WARTAGARUT.COM – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Garut kembali memperkuat program pendidikan berbasis keterampilan melalui kegiatan kunjungan industri yang dilaksanakan pada Rabu, 28 April 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan siswa program keterampilan dari berbagai jurusan untuk belajar langsung di dunia industri.
Kepala MAN 1 Garut, Drs. H. Sarip Asbuloh, menegaskan kegiatan kunjungan industri menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman nyata siswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja dan perkembangan industri modern.
Menurutnya, pembelajaran di kelas perlu dipadukan dengan pengalaman lapangan agar siswa memahami secara langsung proses kerja, budaya industri, hingga perkembangan teknologi di bidang masing-masing.
“Program kunjungan industri ini merupakan bentuk penguatan pembelajaran keterampilan di MAN 1 Garut. Kami ingin siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat langsung praktik kerja di dunia industri sehingga memiliki wawasan, motivasi, dan kesiapan menghadapi masa depan,” ujar ia.
Kegiatan tersebut diikuti oleh tiga kelompok keterampilan. Siswa jurusan tata busana melaksanakan kunjungan ke Inah Batik Bandung untuk mempelajari proses produksi dan pengembangan industri fashion berbasis budaya.
Sementara siswa jurusan elektro melakukan kunjungan ke perusahaan di kawasan Rancaekek guna melihat langsung penerapan teknologi dan sistem kerja industri elektro modern.
Adapun siswa jurusan otomotif melaksanakan kunjungan industri ke Indomobil Cikarang untuk mempelajari perkembangan dunia otomotif serta sistem kerja di perusahaan otomotif berskala besar.
Humas MAN 1 Garut, Apip Pirmansyah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia industri dan perkembangan zaman.
Menurutnya, murid MAN 1 Garut terlihat antusias selama mengikuti kegiatan karena mendapatkan pengalaman baru yang tidak diperoleh hanya melalui pembelajaran di ruang kelas.
“Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata bagi siswa untuk memahami dunia kerja secara langsung. Mereka bisa melihat proses produksi, manajemen kerja, hingga teknologi yang digunakan di perusahaan,” kata ia.
MAN 1 Garut selama ini dikenal sebagai madrasah berbasis keterampilan yang terus mengembangkan kompetensi siswa tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga keterampilan vokasi dan kesiapan kerja.
H. Sarip Asbuloh berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan semangat belajar siswa sekaligus membuka wawasan mereka terhadap peluang karier di masa depan.
“Kami ingin lulusan MAN 1 Garut menjadi generasi yang unggul, terampil, adaptif, dan mampu bersaing di dunia kerja maupun pendidikan tinggi,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni

















