WARTAGARUT.COM – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di SMK Muhammadiyah Garut tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah, tetapi juga dimanfaatkan untuk mengingatkan siswa agar menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Pembina Upacara sekaligus Pengawas Pembina, Drs. H. Yayan Sofyan, M.Pd., saat memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila di lapangan upacara SMK Muhammadiyah Garut, Jalan Cendramata 1 No. 27, Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis, 1 Oktober 2026.
Dalam amanatnya, Yayan menjelaskan bahwa peringatan 1 Oktober berkaitan dengan sejarah Gerakan 30 September 1965 yang menurutnya berkaitan dengan upaya mengubah dasar negara Pancasila.
Ia kemudian mengajak siswa melihat makna Hari Kesaktian Pancasila dari sisi yang lebih dekat dengan kehidupan mereka.
Menurutnya, mempertahankan nilai Pancasila tidak berhenti pada pemahaman sejarah, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap dan karakter.
“Ketika kita ingin merubah dunia, maka awalilah dari diri sendiri. Kita jangan berpikir dan jangan berharap menunggu orang lain yang merubahnya,” kata H. Yayan Sofyan dalam amanatnya.
Kompetensi Siswa Tak Hanya Hard Skill
H. Yayan Sofyan mengingatkan bahwa lulusan SMK diharapkan memiliki kompetensi yang dapat menjadi bekal menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.
Namun, kompetensi tersebut menurutnya tidak cukup hanya diukur dari kemampuan teknis atau hard skill.
Siswa juga perlu memiliki soft skill yang tercermin melalui karakter.
Ia mengaitkan karakter tersebut dengan nilai-nilai Pancasila serta ajaran Islam tentang akhlakul karimah.
“Disebut kompeten jika siswa memiliki dua hal. Yang pertama soft skill yang baik, dan yang kedua hard skill yang baik,” ujarnya.
Karakter, lanjut H. Yayan Sofyan, tidak terbentuk secara instan.
Pembentukannya dimulai dari kebiasaan sehari-hari, termasuk kedisiplinan, ketaatan terhadap aturan, kejujuran, serta kemampuan merencanakan masa depan.
Karena itu, peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lingkungan sekolah menurutnya dapat menjadi momentum untuk menghubungkan nilai kebangsaan dengan perilaku nyata siswa.
Panca Waluya dan Kebiasaan Sehari-hari
Dalam amanatnya, Yayan juga menyinggung konsep Panca Waluya yang dikembangkan Pemerintah Jawa Barat sebagai bagian dari penguatan karakter.
Ia menjelaskan Panca Waluya mencakup lima nilai yang menjadi bagian dari pembentukan pribadi siswa.
Dalam bagian awal penjelasannya, ia menyoroti nilai cageur, yang berkaitan dengan kondisi fisik dan kebiasaan hidup sehat.
Menurut H. Yayan Sofyan, aktivitas siswa saat mengikuti upacara juga dapat menjadi bagian dari pembiasaan tersebut.
Berdiri di bawah sinar matahari, berjalan kaki, serta melakukan aktivitas olahraga merupakan contoh sederhana yang dapat mendukung kebugaran fisik.
Ia kemudian mengingatkan siswa agar tidak menjadikan penggunaan telepon seluler sebagai satu-satunya aktivitas dalam keseharian.
“Kalau main HP, olahraganya hanya jari tangan saja,” ujar H. Yayan Sofyan.
Pesan tersebut menjadi bagian dari pengingat agar siswa memiliki keseimbangan antara aktivitas digital, kegiatan belajar, interaksi sosial, dan aktivitas fisik.
Pancasila Dimulai dari Diri Sendiri
Bagi siswa SMK, nilai Pancasila pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan upacara atau hafalan mengenai dasar negara.
Nilai tersebut dapat diterjemahkan melalui perilaku sederhana di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Disiplin datang dan mengikuti kegiatan sekolah, menaati aturan, bersikap jujur, menjaga kebiasaan hidup sehat, serta mempersiapkan masa depan merupakan bentuk karakter yang dapat dibangun sejak sekarang.
H. Yayan Sofyan menekankan bahwa perubahan tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Siswa dapat memulainya dari dirinya sendiri.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di SMK Muhammadiyah Garut pun menjadi momentum untuk menghubungkan nilai kebangsaan dengan tujuan pendidikan vokasi: melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga karakter dan akhlak yang baik.***
Penulis : Soni Tarsoni
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar