Ketua PDM Garut Ungkap Makna Jiwa Merdeka: Tak Takut Selain kepada Allah

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PDM Garut Dr. Agus Rahmat Nugraha menyampaikan pandangan tentang hakikat jiwa merdeka dalam momentum HUT ke-81 Republik Indonesia.

Ketua PDM Garut Dr. Agus Rahmat Nugraha menyampaikan pandangan tentang hakikat jiwa merdeka dalam momentum HUT ke-81 Republik Indonesia.

WARTAGARUT.COM – Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum untuk memaknai kemerdekaan tidak hanya sebagai kebebasan dari penjajahan, tetapi juga sebagai pembebasan jiwa dari berbagai bentuk ketergantungan.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., M.Pd, menyebut jiwa merdeka adalah jiwa yang hanya menggantungkan dirinya kepada Allah SWT.

Agus menjelaskan, kemerdekaan jiwa berkaitan erat dengan sikap seseorang dalam menghadapi pengaruh manusia, kepentingan sesaat maupun berbagai godaan kehidupan dunia.

Ia mengutip Q.S. Al-Fatihah ayat 5, “Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.”

Menurut Agus, ayat tersebut menjadi salah satu landasan dalam memahami hakikat jiwa yang merdeka.

“Jiwa merdeka adalah jiwa yang memiliki tempat bergantung yang benar,” ungkap Agus.

Ia menilai seseorang yang memiliki jiwa merdeka tidak seharusnya mudah dikendalikan oleh pujian maupun celaan manusia. Prinsip juga tidak semestinya ditukar hanya demi kepentingan yang bersifat sementara.

Jiwa merdeka, lanjutnya, merupakan sikap untuk tetap memegang prinsip, tidak mudah mengikuti arus, serta berani mengambil keputusan berdasarkan kebenaran meskipun pilihan tersebut tidak selalu populer.

“Jiwa yang memiliki keberanian berkata benar, bertindak benar, berpihak kebenaran, sekalipun tidak populer,” katanya.

Tidak Menjadi Hamba Selain Allah

Dalam pandangannya, kemerdekaan sejati tidak berarti manusia bebas tanpa batas. Sebaliknya, kemerdekaan justru bermuara pada ketundukan kepada Allah SWT.

Baca Juga :  MAN 1 Garut Raih Medali Perak dan Juara Tematik di Extranas 2026

Agus menyebut manusia dengan jiwa merdeka tidak perlu menjadi “hamba” bagi sesuatu selain Allah, termasuk uang, jabatan, popularitas maupun validasi manusia.

“Jiwa yang merdeka hanya takut kepada Allah,” tegasnya.

Menurut dia, ketika seseorang menempatkan dunia sebagai tujuan yang menguasai hati, kebebasan manusia justru dapat berubah menjadi bentuk ketergantungan baru.

Ia menggambarkan bahwa seseorang dapat memiliki pekerjaan tanpa diperbudak pekerjaannya, memiliki harta tanpa diperbudak hartanya, serta memiliki jabatan tanpa menjadikan jabatan tersebut sebagai sesuatu yang menguasai dirinya.

Begitu pula dengan teknologi. Menurut Agus, teknologi dapat digunakan untuk membantu kehidupan, tetapi manusia tidak semestinya kehilangan kendali atas dirinya karena ketergantungan terhadap teknologi.

“Ia bekerja, tetapi tidak diperbudak pekerjaannya, ia memiliki harta, tetapi tidak diperbudak oleh hartanya, ia menggunakan teknologi, tetapi tidak diperbudak teknologi,” jelasnya.

Islam sebagai Agama Pembebasan

Agus juga mengaitkan konsep jiwa merdeka dengan Islam sebagai agama yang menurutnya membawa semangat pembebasan manusia dari berbagai bentuk perbudakan.

Pembebasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penjajahan antarmanusia, tetapi juga mencakup pembebasan dari hawa nafsu, arogansi, kesombongan, ketakutan, penindasan dan ketergantungan berlebihan terhadap dunia.

Baca Juga :  Kepala Kemenag Garut Dorong Kolaborasi Penyuluh untuk Tekan Angka Perceraian

Dalam perspektif tersebut, manusia yang merdeka adalah manusia yang tidak menjadikan kehidupan dunia sebagai sesuatu yang menguasai hatinya.

