WARTAGARUT.COM – Muhammadiyah Garut memperkuat kepemimpinan di sektor pendidikan dengan melantik empat kepala sekolah dan madrasah baru.
Regenerasi ini tidak hanya menjadi proses administratif, tetapi juga bagian dari strategi meningkatkan kualitas sekolah Muhammadiyah di tengah persaingan pendidikan yang semakin ketat.
Pelantikan berlangsung dalam agenda Pelantikan Kepala Sekolah dan Madrasah di lingkungan Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Garut di Gedung Dakwah Muhammadiyah Garut, Selasa (4/8/2026).
Pada kesempatan tersebut, Mochamad Tansyah Budi, M.Spdi dilantik sebagai Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kadungora oleh Sekretaris Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Adi Kurnia, S.Th.I., M.Si.
Sementara Eli Rusmiati, S.Pd.I. sebagai Kepala MTs Baitur Rohmah Muhammadiyah Banyuresmi, Yogi Abadi, S.Pd.I. sebagai Kepala SMP Muhammadiyah 3 Kadungora, dan Nenih Rohayati sebagai Kepala MI Muhammadiyah Cijambe Cikelet dilantik oleh Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Garut, Drs. Ade Sahrudin, M.Pd.
Pelantikan Jadi Awal Membangun Sekolah Unggulan
Sekretaris Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Adi Kurnia, menjelaskan pelantikan merupakan bagian dari mekanisme organisasi untuk memastikan setiap kepala sekolah yang dipercaya memimpin telah melalui proses yang sesuai dengan ketentuan persyarikatan.
“Pelantikan ini bagian dari pembinaan sumber daya manusia. Semua kepala sekolah telah melalui seleksi, asesmen, dan pendidikan khusus kepala sekolah sebelum diberikan amanah memimpin,” ujarnya.
Ia menjelaskan, calon kepala sekolah Muhammadiyah harus memenuhi tiga syarat utama, yakni lolos asesmen, mengikuti Pendidikan Khusus Kepala Sekolah (Diksuspala), serta memiliki komunikasi yang baik dengan pimpinan penyelenggara pendidikan.
Menurut Adi, tantangan pendidikan saat ini tidak lagi dapat dihadapi oleh sekolah secara sendiri-sendiri.
Karena itu, Muhammadiyah Jawa Barat mendorong kolaborasi lebih luas antara sekolah dengan perguruan tinggi, rumah sakit, amal usaha Muhammadiyah, hingga organisasi otonom.
“Kompleksitas persoalan pendidikan semakin tinggi. Kampus tidak lagi cukup membantu ketika diminta, tetapi harus proaktif mendampingi sekolah, mulai dari pengembangan kurikulum, teknologi informasi, manajemen hingga peningkatan kompetensi guru,” katanya.
Fokus pada Mutu dan Pertumbuhan Sekolah
Muhammadiyah juga menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki sekolah unggulan yang menjadi rujukan bagi sekolah lainnya.
Selain peningkatan kualitas pembelajaran, indikator keberhasilan kepala sekolah juga diukur dari bertambahnya jumlah peserta didik, meningkatnya kepuasan orang tua, hingga terciptanya layanan pendidikan yang semakin baik.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Garut, Drs. Ade Sahrudin, M.Pd., menegaskan pelantikan memiliki arti penting karena menjadi dasar legal bagi kepala sekolah untuk mulai menjalankan tugas dan proses serah terima jabatan.
“Keberhasilan kepala sekolah terlihat ketika mampu membawa perubahan yang lebih baik, mulai dari peningkatan jumlah siswa, kesejahteraan guru, terciptanya lingkungan sekolah yang harmonis, hingga berkembangnya kualitas madrasah dan sekolah,” ujarnya.
Ia berharap para kepala sekolah yang baru dilantik dapat menjalankan amanah secara profesional sehingga mampu mewujudkan sekolah Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, dan semakin dipercaya masyarakat.
Penulis : Soni Tarsoni

















Komentar