WARTAGARUT.COM – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut mendorong penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) menjadi bagian mendasar dalam pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan.
Ketua PDM Garut Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., M.Pd., mengatakan AIK menjadi landasan yang menjaga agar seluruh aktivitas pendidikan Muhammadiyah tetap berada pada akar ideologis persyarikatan.
Hal itu disampaikan Dr. Agus dalam kegiatan Pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dan Manajerial Kepala Sekolah/Madrasah di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah Kabupaten Garut, yang digelar Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Garut di Gedung Dakwah Muhammadiyah Garut, Kamis (20/8/2026).
“Pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan itu mengingatkan seluruh pengelola amal usaha pendidikan Muhammadiyah Garut supaya tetap ingat bahwa landasan pokok perjuangan Muhammadiyah adalah nilai-nilai ideologis dan tatanan awal Muhammadiyah,” ujar Dr. Agus.
Menurutnya, AIK diperlukan agar pengelolaan AUM pendidikan tidak kehilangan identitas sekaligus tetap memiliki arah yang jelas dalam menjalankan aktivitasnya.
Empat Nilai yang Harus Menjadi Pegangan
Dr. Agus menjelaskan terdapat empat nilai yang perlu menjadi perhatian dalam mengembangkan gerakan Muhammadiyah, termasuk amal usaha pendidikan.
Pertama adalah religius, yakni seluruh gerakan tidak boleh terlepas dari akar tauhid dan ibadah.
Kedua, inklusif. Menurut Dr. Agus, orang-orang yang terlibat dalam Muhammadiyah maupun AUM harus terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak karena Muhammadiyah hadir untuk kemaslahatan yang lebih luas.
Nilai ketiga adalah development atau pengembangan diri.
Setiap individu dinilai harus terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan karena pengetahuan maupun kemampuan yang dimiliki hari ini belum tentu cukup untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Sementara nilai keempat adalah sustainable atau keberlanjutan.
“Apa yang diperjuangkan oleh tokoh masa lalu, oleh pejuang masa lalu, jangan terputus, dilanjutkan. Tinggal dipilih mana yang baik dipertahankan, yang kurang baik tentu dirubah dengan yang baru, terutama mindset-nya,” katanya.
AIK Disebut sebagai Akar Sistem Sekolah Muhammadiyah
Dr. Agus menegaskan AIK memiliki posisi penting bagi kepala sekolah karena menjadi bagian inti dari sistem pendidikan Muhammadiyah.
“AIK itu sebagai inti sistem. Kalau di sekolah itu namanya Ismuba, Al Islam Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab. Tanpa landasan ini, ciri khasnya hilang,” ujarnya.
Menurut Dr. Agus, nilai AIK menjadi pembeda antara lembaga pendidikan Muhammadiyah dengan satuan pendidikan lainnya.
Karena itu, seluruh unsur yang berada di lingkungan Muhammadiyah dinilai perlu memiliki basis nilai yang sama.***
Penulis : Soni Warta
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar