Muhammadiyah Garut Bahas Tafsir Peradaban, Dorong Al-Qur’an Jadi Panduan Hidup

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua PDM Kabupaten Garut Drs. KH. Asep Zakaria saat membuka Halaqah Tarjih VI Qur’an Mapping Tafsir Peradaban di Gedung Dakwah Muhammadiyah Garut, Kamis (13/8/2026).

Wakil Ketua PDM Kabupaten Garut Drs. KH. Asep Zakaria saat membuka Halaqah Tarjih VI Qur’an Mapping Tafsir Peradaban di Gedung Dakwah Muhammadiyah Garut, Kamis (13/8/2026).

WARTAGARUT.COM – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Garut mendorong pemahaman Al-Qur’an tidak berhenti pada kajian, tetapi dapat diterjemahkan menjadi wawasan dan panduan dalam kehidupan masyarakat.

Hal tersebut menjadi salah satu pesan dalam Halaqah Tarjih VI Qur’an Mapping Tafsir Peradaban yang digelar Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Kabupaten Garut di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Kamis (13/8/2026).

Wakil Ketua PDM Kabupaten Garut, Drs. KH. Asep Zakaria, Lc., M.Si., mengatakan halaqah tersebut menjadi bagian dari upaya menyosialisasikan keputusan dan wawasan keilmuan Majelis Tarjih agar dapat dipahami lebih luas oleh masyarakat Muhammadiyah.

Menurut KH Asep, penyebaran wawasan tersebut tidak seharusnya berhenti di tingkat pusat, wilayah, maupun daerah.

Pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tarjih perlu diteruskan hingga tingkat ranting.

“Halaqah Tarjih VI ini adalah mensosialisasikan keputusan-keputusan yang berhubungan dengan peribadatan khususnya atau wawasan-wawasan lain, keilmuan, agar bisa diserap oleh masyarakat Muhammadiyah secara luas,” ujar KH Asep Zakaria.

Tafsir Peradaban Dinilai Penting untuk Memahami Al-Qur’an

KH. Asep menjelaskan, pembahasan Tafsir Peradaban memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat untuk memahami kandungan Al-Qur’an secara lebih mudah dan sistematis.

Menurutnya, Al-Qur’an sebagai sumber hukum perlu didalami dan dipelajari agar kandungannya tidak hanya diketahui, tetapi juga dapat dipahami dan dilaksanakan dalam kehidupan.

Ia menilai proses memahami kandungan Al-Qur’an tidak selalu sederhana.

Karena itu, pendekatan Qur’an Mapping menjadi salah satu cara untuk membantu melihat kandungan Al-Qur’an secara lebih terstruktur.

“Dengan adanya tafsir peradaban ini, masyarakat bisa lebih menyerap panduan Al-Quran, bisa lebih memahami, bisa lebih bersemangat untuk mengeksekusi Al-Quran atau tafsir Al-Quran atau wawasan keilmuan dalam Al-Quran sehingga menjadi Al-Quran itu panduan dalam kehidupan,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Garut Siapkan Sistem Digital Pantau Absensi Siswa, Cegah ATS

Bagi KH Asep Zakaria, kedekatan dengan Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim.

Namun, kedekatan tersebut perlu dibarengi dengan kemampuan memahami kandungan yang ada di dalamnya.

Karena itu, kajian yang membahas Al-Qur’an secara lebih mendalam dinilai penting untuk membantu masyarakat memperoleh pemahaman yang dapat diterapkan.

Bukan Sekadar Kajian, tetapi Memberikan Pencerahan

KH Asep Zakaria mengatakan tafsir seharusnya memberikan pencerahan, edukasi, dan wawasan kepada masyarakat.

Dengan pemahaman yang lebih mudah diserap, ia berharap wawasan keilmuan dari kegiatan tersebut dapat terlihat dalam kehidupan dan aktivitas masyarakat.

“Bahwa yang berhubungan dengan tafsir itu kan harus memberikan pencerahan. Jadi dengan ada tafsir Al-Quran itu pada intinya, pada betul memberikan pencerahan, memberikan edukasi, memberikan wawasan,” ungkapnya.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena hasil kajian keilmuan tidak cukup hanya tersimpan sebagai pengetahuan pribadi peserta.

Ada tanggung jawab untuk meneruskannya kepada lingkungan masing-masing.

