WARTAGARUT.COM – Kunjungan Industri MAN 1 Garut membawa siswa program keterampilan melihat langsung proses produksi dan standar kerja profesional di tiga perusahaan manufaktur kawasan industri Bekasi.
Kegiatan yang berlangsung Rabu (5/8/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya MAN 1 Garut menjembatani pembelajaran di kelas dengan kebutuhan dunia kerja.
Melalui pengalaman langsung di lingkungan industri, siswa tidak hanya memperoleh gambaran mengenai proses produksi, tetapi juga dapat mengenal standar kerja yang diterapkan perusahaan.
Kunjungan Industri MAN 1 Garut Sasar 3 Perusahaan
Dalam Kunjungan Industri MAN 1 Garut, siswa program keterampilan dibagi sesuai bidang keahlian masing-masing.
Siswa Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) dan Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM) mengunjungi PT Suzuki Indonesia Manufacturing.
Sementara siswa program Elektronika melakukan kunjungan ke PT Yamaha Indonesia Manufacturing.
Adapun siswa Tata Busana mengunjungi PT Sukses Bikin Sandang (SBS) Garmen.
Pembagian tersebut memungkinkan siswa memperoleh pengalaman yang lebih relevan dengan kompetensi yang mereka pelajari di madrasah.
Siswa Belajar dari Proses Produksi
Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati secara langsung lingkungan manufaktur sekaligus mengenal standar kerja profesional yang diterapkan perusahaan.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan yang diperoleh siswa di madrasah dengan praktik di dunia industri.
Bagi siswa program keterampilan, pengalaman berada di lingkungan perusahaan juga dapat memberikan gambaran mengenai tuntutan kompetensi dan kedisiplinan yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja.
MAN 1 Garut Perkuat Kompetensi Vokasi
Kunjungan Industri MAN 1 Garut diarahkan untuk memperkuat kompetensi vokasi sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja.
Keterhubungan antara pendidikan dan industri menjadi penting karena lulusan program keterampilan tidak hanya membutuhkan penguasaan teori, tetapi juga pemahaman terhadap lingkungan kerja profesional.
Melalui kunjungan ke tiga perusahaan manufaktur tersebut, MAN 1 Garut berupaya memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih kontekstual bagi siswa.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen madrasah untuk meningkatkan kesiapan kerja dan daya saing lulusan melalui pengalaman langsung di dunia industri.
Dengan demikian, kunjungan industri tidak berhenti sebagai agenda belajar di luar madrasah, tetapi menjadi sarana bagi siswa untuk melihat secara langsung bagaimana kompetensi yang mereka pelajari diterapkan dalam lingkungan kerja profesional.***
Penulis : Soni
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar