WARTAGARUT.COM – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut mempercepat integrasi data organisasi melalui aplikasi SatuMu karena validitas data cabang dan ranting akan menentukan kuota utusan pada Muktamar Muhammadiyah mendatang.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Bimbingan Teknis (BIMTEK) SatuMu Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Kabupaten Garut Region 1 yang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Garut, Sabtu (1/8/2026).
Penanggung Jawab Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM) Garut, Yan Yan Hermawan, S.Pd.I., mengatakan pelaksanaan BIMTEK merupakan tindak lanjut target yang ditetapkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk membangun basis data organisasi yang valid dan terintegrasi.
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk memenuhi target Pimpinan Pusat Muhammadiyah terkait pentingnya data organisasi yang konkret dan benar-benar sesuai kondisi riil di lapangan,” ujarnya.
Menurut Yan Yan, luasnya wilayah Kabupaten Garut membuat pelaksanaan BIMTEK dibagi menjadi tiga region agar seluruh cabang dan ranting dapat mengikuti pendampingan secara optimal.
Region pertama dilaksanakan pada 1 Agustus 2026 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Garut. Selanjutnya Region 2 akan berlangsung pada 8 Agustus 2026 untuk wilayah selatan seperti Pameungpeuk, Cibalong, Cikelet, Cisompet dan sekitarnya.
Sementara Region 3 dijadwalkan untuk wilayah utara meliputi Cibiuk, Limbangan, Selaawi dan daerah sekitar.
Data Digital Menentukan Kuota Muktamar
Yan Yan menjelaskan, validitas data organisasi kini memiliki konsekuensi strategis karena menjadi salah satu dasar penentuan jumlah utusan setiap daerah pada Muktamar Muhammadiyah.
Bahkan, menurutnya, cabang atau ranting yang belum tercatat dalam sistem digital berpotensi tidak masuk dalam perhitungan organisasi.
“Sekalipun cabang itu sudah puluhan tahun berdiri, kalau datanya tidak terdeteksi di SatuMu atau MASA (Muhammadiyah Aisyiyah Super Apps), maka tidak dihitung. Dampaknya bisa mengurangi kuota utusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah pada Muktamar,” tegasnya.
Karena itu, PDM Garut menargetkan setiap cabang dan ranting memiliki minimal satu agen dan satu verifikator yang bertugas mengelola data keanggotaan sekaligus memperbarui informasi organisasi secara berkala.
Saat ini Muhammadiyah Garut tercatat memiliki 39 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan 233 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM). Seluruhnya didorong segera terintegrasi dalam aplikasi SatuMu.
“Apakah seluruh cabang dan ranting itu sudah benar-benar masuk ke dalam SatuMu, itu yang akan kita pastikan melalui BIMTEK ini,” kata Yan Yan.
Aplikasi MASA Dukung Integrasi Keanggotaan
Selain memperkuat data organisasi, BIMTEK juga mengenalkan penggunaan aplikasi MASA untuk mengintegrasikan kartu anggota reguler menjadi kartu elektronik (EKTA).
Menurut Yan Yan, aplikasi tersebut juga mendukung pengelolaan administrasi keanggotaan, termasuk data iuran anggota sebagai bagian dari penguatan tata kelola organisasi berbasis digital.
“Hari ini kita akan menentukan semuanya melalui aplikasi MASA, termasuk proses integrasi kartu anggota reguler menjadi kartu elektronik. Ini menjadi bagian penting dalam pembaruan sistem keanggotaan Muhammadiyah,” ujarnya.
Melalui percepatan digitalisasi ini, PDM Garut berharap seluruh data cabang, ranting, dan anggota tersusun lebih akurat sehingga mendukung konsolidasi organisasi sekaligus memastikan representasi Muhammadiyah Garut pada Muktamar berjalan sesuai ketentuan.
Penulis : Soni Tarsoni


















Komentar