Peran Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah

Dalam konteks Muhammadiyah, KH Asep Zakaria menilai Majelis Tarjih dan Tajdid memiliki peran penting dalam memperdalam kajian yang berkaitan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Ia menjelaskan bahwa landasan Muhammadiyah adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Karena itu, pemahaman terhadap kedua sumber tersebut perlu terus diperkuat melalui berbagai forum keilmuan.

Baca Juga :  Porseni Madrasah Garut 2026 Diikuti 1.261 Peserta, Target Juara Umum

Menurutnya, kajian, halaqah, pengajian, dan pertemuan keilmuan menjadi sarana untuk memperdalam sekaligus menyebarkan pemahaman tersebut kepada anggota Muhammadiyah.

“Makanya tatkala Muhammadiyah punya komitmen bahwa Al-Quran berpijak pada Al-Quran dan Sunnah, itu harus diperdalam. Itu harus breakdown sehingga bisa diserap dengan baik dan secara utuh,” ujarnya.

Dengan demikian, Halaqah Tarjih tidak hanya ditempatkan sebagai forum pertemuan, tetapi juga sebagai bagian dari proses transformasi pengetahuan keagamaan di lingkungan Muhammadiyah.

Hasil Halaqah Diharapkan Sampai ke Ranting

KH Asep menegaskan, salah satu harapan utama dari Halaqah Tarjih VI adalah agar ilmu yang diperoleh peserta dapat diteruskan kepada masyarakat Muhammadiyah di tingkat yang lebih bawah.

Para peserta yang datang dari berbagai unsur diharapkan tidak hanya membawa pulang pengetahuan untuk kepentingan pribadi.

“Harapan halaqah ini tidak sampai hanya di ruangan saja, tapi hasil halaqah ini menyebarkan oleh masyarakat Muhammadiyah di tingkat lebih bawah lagi,” kata KH Asep.

Ia menilai akan sangat disayangkan apabila peserta yang telah mengikuti kegiatan hanya menyerap ilmu untuk dirinya sendiri.

Karena itu, pengetahuan mengenai Qur’an Mapping, Tafsir Peradaban, maupun wawasan keilmuan lainnya diharapkan dapat ditransformasikan kembali melalui pengajian dan aktivitas Muhammadiyah di tingkat ranting.

Dengan pola tersebut, hasil kajian Majelis Tarjih dan Tajdid diharapkan tidak berhenti sebagai keputusan atau materi di tingkat organisasi, tetapi dapat dipahami dan dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat Muhammadiyah di Garut.***

Penulis : Soni

Editor : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Doa Tolak Bala Lengkap, Arab, Latin, dan Artinya
Penanggung Jawab DOM Garut Ingatkan Cabang yang Belum Masuk SatuMu Bisa Kurangi Kuota Muktamar
Ketua Muhammadiyah Garut Beberkan Alasan SatuMu Jadi Prioritas Tahun Ini
Ketua PDM Garut: Milad ke-63 Tapak Suci Momentum Perkuat Karakter
Niat Puasa Tasu’a dan Asyura 2026 Lengkap Arab, Latin, Arti serta Jadwal Pelaksanaannya
Milad ke-109 Aisyiyah Jawa Barat Dipusatkan di Garut, Ketua PWA Ungkap Alasan dan Capaian Besar Organisasi
Ketua PDM Garut Ungkap Alasan Aisyiyah Jadi Kebanggaan Muhammadiyah
Ketua MUI Banyuresmi Ajak Perkuat Ukhuwah di Tahun Baru Islam 1448 H

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Muhammadiyah Garut Bahas Tafsir Peradaban, Dorong Al-Qur’an Jadi Panduan Hidup

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:13 WIB

Doa Tolak Bala Lengkap, Arab, Latin, dan Artinya

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:17 WIB

Penanggung Jawab DOM Garut Ingatkan Cabang yang Belum Masuk SatuMu Bisa Kurangi Kuota Muktamar

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Ketua Muhammadiyah Garut Beberkan Alasan SatuMu Jadi Prioritas Tahun Ini

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:21 WIB

Ketua PDM Garut: Milad ke-63 Tapak Suci Momentum Perkuat Karakter

Berita Terbaru

Logo Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 dengan tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”.

PENDIDIKAN

Tema Hari Pramuka 2026 Resmi, Ini 3 Pesan Utamanya

Jumat, 14 Agu 2026 - 08:22 WIB