Muhammadiyah Garut Dorong Pontren Jadi Pusat Dakwah dan Perkaderan

Senin, 14 September 2026 - 13:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan penguatan peran Pontren dan Ma’had Muhammadiyah Garut, Sabtu 12 September 2026.

Kegiatan penguatan peran Pontren dan Ma’had Muhammadiyah Garut, Sabtu 12 September 2026.

WARTAGARUT.COM – Muhammadiyah Garut mendorong Pontren dan Ma’had Muhammadiyah tidak hanya menjadi tempat pendidikan santri, tetapi juga berperan sebagai pusat dakwah, perkaderan, pembentukan karakter, dan pengembangan keterampilan untuk menghadapi kehidupan masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Garut, Sabtu, 12 September 2026.

Kegiatan tersebut diikuti 10 Pontren atau Ma’had Muhammadiyah Garut. Acara menghadirkan Asep Purnama Bahtiar dari Dewan Pakar LP2 PP Muhammadiyah dan Prof. Dr. Agus Abdul Rohman, M.Psi., Ketua LP2M PW Muhammadiyah Jawa Barat sebagai pemateri.

Menurut Dr. Agus Rahmat Nugraha, Pontren Muhammadiyah memiliki posisi strategis karena dapat menghidupkan konsep tripusat pendidikan yang mencakup sekolah, keluarga, dan masyarakat.

“Pontren sesungguhnya adalah lembaga pendidikan formal, informal dan non formal sekaligus,” ujar Dr. Agus Rahmat Nugraha.

Ia menjelaskan, pendidikan di Pontren Muhammadiyah tidak semestinya hanya berorientasi pada transformasi akademik melalui proses pengajaran. Lebih dari itu, pendidikan harus berlangsung secara holistik dan memiliki keterkaitan dengan kehidupan nyata.

Santri, menurutnya, tidak boleh dipisahkan dari dinamika kehidupan masyarakat. Karena itu, aspek pengasuhan menjadi bagian penting agar seluruh tata kelola Pontren berjalan secara terpadu dalam menjaga nilai aqidah, ibadah, sosial, serta muamalah duniawiyah.

“Santri tidak boleh dibiarkan dipisah dan dijauhkan dengan dunia nyata, mereka harus tetap bisa memahami bagaimana dinamika kehidupan ini berjalan,” katanya.

Baca Juga :  Tiga Santri Murid Al Mashduqi Kindergarten Taklukkan Lintasan di Piala Kadisdik Garut 2026

Dua pilihan bentuk Pontren Muhammadiyah

Dr. Agus Rahmat Nugraha. juga menjelaskan bahwa Pontren Muhammadiyah dapat dikembangkan dalam dua pilihan bentuk sesuai regulasi yang berlaku.

Pertama, pesantren dapat menjadi rumah besar, sementara sekolah atau madrasah menjadi bagian yang melengkapinya. Kedua, sekolah atau madrasah menjadi rumah besar, kemudian pesantren dibentuk sebagai program yang melengkapi sistem pendidikan tersebut.

Menurut Dr. Agus, kedua bentuk tersebut sama-sama tidak boleh berhenti pada pengembangan akademik dan materi kepesantrenan semata.

Soft skill santri juga perlu terus dikembangkan sebagai bekal ketika mereka menyelesaikan pendidikan dan kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Keterampilan tersebut antara lain kepemimpinan, keorganisasian, kerja sama, kewirausahaan, serta keteladanan yang diberikan melalui proses pendidikan sehari-hari.

“Soft skill adalah bagian yang harus senantiasa dihidupkan, seperti keterampilan kepemimpinan, keorganisasiaan, kerja sama, wira usaha, dan berbagai keteladanan terbaik diberikan sebagai bekal santri setelah selesai mondok dan hidup dalam masyarakat yang sesungguhnya,” ujarnya.

Al Islam Kemuhammadiyahan tetap menjadi inti

Di tengah pengembangan berbagai keterampilan tersebut, Agus Rahmat menekankan agar Pontren Muhammadiyah tidak kehilangan identitas utama berupa nilai-nilai Al Islam Kemuhammadiyahan atau ISMUBA.

