Ketua PDM Garut: Sekolah Muhammadiyah Harus Berubah atau Pelan-Pelan Mati

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PDM Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, menyampaikan arahan saat Pelantikan Kepala Sekolah dan Madrasah di lingkungan Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Garut di Gedung Dakwah Muhammadiyah Garut, Selasa, 4 Agustus 2026

Ketua PDM Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, menyampaikan arahan saat Pelantikan Kepala Sekolah dan Madrasah di lingkungan Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Garut di Gedung Dakwah Muhammadiyah Garut, Selasa, 4 Agustus 2026

WARTAGARUT.COM – Sekolah Muhammadiyah tidak cukup hanya mempertahankan tradisi panjang di dunia pendidikan.

Di tengah persaingan yang semakin ketat, setiap sekolah dituntut terus berinovasi agar tetap menjadi pilihan masyarakat.

Pesan itu disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., M.Pd., saat melantik kepala sekolah dan madrasah di lingkungan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PDM Garut di Gedung Dakwah Muhammadiyah Garut, Selasa (4/8/2026).

Menurut  Dr Agus, pelantikan bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk membawa perubahan nyata di masing-masing satuan pendidikan.

“Kepala sekolah yang dilantik hari ini harus menjadi barometer perubahan. Kalau sekolah tidak berubah, pelan-pelan akan kehilangan daya saing,” ujarnya.

Ia menilai tantangan pendidikan saat ini berkembang jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Karena itu, kepala sekolah dituntut memiliki keberanian berinovasi, kemampuan beradaptasi, serta ketahanan dalam menghadapi perubahan.

Waktu Tidak Bisa Ditunggu

Agus mengingatkan, para kepala sekolah tidak memiliki waktu panjang untuk menyesuaikan diri setelah dilantik. Langkah-langkah strategis harus segera dilakukan sejak hari pertama menjabat.

Baca Juga :  Evaluasi Disiplin ASN Garut Diperketat demi Tingkatkan Pelayanan Publik

“Waktu kita tidak panjang. Tantangan ke depan justru semakin berat. Karena itu tidak ada lagi ruang untuk leha-leha. Mulailah berlari sejak hari ini,” katanya.

Ia berharap setiap kepala sekolah mampu membangun budaya kerja yang produktif, memanfaatkan setiap peluang yang ada, sekaligus menghadirkan inovasi yang berdampak terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Fokus Membangun Mutu Sekolah

Selain inovasi, Agus juga mengingatkan agar kepala sekolah tidak terjebak mengurus seluruh persoalan organisasi. Menurutnya, setiap unsur di Muhammadiyah telah memiliki peran masing-masing sehingga kepala sekolah perlu fokus pada tugas utamanya sebagai pemimpin pendidikan.

“Kepala sekolah tidak harus mengerjakan semuanya. Fokuslah pada bagaimana sekolah berkembang, mutu meningkat, dan peserta didik mendapatkan layanan pendidikan terbaik,” tuturnya.

Pendekatan tersebut dinilai akan membuat pengelolaan sekolah lebih efektif karena setiap pihak bekerja sesuai fungsi dan tanggung jawabnya.

Pendidikan Harus Menjangkau Semua Kalangan

Dalam kesempatan itu, Agus menegaskan Muhammadiyah Garut tetap berkomitmen membuka akses pendidikan bagi masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.

Ia mendorong sekolah-sekolah Muhammadiyah membangun semangat subsidi silang serta aktif mencari berbagai sumber daya yang dapat membantu peserta didik memperoleh pendidikan dengan biaya yang lebih terjangkau.

Baca Juga :  Jadwal Persib vs Persija Piala Presiden 2026, Prediksi Skor dan Susunan Pemain Terbaru

“Kita ingin sekolah Muhammadiyah tetap terbuka bagi semua. Jangan sampai ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena persoalan biaya,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan sekolah Muhammadiyah bukan hanya mencetak lulusan berprestasi, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Perkuat Identitas Sekolah Muhammadiyah

Dr Agus menilai keunggulan sekolah Muhammadiyah terletak pada identitas pendidikannya yang tidak dimiliki semua lembaga.

Karena itu, penguatan kurikulum ISMUBA (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab), disertai peningkatan kemampuan Bahasa Inggris, harus terus menjadi prioritas agar sekolah Muhammadiyah memiliki karakter dan daya saing yang berbeda.

“Kalau kita menawarkan hal yang sama dengan sekolah lain, tentu persaingannya akan semakin berat. Identitas Muhammadiyah harus menjadi kekuatan yang terus diperkuat,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, tetapi bergantung pada kesungguhan para guru dalam menjalankan profesinya.

“Menjadi pendidik bukan sekadar pekerjaan. Ini bagian dari dakwah dan pengabdian. Kalau dijalankan dengan sungguh-sungguh, insyaallah kualitas pendidikan akan ikut meningkat,” pungkas Dr Agus.***

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penanggung Jawab DOM Garut Ingatkan Cabang yang Belum Masuk SatuMu Bisa Kurangi Kuota Muktamar
Ketua Muhammadiyah Garut Beberkan Alasan SatuMu Jadi Prioritas Tahun Ini
Ketua PDM Garut: Milad ke-63 Tapak Suci Momentum Perkuat Karakter
Pendidikan Bela Negara IKKHG Garut Perkuat Karakter Calon Nakes
Subhan Fahmi Beri Dukungan Khusus untuk Pramuka Garut, Ini Alasannya
SMK Muhammadiyah Garut Perkuat Sinergi dengan Orang Tua, Siswa Baru Naik di Tengah Persaingan
STAI Al-Musaddadiyah Garut Bahas Kurikulum Baru, Ada Target Besar di Baliknya
UNIGA Mulai Go International, Ada Program yang Sudah Direalisasikan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Ketua PDM Garut: Sekolah Muhammadiyah Harus Berubah atau Pelan-Pelan Mati

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:17 WIB

Penanggung Jawab DOM Garut Ingatkan Cabang yang Belum Masuk SatuMu Bisa Kurangi Kuota Muktamar

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Ketua Muhammadiyah Garut Beberkan Alasan SatuMu Jadi Prioritas Tahun Ini

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:21 WIB

Ketua PDM Garut: Milad ke-63 Tapak Suci Momentum Perkuat Karakter

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:21 WIB

Pendidikan Bela Negara IKKHG Garut Perkuat Karakter Calon Nakes

Berita Terbaru