WARTAGARUT.COM – Sebanyak 23 warga Garut menjadi bagian dari korban Kapal Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Dari jumlah tersebut, 11 orang masih dalam pencarian.
Perkembangan sementara pada Senin, 14 September 2026, menunjukkan operasi pencarian korban Kapal Virgo Transport 8 masih berlangsung.

Secara keseluruhan, kapal tersebut membawa 243 orang, dengan 108 orang telah diselamatkan dan enam orang dinyatakan meninggal dunia. Sebanyak 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
Kapal Virgo Transport 8 dilaporkan mengalami kondisi darurat setelah menghadapi cuaca buruk di perairan Laut Jawa
. Kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin itu kemudian ditemukan dalam kondisi terbalik.
Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan dengan mengerahkan unsur laut dan udara. Operasi juga diperkuat lebih dari 600 personel untuk menyisir wilayah sekitar lokasi kejadian.
23 Warga Garut Jadi Korban
Di tengah operasi pencarian tersebut, Pemerintah Kabupaten Garut melakukan pendataan terhadap warga Garut yang berada di dalam kapal.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun Pemkab Garut, terdapat 23 warga Garut yang menjadi korban insiden Kapal Virgo Transport 8.
Sebanyak 11 orang dinyatakan selamat, satu orang meninggal dunia, sedangkan 11 lainnya masih dalam pencarian.
Kondisi tersebut membuat perhatian pemerintah daerah tidak hanya tertuju pada proses pencarian di lokasi kejadian, tetapi juga pada pendampingan keluarga korban di Garut.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mendatangi keluarga korban di halaman Masjid Al-Hasbi, Kecamatan Karangpawitan, Senin (14/9/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan dukungan moril sekaligus memastikan proses pendataan dan identifikasi warga Garut yang menjadi korban dapat segera ditangani.
“Ya pertama adalah supaya bisa segera diidentifikasi keluarga korban yang berasal dari Garut. Yang kedua juga mereka sangat berharap bahwa korban yang meninggal itu bisa dibawa kembali ke Kabupaten Garut,” ucap Abdusy Syakur Amin.
Pemkab Garut Koordinasi dengan Basarnas
Abdusy Syakur mengatakan Pemerintah Kabupaten Garut akan berkoordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait untuk membantu proses evakuasi serta penanganan korban.
“Saya sampaikan bahwa kita akan mengupayakan itu semaksimal mungkin, supaya nanti juga dilihat koordinasi dengan Basarnas di sana,” lanjutnya.
Pemkab Garut juga menyiapkan koordinasi administratif dan lintas wilayah karena lokasi kecelakaan berada di perairan Laut Jawa, sementara keluarga korban berada di Garut.
“Kita akan koordinasi karena juga kan lokasinya ada di tengah-tengah, kita juga paling kita kirim ke Surabaya atau ke Banjarmasin,” pungkasnya.
Pencarian 129 Korban Terus Dilakukan
Secara nasional, operasi SAR masih difokuskan pada 129 orang yang belum ditemukan.
Basarnas memperkuat pencarian dengan unsur laut dan udara. Tim penyelam dan perangkat pencarian bawah air juga disiapkan untuk membantu pencarian di sekitar kapal yang ditemukan dalam kondisi terbalik. Kondisi laut yang masih berat menjadi salah satu tantangan dalam operasi.
Sementara itu, Posko Darurat Penanganan Kapal Virgo Transport 8 didirikan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk menjadi pusat koordinasi penanganan korban, operasi pencarian, serta komunikasi dengan keluarga.
Bagi keluarga korban asal Garut, perkembangan pencarian tersebut menjadi penantian penting, terutama bagi 11 warga yang hingga Senin masih belum ditemukan.
Pemerintah daerah bersama keluarga korban kini menunggu perkembangan operasi SAR sekaligus memastikan setiap informasi mengenai warga Garut yang berada dalam daftar korban dapat diverifikasi dan ditangani.
Penulis : Soni Warta Garut
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar