Strategi Transformasi BAZNAS Menuju Lembaga Pengelola Zakat Yang Modern, Amanah, Profesional, dan Berdampak, Mewujudkan Kesejahteraan Umat Dalam Mendukung Garut Hebat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Strategi Transformasi BAZNAS Menuju Lembaga Pengelola Zakat Yang Modern, Amanah, Profesional, dan Berdampak, Mewujudkan Kesejahteraan Umat Dalam Mendukung Garut Hebat

Strategi Transformasi BAZNAS Menuju Lembaga Pengelola Zakat Yang Modern, Amanah, Profesional, dan Berdampak, Mewujudkan Kesejahteraan Umat Dalam Mendukung Garut Hebat

Strategi Transformasi BAZNAS Menuju Lembaga Pengelola Zakat Yang Modern, Amanah, Profesional, dan Berdampak, Mewujudkan Kesejahteraan Umat Dalam Mendukung Garut Hebat

Oleh : H. Jayadi Supriyadin, S.Pt (Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi MUI Garut/Wakil Sekretaris PCNU Garut )

(Disajikan sebagai salah satu persyaratan dalam penjaringan bakal calon Komisioner Baznas Garut Periode 2026-2031)

Latar Belakang

Potensi Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) kabupaten Garut saat ini cukup besar. Sebut saja kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS), pengusaha, buruh dan professional, perusahaan negara dan swasta, hingga lembaga negara yang ada di Garut.

Namun dalam kenyataannya, potensi itu belum digali secara optimal. Penyokong terbesar raihan titipan ZIS yang masuk ke rekening Baznas Garut, baru berasal dari kalangan PNS, sementara sektor lain belum terlihat geliatnya.

Analisis Masalah

Tidak hanya itu, masih banyaknya para muzaki terutama pegawai BLUD dan BUMD milik Pemda Garut yang memberikan titipan ZIS di luar Baznas, menunjukan masih rendahnya trust atau kepercayaan yang diberikan mereka.

Padahal dalam hal kemanfaatan, setiap rupiah yang dititipkan di Baznas Garut, memberikan manfaat yang cukup besar bagi masyarakat yang berhak.

Melihat kondisi itu, dibutuhkan strategi tranformasi baznas Garut yang modern dan professional, terencana, berbasis data, serta berorientasi pada pelayanan, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Ada 10 poin strategi yang dapat diterapkan untuk meraih meningkatkan raihan ZIS Baznas Garut yakni;

Pertama, Perkuat Basis Muzaki. Pemetaan potensi muzaki dari ASN, TNI/Polri, BUMN/BUMD, perusahaan swasta, pengusaha, petani, pedagang, dan professional yang tepat.

Memudahkan dalam membuat database muzaki, beserta riwayat pembayaran dan melakukan pembinaan secara berkala.

Kedua, Optimalkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Pembentukan UPZ di setiap lapisan mulai instansi pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, masjid, perusahaan, dan komunitas.

Berikan pelatihan kepada pengurus UPZ mengenai penghimpunan, pelayanan, dan pelaporan, sehingga  memudahkan mereka dalam menjalankan tugasnya di lapangan.

Ketiga, Tingkatkan Kepercayaan Publik. Adanya penyampaian laporan keuangan yang transparan, berkala dan diaudit secara professional, mampu memberikan kepercayaan bagi umat.

Tampilkan laporan program, testimoni penerima manfaat, dan dampak penyaluran zakat secara rutin melalui media sosial dan website. Menjaga akuntabilitas serta pelayanan yang cepat dan profesional.

Keempat, Digitalisasi Pengumpulan ZIS. Hadirnya teknologi dalam proses pembayaran ZIS seperti penerapan QRIS, mobile banking, dompet digital, dan transfer bank memudahkan masyarakat dalam mengeluarkan ZIS.

Tidak hanya itu, optimalisasi media sosial, website, dan aplikasi digital untuk kampanye zakat, hingga pengunaan sistem Customer Relationship Management (CRM) untuk mengingatkan muzaki menjelang waktu pembayaran zakat, diharapkan mampu meningkatkan minat warga dalam mengeluarkan ZIS.

Kelima, Edukasi dan Dakwah Zakat. Hadirkan kajian, seminar, khutbah Jumat, dan sosialisasi tentang kewajiban zakat serta keutamaan infak dan sedekah, dengan menghadirkan ulama, tokoh masyarakat, dan influencer local, untuk mengedukasi masyarakat, untuk meningkatkan kesadaran mereka mengeluarkan ZIS.

Keenam. Pelayanan Prima kepada Muzaki. Sediakan layanan jemput zakat. Berikan konsultasi perhitungan zakat bagi masyarakat secara sukarela. Kirimkan bukti pembayaran, sampaikan ucapan terima kasih, hingga berikan laporan penyaluran secara berkala.

Ketujuh, Manfaatkan Momentum. Lakukan kampanye secara masif terutama dalam momen besar umat islam seperti bulan Ramadan, Idulfitri, Iduladha, Muharam, dan akhir tahun.

Buka gerai zakat di pusat perbelanjaan, masjid, dan lokasi strategis agar memudahkan warga dalam mengeluarkan ZIS.

Kedelapan, Kolaborasi dan Kemitraan yang saling menguntungkan. Lakukan kerja sama dengan pemerintah daerah untuk optimalisasi zakat ASN, kemudian jalin kemitraan dengan perusahaan melalui program CSR. Bersinergi dengan organisasi kemasyarakatan, masjid, dan lembaga pendidikan.

Sembilan, Inovasi Program Yang Dirasakan Masyarakat. Para muzaki cenderung lebih terdorong berzakat jika melihat manfaat yang nyata.

Oleh karena itu, kembangkan program yang berdampak, seperti: Beasiswa Pendidikan, Bantuan modal usaha bagi UMKM, Layanan kesehatan gratis, Program ketahanan pangan, Bedah rumah bagi keluarga miskin, Pemberdayaan ekonomi mustahik agar menjadi muzaki.

Sepuluh, Tetapkan Target dan Evaluasi. Untuk melihat capaian, berikan target penghimpunan per bulan dan per UPZ, lakukan evaluasi capaian secara berkala, serta berikan penghargaan kepada UPZ atau mitra dengan kinerja terbaik Baznas, agar memberikan motivasi bagi mereka.

Solusi dan Rekomendasi

Dengan 10 strategi itu, maka jika saya terpilih menjadi pimpinan di Baznas Garut periode 2026-2031, saya akan segera menyusun program prioritas, yakni (1). Penguatan dan aktivasi UPZ di berbagai tingkatan, (2). Digitalisasi pembayaran ZIS, (3). Peningkatan transparansi dan akuntabilitas, (4). Edukasi zakat secara massif, (5). Pendekatan personal kepada muzaki potensial.

Kemudian membuat program pendayagunaan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan kombinasi strategi tersebut, diharapkan penghimpunan ZIS dapat meningkat secara berkelanjutan karena mendapat dukungan masyarakat, yakni kepercayaan masyarakat (trust), kemudahan berzakat (easy to pay), dan manfaat yang nyata (visible impact). Ketiga faktor ini menjadi fondasi utama keberhasilan penghimpunan ZIS di BAZNAS.

Tambahan, secara historis, Baznas berpotensi berkembang menjadi lembaga yang semakin mendekati konsep ‘Baitul Mal Modern’ di Indonesia, khususnya di Garut.

Namun, peran tersebut tetap harus dijalankan sesuai konstitusi, peraturan perundang-undangan, dan sistem kenegaraan Indonesia agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 Baznas memiliki mandat utama untuk mengelola antara lain Zakat, Infak, Sedekah, Dana sosial keagamaan lainnya yang diatur oleh peraturan perundang-undangan.

Bahkan pada praktiknya Baznas sudah menjalankan sebagian fungsi yang mirip dengan konsep Baitul Mal, khususnya dalam penghimpunan, pengelolaan, dan pendistribusian dana sosial Islam.

Agar benar-benar menjadi ‘Baitul Mal umat’, dibutuhkan dukungan semua pihak, terutama perluasan mandat melalui perubahan regulasi agar bisa mengelola jenis aset umat yang lebih luas.

Selain itu dibutuhan integrasi dan sinergi dengan pengelolaan wakaf, dana sosial keagamaan, dan instrumen keuangan sosial Islam lainnya, hingga penguatan tata kelola, transparansi, akuntabilitas, dan digitalisasi.

Tidak hanya itu, adanya kolaborasi yang kuat dengan pemerintah, LAZ, UPZ, lembaga wakaf, masjid, dan berbagai organisasi kemasyarakatan, diharapkan memberikan kepercayaan bagi baznas dalam mengelola dana sosial Islam.

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Review The Odyssey, Film Christopher Nolan yang Dibintangi Matt Damon
Fenomena Langka! Makkah Diprediksi Gelap Lebih dari 5 Menit Akibat Gerhana Matahari Total
Profil Rachmat Gobel yang Meninggal Dunia, Sosok Pengusaha Panasonic Gobel hingga Anggota DPR RI 
Garut Next Gen 2026, Pelajar Bisa Urus KTP dan Cari Kampus Sekaligus
100 Paket Sembako Dibagikan, Cara Pedagang Garut Plaza Menebar Harapan di Tengah Tekanan Ekonomi
Lebih dari 120 Warga RW 5 Cibangban Ikut Pawai Obor 1 Muharram 1448 H, Tebarkan Semangat Hijrah dan Persatuan
Gowes dari Garut ke Mekkah, Ada Misi Besar yang Dibawa Asep Akung
Catat! Ini Jadwal KA Cikuray Garut-Pasar Senen dengan Rangkaian Baru

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:55 WIB

Strategi Transformasi BAZNAS Menuju Lembaga Pengelola Zakat Yang Modern, Amanah, Profesional, dan Berdampak, Mewujudkan Kesejahteraan Umat Dalam Mendukung Garut Hebat

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:02 WIB

Review The Odyssey, Film Christopher Nolan yang Dibintangi Matt Damon

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:41 WIB

Fenomena Langka! Makkah Diprediksi Gelap Lebih dari 5 Menit Akibat Gerhana Matahari Total

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:07 WIB

Profil Rachmat Gobel yang Meninggal Dunia, Sosok Pengusaha Panasonic Gobel hingga Anggota DPR RI 

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:26 WIB

Garut Next Gen 2026, Pelajar Bisa Urus KTP dan Cari Kampus Sekaligus

Berita Terbaru

Jadwal Piala AFF 2026 mempertemukan Timnas Indonesia dengan Kamboja, Timor Leste, Vietnam, dan Singapura pada fase grup.

SEPUTAR OLAHRAGA

Jadwal Piala AFF 2026 Resmi Dirilis, Indonesia Hadapi Tiga Laga Berat

Sabtu, 25 Jul 2026 - 16:01 WIB

Persib Bandung membuka perjuangan di Piala Presiden 2026 dengan menghadapi Arema FC di Stadion Si Jalak Harupat.

SEPUTAR OLAHRAGA

Jadwal Persib di Piala Presiden 2026: Lawan Arema FC pada Laga Krusial

Sabtu, 25 Jul 2026 - 12:12 WIB