“Manusia merdeka adalah manusia yang hanya menundukkan dirinya kepada Allah SWT,” ujarnya.

Agus menilai bentuk penjajahan yang paling berbahaya dapat terjadi ketika dunia berhasil menguasai hati manusia.

Karena itu, kemerdekaan jiwa membutuhkan kemampuan untuk menempatkan harta, pekerjaan, jabatan dan teknologi sesuai fungsinya, bukan sebagai sesuatu yang menentukan nilai kehidupan seseorang.

Jiwa Merdeka dan Ketundukan Total

Lebih lanjut, Agus menyebut jiwa merdeka sebagai al-kamalul khudu’, yang ia jelaskan sebagai ketundukan secara totalitas kepada Allah.

Ia menyebut terdapat tiga unsur yang berkaitan dengan konsep tersebut, yakni al-khouf, ar-roja’, dan al-mahabbah.

Dalam konteks peringatan kemerdekaan, pemaknaan tersebut mengajak masyarakat melihat kembali arti kebebasan dalam kehidupan sehari-hari.

Kemerdekaan tidak berhenti pada terbebasnya sebuah bangsa dari penjajahan, tetapi juga menyangkut bagaimana setiap individu menjaga hati, prinsip dan orientasi hidupnya agar tidak dikuasai oleh kepentingan duniawi.

Dengan demikian, semangat kemerdekaan dapat dimaknai sebagai dorongan untuk menjadi manusia yang memiliki keberanian berpihak pada kebenaran, tidak mudah terseret arus, serta tetap menjadikan Allah SWT sebagai tempat bergantung dan tujuan utama pengabdian.***

Penulis : Soni Warta Garut

Editor : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MAN 1 Garut Borong Juara OMI Kemenag 2026, Ridwan dan Saski Melaju ke Tingkat Provinsi
Raih Juara 2 OMI 2026 Garut, Reisya Agustina Fauziah dari MAN 2 Garut Lolos Provinsi
MAN 1 Garut Raih 2 Prestasi di EXTRANAS 2026, Sabet Juara Stand Expo dan Video Profil
Muhammadiyah Garut Dorong Pontren Jadi Pusat Dakwah dan Perkaderan
Magister Pendidikan Matematika IPI Garut
Alya Khalifa dari Al Mashduqi IIBS Garut Lolos ISLC 2026, Gabung 100 Ketua OSIS di UI
OMI Kemenag 2026: Siswi MAN 3 Garut Raih Juara 3 Ekonomi
Raisya Fakhira dari MA Al Mashduqi IIBS Garut Melaju ke Provinsi OMI Fisika 2026

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:36 WIB

MAN 1 Garut Borong Juara OMI Kemenag 2026, Ridwan dan Saski Melaju ke Tingkat Provinsi

Selasa, 15 September 2026 - 07:19 WIB

Raih Juara 2 OMI 2026 Garut, Reisya Agustina Fauziah dari MAN 2 Garut Lolos Provinsi

Selasa, 15 September 2026 - 07:03 WIB

MAN 1 Garut Raih 2 Prestasi di EXTRANAS 2026, Sabet Juara Stand Expo dan Video Profil

Senin, 14 September 2026 - 13:00 WIB

Muhammadiyah Garut Dorong Pontren Jadi Pusat Dakwah dan Perkaderan

Senin, 14 September 2026 - 08:35 WIB

Magister Pendidikan Matematika IPI Garut

Berita Terbaru

Reisya Agustina Fauziah Juara 2 OMI 2026

Prestasi Pelajar dan Mahasiswa

Raih Juara 2 OMI 2026 Garut, Reisya Agustina Fauziah dari MAN 2 Garut Lolos Provinsi

Selasa, 15 Sep 2026 - 07:19 WIB

MAN 1 Garut meraih dua prestasi dalam EXTRANAS 2026 melalui kategori Stand Expo Tematik dan Video Profil Keterampilan.

Prestasi Pelajar dan Mahasiswa

MAN 1 Garut Raih 2 Prestasi di EXTRANAS 2026, Sabet Juara Stand Expo dan Video Profil

Selasa, 15 Sep 2026 - 07:03 WIB