WARTAGARUT.COM – Sebanyak 326 calon mahasiswa baru gelombang I dan jalur prestasi Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG) mengikuti tes kesehatan sebagai bagian dari proses seleksi penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027.
Kegiatan berlangsung di Kampus 3 IKKHG, yang diproyeksikan menjadi klinik kampus, pada Kamis, (16/4/2026).
Ketua Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Institut Kesehatan Karsa Husada Garut, apt. Yogi Rahman Nugraha, S.Si., M.Farm menjelaskan bahwa tes kesehatan merupakan tahapan penting dalam proses seleksi sebelum calon mahasiswa dinyatakan lolos dan melanjutkan ke tahap registrasi.
Menurutnya, pelaksanaan tes kesehatan dilakukan dengan mengedepankan aspek legalitas dan profesionalisme.
Ia menerangkan bahwa IKKHG bekerja sama dengan Laboratorium Klinik Baiturrahman untuk pemeriksaan laboratorium, serta melibatkan dokter yang telah memiliki surat izin praktik.
“Kegiatan tes kesehatan ini dilaksanakan di Kampus 3 yang ke depan diproyeksikan menjadi klinik. Kami bekerja sama dengan Laboratorium Klinik Baiturrahman untuk aspek legal laboratoriumnya, kemudian pemeriksaan dokter juga dilakukan oleh dokter yang sudah memiliki surat izin praktik,” ujar Yogi.
Adapun jenis pemeriksaan yang dilakukan dalam tes kesehatan tersebut meliputi pengukuran tinggi badan dan berat badan, pemeriksaan fisik, tes laboratorium HBsAg, tes buta warna, hingga wawancara.
Yogi menjelaskan, wawancara dilakukan untuk mengetahui kesiapan calon mahasiswa untuk menempuh perkuliahan di Institut Kesehatan Karsa Husada Garut.
“Wawancara ini disesuaikan dengan visi misi kampus yang religius. Jadi tidak hanya kesehatan fisik, tetapi juga melihat aspek keagamaan, riwayat kenakalan remaja, dan riwayat penyakit yang mungkin berpotensi mengganggu selama perkuliahan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa tes kesehatan ini merupakan bagian dari seleksi, bukan sekadar formalitas penerimaan.
Menurutnya, beberapa program studi memiliki syarat khusus, termasuk batas minimal tinggi badan, agar lulusan nantinya tetap memiliki peluang ketika mengikuti seleksi ASN atau profesi tertentu.
“Ini bagian dari seleksi. Ada beberapa program studi yang memang memiliki syarat minimal tinggi badan. Tujuannya supaya mahasiswa nanti tetap berkesinambungan jika suatu saat memiliki kesempatan menjadi ASN,” ujarnya.
Setelah tahapan tes kesehatan selesai, kata Yogi, Calon mahasiswa yang dinyatakan lolos akan melanjutkan ke tahap registrasi atau daftar ulang sebagai penanda berakhirnya proses pendaftaran.
Di sisi lain, Institut Kesehatan Karsa Husada Garut juga telah membuka pendaftaran gelombang II sejak hari ini hingga 25 Mei 2026.
Pendaftaran gelombang II berlangsung mulai 28 Maret hingga 22 Mei, dilanjutkan tes tulis pada 26 Mei, pengumuman pada 30 Mei, tes kesehatan 4 Juni, dan pengumuman hasil tes kesehatan pada 10 Juni.
Sementara untuk gelombang III, pendaftaran dibuka mulai 23 Mei hingga 17 Juli 2026, tes tulis dilaksanakan 21 Juli, dan tes kesehatan pada 29 Juli 2026.
Yogi mengatakan, target total mahasiswa baru yang ingin dicapai Institut Kesehatan Karsa Husada Garut pada tahun akademik 2026/2027 sebanyak 855 mahasiswa dari seluruh program studi.
Ia menyebutkan, tren pendaftar hingga saat ini masih didominasi program studi S1 Keperawatan, disusul D3 Keperawatan, S1 Kebidanan, D3 Teknologi Laboratorium Medis, D3 Farmasi, dan S1 Gizi.
Menurutnya, pembukaan program studi S1 Gizi menjadi salah satu keunggulan baru Institut Kesehatan Karsa Husada Garut karena saat ini program tersebut baru tersedia di kampus tersebut untuk wilayah Priangan Timur.
“Untuk wilayah Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis, program studi S1 Gizi baru ada di Institut Kesehatan Karsa Husada Garut. Itu menjadi keunggulan kami dan semoga bisa terus meningkatkan tren penerimaan mahasiswa baru,” pungkasnya.
Penulis : Soni Tarsoni

















