WARTAGARUT.COM – Santri murid MA Unggulan Al Mashduqi IIBS Garut, Alya Khalifa Nur Sya’bani, lolos seleksi nasional Indonesian Student Leadership Camp (ISLC) 2026 dan terpilih mewakili Provinsi Jawa Barat dalam program kepemimpinan pelajar di Universitas Indonesia.
Alya akan mengikuti rangkaian pelatihan kepemimpinan bersama 100 ketua OSIS terpilih pada 17–21 Oktober 2026 di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat.

Alya saat ini duduk di Grade 6/XII MA Unggulan Al Mashduqi IIBS Garut Cluster Al Azhar. Ia telah menjadi santri murid Al Mashduqi sejak jenjang SMP.
Alya wakili Jawa Barat di ISLC 2026
Keikutsertaan Alya menempatkannya dalam ruang belajar kepemimpinan yang mempertemukan pelajar terpilih dari berbagai daerah.
ISLC dikenal sebagai program yang menghimpun 100 pemimpin OSIS atau pelajar terpilih untuk mengikuti rangkaian pengembangan kepemimpinan.
Pada penyelenggaraan sebelumnya, peserta juga mendapatkan pengalaman melalui kegiatan kepemimpinan, diskusi, jejaring, serta agenda institusional.
Untuk ISLC 2026, Alya dijadwalkan mengikuti kegiatan selama lima hari di lingkungan Universitas Indonesia pada 17–21 Oktober.
Kesempatan tersebut akan menjadi ruang bagi Alya untuk bertemu dengan pelajar dari berbagai daerah sekaligus memperluas pengalaman dalam bidang kepemimpinan dan organisasi.
Pengalaman organisasi Alya
Capaian tersebut tidak terlepas dari pengalaman Alya dalam berbagai kegiatan organisasi di lingkungan Al Mashduqi.
Ia pernah menjadi Kader Program Adiwiyata Al Mashduqi dan aktif dalam Badan Eksekutif Santri Terpadu (BEST) Al Mashduqi. Pada periode 2025–2026, Alya dipercaya sebagai Wakil Presiden BEST.
Alya juga menjadi Language Ambassador dalam Program Departemen Pembinaan dan Pengembangan Bahasa International Al Mashduqi.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses yang membentuk keterlibatannya dalam berbagai kegiatan kepemimpinan sebelum mengikuti seleksi ISLC 2026.
Kepemimpinan sebagai proses
Program kepemimpinan tersebut sejalan dengan salah satu program unggulan Al Mashduqi IIBS Garut dalam Program Pendidikan Berkelanjutan 6 Tahun tingkat SLTP–SLTA atau Kelas I–VI, yakni Leadership & Character Building based on Living Value Education.
Melalui program tersebut, pembentukan karakter dan kepemimpinan ditempatkan sebagai bagian dari proses pendidikan santri murid yang berlangsung secara berkelanjutan.
Bagi Alya, ketertarikannya terhadap kepemimpinan juga memiliki cerita yang berkaitan dengan makna namanya.
“Ada kalanya, sebuah nama baru menemukan maknanya setelah seseorang bertumbuh. Ada pula yang mengatakan bahwa ‘nama adalah doa’. Saya Alya Khalifa Nursya’bani. Berdasarkan penuturan orang tua, khalifa berarti pemimpin, dan nur berarti cahaya. Siapa sangka ternyata dari sanalah ketertarikan saya terhadap isu kepemimpinan bermula,” ujar Alya.
Al Mashduqi apresiasi capaian Alya
Ketua MA Unggulan Al Mashduqi IIBS Garut sekaligus Wakil Direktur I Al Mashduqi Islamic School Garut, Ustaz Ikmal Al Hudawi, Lc., M.Pd., Gr., mengapresiasi terpilihnya Alya dalam ISLC 2026.
Menurutnya, pengalaman Alya dalam organisasi menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan kepemimpinan yang terus dibangun di lingkungan Al Mashduqi.
“Kami melihat kepemimpinan sebagai proses yang perlu dibangun secara berkelanjutan. Karena itu, pengalaman Alya dalam organisasi menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter dan kepemimpinannya. Terpilihnya Alya dalam ISLC 2026 kami harapkan menjadi ruang belajar baru untuk memperluas wawasan, pengalaman, dan jejaringnya,” ungkap Ustaz Ikmal.
Punya rekam prestasi nasional
Selain pengalaman organisasi, Alya juga memiliki sejumlah prestasi di bidang akademik dan kegiatan siswa.
Di antaranya, ia meraih Medali Emas Olimpiade Bahasa Arab Kejuaraan Sains Nasional (KSN) tingkat nasional tahun 2025.
Alya juga meraih Medali Perunggu Biologi Olimpiade Sains Quartal Indonesia (OSQI) tingkat nasional tahun 2023, serta sejumlah prestasi dalam kompetisi pramuka dan Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB) tingkat Jawa Barat.
Dengan pengalaman tersebut, keikutsertaan dalam ISLC 2026 menjadi tahap baru bagi Alya untuk membawa pengalaman organisasi dan kepemimpinan dari lingkungan Al Mashduqi ke forum pelajar tingkat nasional.
Bagi Alya, momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan dan jejaring bersama pelajar dari berbagai daerah.
Sementara bagi lingkungan pendidikan Al Mashduqi IIBS Garut, terpilihnya Alya menjadi bagian dari perjalanan pembinaan karakter dan kepemimpinan santri murid yang berlangsung melalui pengalaman akademik, organisasi, dan berbagai kegiatan pengembangan diri.

















Komentar