Menurut dia, seluruh unsur internal Pontren, mulai dari pimpinan, pendidik, tenaga kependidikan hingga pemangku kepentingan internal lainnya, memiliki peran dalam proses pendidikan Al Islam Kemuhammadiyahan.

Baca Juga :  10 Korban Selamat KM Virgo di Garut Terima Bantuan Rp3 Juta

“Inti sistem pontren Muhammadiyah adalah nilai-nilai Al Islam Kemuhammadiyahan atau ISMUBA,” katanya.

Dengan demikian, pendidikan santri tidak hanya diarahkan agar memiliki kemampuan akademik dan keterampilan, tetapi juga memiliki nilai dan karakter yang menjadi bagian dari identitas pendidikan Muhammadiyah.

Tata kelola Pontren perlu profesional

Selain aspek pendidikan, Agus Rahmat menyoroti pentingnya tata kelola Pontren yang modern dan profesional.

Ia menyebut pimpinan Pontren Muhammadiyah perlu memiliki karakter “well organized” dalam menjalankan lembaga dan menghadapi berbagai persoalan.

Ada empat sifat utama yang ditekankan, yaitu memiliki pola pikir positif dalam menghadapi persoalan, bertindak efisien, menaati aturan, serta disiplin.

Empat prinsip tersebut dinilai penting agar pengelolaan Pontren tidak hanya kuat dari sisi pendidikan, tetapi juga memiliki sistem organisasi yang tertata dan profesional.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua PD Muhammadiyah Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., dan ditutup oleh Drs. KH. Subhan Fauzi, SH., MH., selaku Wakil Ketua/Koordinator LP2 PD Muhammadiyah Garut.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan adalah H. Nail Abror, LC., M.Si., yang juga menjabat Ketua LP2 PD Muhammadiyah Garut.

Kehadiran 10 Pontren atau Ma’had Muhammadiyah Garut dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari forum penguatan pengelolaan dan pengembangan pendidikan pesantren di lingkungan Muhammadiyah Garut.

Penulis : Soni Warta Garut

Editor : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Murid MAN 1 Garut Lolos OMI Jabar 2026, Bidik Nasional
7 Atlet Pencak Silat Al Mashduqi IIBS Garut Raih 7 Medali di G.O.S.S 2026
Santri Murid Al Mashduqi IIBS, Muhammad Ghailan Juara 1 Pencak Silat, Orang Tua Dukung Bakatnya
Tiga Santri Murid Al Mashduqi Kindergarten Taklukkan Lintasan di Piala Kadisdik Garut 2026
Hari Kesaktian Pancasila, Kepala MTsN 1 Garut Ajak Rawat Ideologi Bangsa
Ketua PDM Garut: Mahasiswa IMDA Perlu Kenal Muhammadiyah Sejak Awal
PDM Garut Dorong SMAM 1 Lebih Hidupkan Kembali Ciri Khas Kemuhammadiyahan
Upacara Hari Kesaktian Pancasila, SMK Muhammadiyah Garut Tekankan Karakter Siswa

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Dua Murid MAN 1 Garut Lolos OMI Jabar 2026, Bidik Nasional

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:51 WIB

7 Atlet Pencak Silat Al Mashduqi IIBS Garut Raih 7 Medali di G.O.S.S 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Santri Murid Al Mashduqi IIBS, Muhammad Ghailan Juara 1 Pencak Silat, Orang Tua Dukung Bakatnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Tiga Santri Murid Al Mashduqi Kindergarten Taklukkan Lintasan di Piala Kadisdik Garut 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, Kepala MTsN 1 Garut Ajak Rawat Ideologi Bangsa

Berita Terbaru

Persib Bandung mendapat tiket langsung ke perempat final League Cup 2026/2027 setelah pengundian kompetisi pada 7 Oktober 2026. (Dok. Persib)

Olahraga

Persib Langsung ke Perempat Final League Cup 2026/2027

Rabu, 7 Okt 2026 - 20:26 WIB

Persib Bandung bersiap menghadapi Port FC pada laga perdana ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/2027 di Thailand, Kamis, 8 Oktober 2026. (Foto: persib.co.id)

Olahraga

Persib vs Port FC: Luka Menalo Siap Buru 3 Poin

Rabu, 7 Okt 2026 - 18:50 WIB