WARTAGARUT.COM – Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Keperawatan dan Kebidanan Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG), Ernawati, SST., Bdn., M.Kes., meluncurkan inovasi digital bertajuk Ernawati Bidanku sebagai platform berbasis evidence-based untuk mendukung kesehatan perempuan dan anak, pencegahan stunting, serta implementasi SDGs Center.
Ernawati menjelaskan, Program Studi Profesi Bidan IKKHG memiliki visi menghasilkan lulusan bidan profesional dan religius dengan keunggulan dalam pelayanan kebidanan berbasis teknologi digital.
Menurutnya, hingga saat ini pihaknya telah mengembangkan tiga platform digital yang dapat dimanfaatkan mahasiswa, bidan, dan masyarakat secara luas.
“Alhamdulillah, kami sudah menghasilkan tiga platform digital untuk mendukung SDGs Center, 1.000 hari pertama kehidupan, dan pencegahan stunting,” ujarnya. saat wawancara dengan WartaGarut.com dalam Seminar Nasional dan launching Program Studi S1 Gizi dan SDGs Center, di Kampus 2 IKKHG, Selasa, 19 Mei 2026.
Platform utama tersebut bernama Ernawati Bidanku, singkatan dari Evidence Based Reference for Neonatal and Women Health Advancing Technology Innovation.
Dalam platform itu terdapat tiga seri aplikasi yang menggunakan nama bunga, sebagai simbol perempuan.
Florist Rosa difokuskan untuk asuhan persalinan dan bayi baru lahir, Florist Camomile untuk NutriGizi Bidan Emas, serta Florist Damask untuk Bonita Bidanku yang berkaitan dengan kepadatan tulang.
Ernawati menjelaskan aplikasi tersebut dirancang untuk membantu proses pembelajaran mahasiswa kebidanan dan profesi bidan, sekaligus memberikan edukasi praktis kepada masyarakat.
“Masyarakat juga bisa mengetahui kondisi kesehatannya, mulai dari masa remaja, wanita usia subur, kehamilan, persalinan, hingga sepanjang siklus kehidupan perempuan,” katanya.
Aplikasi ini dapat diakses dengan memindai barcode atau melalui laman ernawati-bidanku.netlify.app.
Menurut Ernawati, pengembangan platform digital ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem kebidanan berbasis evidence-based yang praktis, komprehensif, inklusif, dan berkelanjutan.
Ia menambahkan inovasi tersebut telah disubmit untuk dipresentasikan dalam konferensi internasional yang akan diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro.
“Insya Allah inovasi ini dapat memberikan manfaat lebih luas bagi kesehatan perempuan dan anak Indonesia,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni

















