WARTAGARUT.COM – Doa tolak bala menjadi salah satu bentuk ikhtiar batin umat Muslim untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai bahaya, musibah, penyakit, kesengsaraan, maupun keadaan yang tidak diinginkan.
Salah satu bacaan yang cukup ringkas dan bersumber dari hadis Nabi Muhammad SAW adalah doa yang memohon perlindungan dari beratnya cobaan, kesengsaraan, takdir buruk, serta keadaan yang dapat menjadi bahan kegembiraan bagi musuh.
Doa tersebut dapat diamalkan sebagai bagian dari ibadah dan permohonan seorang Muslim kepada Allah SWT. Berikut bacaan doa tolak bala yang dapat dipelajari.
Doa Tolak Bala Pendek
Bacaan doa tersebut dalam bahasa Arab adalah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ
Bacaan Latin
Allahumma innii a’uudzu bika min jahdil-balaa’i, wa darakisy-syaqaa’i, wa suu’il-qadhaa’i, wa syamaatatil-a’daa’i.
Artinya
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari beratnya cobaan, kesengsaraan yang amat berat, takdir yang buruk, dan kegembiraan musuh atas kekalahanku.”
Doa tersebut berisi permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari kondisi yang berat dan berbagai keadaan buruk yang dapat menimpa seseorang.
Karena itu, bacaan ini dapat menjadi salah satu doa yang diamalkan seorang Muslim dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk pengharapan kepada Allah SWT.
Doa Perlindungan dari Bahaya
Selain doa tersebut, terdapat pula bacaan perlindungan yang populer diamalkan pada pagi dan petang.
Salah satunya adalah:
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil-ardhi wa laa fis-samaa’i wa huwas-samii’ul-‘aliim.
Secara umum, bacaan tersebut merupakan permohonan perlindungan dengan nama Allah SWT dari berbagai bahaya yang ada di bumi maupun di langit.
Doa perlindungan seperti ini dapat menjadi bagian dari amalan seorang Muslim, terutama ketika seseorang ingin memohon keselamatan dan ketenteraman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Doa dan Ikhtiar Berjalan Bersama
Membaca doa merupakan bentuk ikhtiar batin. Namun, doa tidak berarti menghilangkan kewajiban manusia untuk melakukan usaha nyata dalam menghadapi risiko atau persoalan kehidupan.
Ketika menghadapi bencana, misalnya, ikhtiar dapat dilakukan dengan mengikuti informasi resmi, menjaga lingkungan, mematuhi aturan keselamatan, serta melakukan langkah pencegahan yang diperlukan.
Dengan demikian, doa menjadi bagian dari upaya seorang Muslim untuk memohon pertolongan Allah SWT, sementara ikhtiar dilakukan melalui tindakan nyata sesuai kondisi yang dihadapi.
Amalan Pendukung
Selain berdoa, sejumlah amalan keagamaan juga umum dilakukan umat Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Di antaranya adalah memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur’an, berselawat, serta bersedekah.
Amalan tersebut pada dasarnya merupakan bagian dari ibadah dan upaya seorang Muslim untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Istighfar dilakukan sebagai bentuk permohonan ampun. Membaca Al-Qur’an dan berselawat dapat menjadi bagian dari ibadah sehari-hari, sedangkan sedekah merupakan bentuk kepedulian kepada sesama.
Doa Bukan Sekadar Bacaan
Doa tolak bala pada akhirnya bukan hanya tentang menghafalkan rangkaian kalimat, tetapi juga menyadari bahwa manusia memiliki keterbatasan dan membutuhkan pertolongan Allah SWT.
Dalam menghadapi berbagai ketidakpastian kehidupan, seorang Muslim dapat menggabungkan doa dengan ikhtiar yang bertanggung jawab.
Dengan cara tersebut, doa menjadi bagian dari upaya menjaga ketenangan batin sekaligus mendorong seseorang untuk tetap berhati-hati dan melakukan langkah nyata dalam menghadapi berbagai kemungkinan.
Penulis : son
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar