WARTAGARUT.COM – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026 menjadi momentum untuk kembali mengingat jasa para pahlawan sekaligus memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Kepala MTs Negeri 1 Garut, H. Pepen Supendi, S.Ag., M.M.Pd., melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh sehari setelah peringatan tragedi 30 September.
Menurut H. Pepen, mengenang sejarah tidak cukup hanya dengan mengikuti seremoni.
Nilai perjuangan para pahlawan perlu diteruskan melalui sikap dan tindakan dalam kehidupan masyarakat.
“Kenanglah jasa para pahlawan yang gugur demi mempertahankan ideologi bangsa. Tugas kita hari ini adalah merawat dan mengamalkannya dalam kehidupan nyata,” ujar H. Pepen Supendi.
Ia menilai Pancasila memiliki posisi penting sebagai landasan kehidupan bangsa.
Karena itu, pengamalan nilai Pancasila perlu terus dilakukan, termasuk melalui lingkungan pendidikan.
H. Pepen juga mengajak masyarakat untuk menjadikan semangat gotong royong sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan sosial yang lebih kuat.
“Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia,” katanya.
Menurutnya, semangat tersebut perlu diwujudkan melalui kerja bersama dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Gotong royong, kata dia, bukan sekadar slogan, tetapi nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kobarkan semangat gotong royong untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang adil, makmur, dan berdaulat,” kata H. Pepen.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober menjadi bagian dari momentum kebangsaan untuk mengingat sejarah perjalanan bangsa sekaligus memperkuat komitmen terhadap Pancasila.
Bagi lingkungan pendidikan, momentum tersebut juga dapat menjadi ruang untuk menanamkan nilai persatuan, kebersamaan, tanggung jawab, dan kepedulian kepada generasi muda.
Dengan demikian, pesan Hari Kesaktian Pancasila tidak berhenti pada kegiatan peringatan, tetapi dapat diterjemahkan melalui perilaku nyata dalam kehidupan sekolah maupun masyarakat.***
Penulis : Soni Tarsoni
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar