WARTAGARUT.COM – Sebanyak 171 jemaah haji asal Kabupaten Garut dipastikan siap diberangkatkan pada 7 Mei 2026 dalam Kloter 22, dengan titik keberangkatan dari Pendopo Garut dan melalui Bandara Kertajati.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Garut, H. Indra Azwar Mawardi, S.HI., M.Pd., mengatakan jumlah jemaah tersebut merupakan bagian dari satu kloter gabungan bersama Kota Cimahi dan Kota Bandung.
“Untuk Garut sebanyak 171 jemaah, itu setengah kloter. Nanti kita bergabung dengan Cimahi dan Bandung,” ujar H. Indra saat wawancara di Kantor Kementrian Haji dan Umrah, Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan, pemberangkatan akan dilakukan menggunakan lima unit bus dari Pendopo Garut. Para jemaah dijadwalkan berkumpul pukul 08.00 WIB dan diberangkatkan pada pukul 10.00 WIB.
“Tanggal 7 Mei kita berangkatkan di Kloter 22. Titik kumpul di pendopo, dan Pak Bupati juga sudah merespons baik untuk pemberangkatan ini,” katanya.
Pada tahun ini, kata Ia, terdapat perubahan lokasi embarkasi. Jika sebelumnya jemaah haji Garut berangkat melalui Asrama Haji Bekasi, kini dialihkan ke Asrama Haji Indramayu dengan keberangkatan melalui Bandara Kertajati.
“Sekarang kita transit dulu di Asrama Indramayu selama 24 jam, kemudian tanggal 8 Mei sore baru berangkat ke Makkah,” jelasnya.
Terkait kesiapan jemaah, Indra memastikan seluruh aspek administrasi telah terpenuhi, mulai dari pelunasan biaya, kelengkapan dokumen, hingga penerbitan visa.
“Alhamdulillah, administrasi, pelunasan, dokumen, dan visa sudah siap. Tinggal menunggu pemberangkatan saja,” ujarnya.
Selain itu, menurut H, Indra, kondisi kesehatan jemaah juga telah melalui tahapan pemeriksaan istitha’ah sebagai syarat wajib sebelum pelunasan.
“Jemaah harus dinyatakan sehat terlebih dahulu. Setelah itu baru bisa melanjutkan proses hingga keberangkatan,” katanya.
Menjelang pemberangkatan, pihaknya juga telah melaksanakan bimbingan manasik haji (BIMSIK) di tingkat kecamatan sejak Februari 2026.
Sementara untuk tingkat kabupaten, kegiatan BIMSIK akan digelar pada 12 April 2026 di Pendopo Garut.
“Kegiatan manasik ini penting agar jemaah memahami seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, termasuk isu konflik di Timur Tengah.
“Konflik yang sedang ramai dibahas tidak berpengaruh terhadap pemberangkatan jemaah haji. Pemerintah tetap memberangkatkan sesuai jadwal,” tegasnya.
H. Indra memastikan hingga saat ini tidak ada kebijakan yang menghambat keberangkatan jemaah haji Indonesia, termasuk dari Kabupaten Garut.
“Insyaallah tidak ada kendala. Jemaah akan diberangkatkan sesuai waktu yang telah ditentukan,” pungkasnya. ***
Penulis : Soni Tarsoni

















