri, dan berkemajuan,” pungkasnya.
Pantun Penutup dari Direktur Utama PT Surya Garut Abadi
Menutup peluncuran Batik dan Seragam Khas Muhammadiyah Garut 2026, Direktur Utama PT Surya Garut Abadi, H. Ismar Zakaria, A.Md., menyampaikan dua pantun yang disambut hangat para peserta Studium Generale.
Ke sekolah memakai baju Batik Muhammadiyah
Batik kotor terkena jamu langganan Ayah
Setinggi-tingginya harga Batu Akik Ayah
Masih terlalu tinggi cintaku pada Persyarikatan Muhammadiyah.
Kemudian ia melanjutkan dengan pantun kedua yang menggambarkan kebanggaan terhadap seragam baru Muhammadiyah Garut.
Pergi ke sekolah bersama Ayah
Pulangnya membawa nampan ke rumah Uwa
Siswa-siswi sekolah memakai Seragam Batik Muhammadiyah
Niscaya akan tampan dan berwibawa.
Pantun tersebut menutup rangkaian peluncuran Batik Khas Muhammadiyah Garut 2026 yang diharapkan menjadi simbol identitas, kebanggaan, sekaligus penguat semangat berkemajuan bagi seluruh warga Muhammadiyah di Kabupaten Garut.
Penulis : Soni Tarsoni

















