WARTAGARUT.COM – Milad ke-63 Tapak Suci Putera Muhammadiyah menjadi momentum memperkuat pembinaan karakter, prestasi, dan dakwah melalui seni bela diri.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Berakar Tradisi Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri dan Mendunia” yang menegaskan pentingnya menjaga nilai luhur di tengah perkembangan zaman.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut adalah Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar Tapak Suci Putera Muhammadiyah atas perjalanan organisasi yang telah memasuki usia ke-63 tahun.
Menurutnya, Tapak Suci bukan sekadar perguruan bela diri, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, akhlak, disiplin, dan kepemimpinan bagi generasi muda.
“Selamat Milad ke-63 Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Semoga Tapak Suci terus menjadi kawah candradimuka yang melahirkan kader-kader berakhlak mulia, berprestasi, serta mampu membawa nama baik bangsa dan Persyarikatan Muhammadiyah hingga tingkat dunia,” ujar Dr. Agus Rahmat Nugraha.
Ia menilai tema “Berakar Tradisi Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri dan Mendunia” mencerminkan arah pengembangan organisasi yang tetap berpegang pada nilai-nilai Islam, sekaligus terbuka terhadap inovasi, profesionalisme, dan kemajuan.
“Kemajuan organisasi tidak boleh membuat kita kehilangan jati diri. Justru nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, dan persaudaraan harus menjadi fondasi dalam setiap langkah Tapak Suci menghadapi tantangan zaman,” katanya.
Tapak Suci Putera Muhammadiyah Perkuat Karakter Generasi Muda
Dr. Agus Rahmat Nugraha berharap Milad ke-63 menjadi momentum memperkuat pembinaan atlet, pelatih, dan kader sehingga Tapak Suci semakin berkontribusi dalam mencetak generasi yang sehat, tangguh, serta memiliki integritas tinggi.
Ia juga mengajak seluruh anggota Tapak Suci untuk terus berlatih, meningkatkan kompetensi, dan menjaga semangat persaudaraan sesuai nilai-nilai yang diwariskan organisasi.
“Teruslah berlatih, terus menginspirasi, dan jadikan setiap prestasi sebagai jalan dakwah yang membawa manfaat bagi masyarakat. Tapak Suci harus hadir sebagai organisasi yang membangun manusia, bukan hanya melahirkan juara di arena pertandingan,” ungkapnya.
Menurutnya, keberlanjutan nilai di era modern menjadi tantangan sekaligus peluang agar Tapak Suci mampu berkembang menjadi organisasi yang adaptif terhadap perubahan tanpa meninggalkan identitasnya.
Dengan semangat Milad ke-63, Tapak Suci Putera Muhammadiyah diharapkan terus memperkuat kiprahnya dalam pembinaan generasi muda, mengembangkan prestasi olahraga bela diri, serta memperluas kontribusi bagi pendidikan karakter dan kemajuan bangsa.***
Penulis : Soni Tarsoni

















Komentar