WARTAGARUT.COM – Raisya Fakhira, santri murid MA Unggulan Al Mashduqi IIBS Garut, meraih prestasi pada Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 bidang Fisika tingkat Kabupaten Garut dan melaju ke tingkat Provinsi Jawa Barat.
Raisya merupakan santri murid Grade 5/XI Cluster Al-Azhar, program pembelajaran yang memfasilitasi santri murid dengan orientasi pendidikan ke Al-Azhar serta perguruan tinggi dan institusi pendidikan lainnya di kawasan Timur Tengah.

Di tengah program pendidikan tersebut, Raisya juga mengembangkan ketertarikannya pada bidang sains, khususnya Fisika. Minat itu kemudian membawanya mengikuti OMI 2026 bidang Fisika.
Bagi Raisya, Fisika menarik karena berkaitan dengan proses memahami konsep, berpikir logis, serta menyelesaikan persoalan.
Minat tersebut menjadi salah satu bidang akademik yang terus dikembangkannya selama menempuh pendidikan di MA Unggulan Al Mashduqi IIBS Garut.
Raih prestasi di OMI Garut
Capaian Raisya pada OMI 2026 tingkat Kabupaten Garut menjadi langkah berikutnya dalam perjalanan kompetisinya. Prestasi tersebut sekaligus mengantarkannya untuk mewakili Kabupaten Garut pada OMI tingkat Provinsi Jawa Barat.
OMI 2026 bidang Sains memang diselenggarakan secara berjenjang. Untuk jenjang MA/SMA sederajat, Fisika Terintegrasi menjadi salah satu bidang yang dipertandingkan bersama Matematika, Biologi, Kimia, Ekonomi dan Geografi Terintegrasi.
Berdasarkan jadwal OMI 2026, pelaksanaan tingkat Kabupaten/Kota berlangsung pada 7–8 September, sedangkan pengumuman tingkat Kabupaten/Kota dijadwalkan pada 12 September. Tahap provinsi dijadwalkan berlangsung pada 5–6 Oktober 2026.
Potensi santri di bidang sains
Kepala Sekolah MA Unggulan Al Mashduqi IIBS Garut sekaligus Wakil Direktur 1 Al Mashduqi Islamic School Garut, Ustaz Ikmal Al Hudawi, Lc., M.Pd., Gr., mengapresiasi capaian Raisya pada OMI 2026 bidang Fisika.
Menurut ustaz Ikmal, prestasi tersebut menunjukkan bahwa santri murid memiliki potensi yang beragam sehingga perlu memperoleh ruang untuk berkembang sesuai minat dan kemampuannya.
“Capaian Raisya di bidang Fisika menunjukkan bahwa santri murid memiliki potensi yang beragam. Tugas pendidikan adalah memberikan ruang agar setiap potensi tersebut dapat berkembang, baik dalam bidang keagamaan, bahasa, sains, maupun bidang lainnya,” ujar Ustaz Ikmal.
Ia menilai orientasi pendidikan yang dijalani Raisya melalui Cluster Al-Azhar dapat berjalan berdampingan dengan pengembangan minat di bidang lain, termasuk sains.
Target pendidikan ke Timur Tengah
Selain mengembangkan kemampuan di bidang Fisika, Raisya juga memiliki rencana melanjutkan pendidikan tinggi di kawasan Timur Tengah.
Dalam rencana studinya, Al-Azhar University, Cairo, Mesir, menjadi pilihan pertama. Sementara Princess Nourah bint Abdulrahman University (PNU), Riyadh, Arab Saudi, menjadi pilihan berikutnya.
Rencana tersebut sejalan dengan orientasi pendidikan yang dijalani Raisya melalui Cluster Al-Azhar. Pada saat yang sama, minat terhadap Fisika terus dikembangkan selama menempuh pendidikan di MA Unggulan Al Mashduqi IIBS Garut.
Lanjut ke tingkat Jawa Barat
Raisya selanjutnya akan mengikuti OMI 2026 tingkat Provinsi Jawa Barat sebagai perwakilan Kabupaten Garut pada bidang Fisika.
Bagi MA Unggulan Al Mashduqi IIBS Garut, capaian tersebut menjadi tambahan catatan prestasi akademik sekaligus menunjukkan adanya pengembangan potensi santri murid di bidang sains.
Perjalanan Raisya kini berlanjut ke tingkat provinsi. Persaingan berikutnya akan menjadi kesempatan baginya untuk kembali menguji kemampuan Fisika sekaligus membawa nama Kabupaten Garut di ajang OMI 2026 tingkat Jawa Barat.

















Komentar