Universitas Garut dan BRIN Kembangkan Enzim Lokal untuk Industri Kulit

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Universitas Garut dan BRIN Kembangkan Enzim Lokal untuk Industri Kulit

Universitas Garut dan BRIN Kembangkan Enzim Lokal untuk Industri Kulit

WARTAGARUT.COM – Universitas Garut bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan enzim lokal berbasis mikroba Indonesia untuk memperkuat industri penyamakan kulit di Kabupaten Garut dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Inovasi tersebut diperkenalkan dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi produk inovasi kepada para pengusaha penyamak kulit di Kabupaten Garut yang digelar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Uniga di Mini Auditorium Kampus 4 Universitas Garut, Selasa (12/5/2026).

Rektor Universitas Garut, Dr. H. Irfan Nabhani, S.E., M.T., mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk mentransfer ilmu pengetahuan, mengembangkan inovasi, dan menghasilkan penelitian yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kampus sebagai lembaga pendidikan tinggi memiliki peran untuk mentransfer, mengembangkan, dan melakukan inovasi penelitian, terutama di bidang enzim ini,” ujar Irfan Nabhani.

Ia menegaskan, Universitas Garut memiliki sumber daya manusia unggul dan gagasan inovatif yang harus diperkuat melalui kolaborasi dengan dunia industri dan lembaga riset.

Menurutnya, model kerja sama triple helix antara kampus, industri, dan BRIN menjadi kunci agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai konsep akademik, melainkan benar-benar diterapkan di sektor usaha.

“Kami memiliki SDM unggul dan gagasan inovatif. Karena itu dibutuhkan kolaborasi triple helix antara kampus, industri, dan BRIN agar produk hasil penelitian bisa diterapkan di dunia industri dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Kepala Mikrobiologi Terapan BRIN, Dr. Ahmad Fathoni, M.Eng., menjelaskan bahwa industri penyamakan kulit di Indonesia selama ini masih sangat bergantung pada enzim impor.

Menurutnya, kondisi tersebut berisiko tinggi ketika terjadi gangguan pasokan global, karena dapat menghambat produksi, memicu penumpukan limbah kulit, meningkatkan pencemaran lingkungan, hingga mengancam lapangan pekerjaan.

“Hari ini kita mengembangkan enzim lokal yang diproduksi di Indonesia menggunakan mikroba asli Indonesia. Jika industri terlalu bergantung pada impor, ketika pasokan terganggu, industri bisa lumpuh,” ujar Ahmad Fathoni.

Ia menyebut kolaborasi BRIN, Universitas Garut, dan pelaku industri merupakan model ideal yang menunjukkan bahwa hasil riset dapat langsung dimanfaatkan dunia usaha.

“Ini bisa menjadi role model sinergi antara lembaga riset, kampus, dan industri. Hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi langsung diproduksi dan dimanfaatkan oleh pelaku usaha,” ucapnya.

Melalui inovasi ini, Garut yang dikenal sebagai salah satu sentra industri kulit nasional diharapkan tidak hanya memperkuat daya saing industrinya, tetapi juga menjadi contoh kemandirian industri berbasis riset dan teknologi dalam negeri.

“Riset kampus dan riset BRIN harus benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkas Ahmad Fathoni.***

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

3 Mahasiswa Universitas Garut Borong Juara di Kejurda Muay Thai Pasundan Championship 2026
STAI Al-Musaddadiyah Garut Resmi Buka S2 Pendidikan Agama Islam, SK Diserahkan Langsung Dirjen Pendis
YDHIG Gelar Syukuran Akreditasi Unggul D3 Kebidanan IKKHG, Tiga Prodi Lain Menunggu Hasil
Ketua Pembina YDHIG Tegaskan Akreditasi Unggul D3 Kebidanan IKKHG Jadi Momentum Penguatan Mutu Kampus
Kabar Membanggakan! Prodi D3 Kebidanan IKKHG Garut Sabet Akreditasi Unggul dari LAM-PTKes
Hardiknas 2026, Rektor IPI Garut Ajak Semua Pihak Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua
Hardiknas 2026, Rektor Universitas Garut Ajak Semua Elemen Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua
Universitas Garut Perkuat Prodi Ilmu Komunikasi lewat Kerja Sama ASPICOM dan ISKI

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:59 WIB

Universitas Garut dan BRIN Kembangkan Enzim Lokal untuk Industri Kulit

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:37 WIB

3 Mahasiswa Universitas Garut Borong Juara di Kejurda Muay Thai Pasundan Championship 2026

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:43 WIB

STAI Al-Musaddadiyah Garut Resmi Buka S2 Pendidikan Agama Islam, SK Diserahkan Langsung Dirjen Pendis

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:02 WIB

YDHIG Gelar Syukuran Akreditasi Unggul D3 Kebidanan IKKHG, Tiga Prodi Lain Menunggu Hasil

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:42 WIB

Ketua Pembina YDHIG Tegaskan Akreditasi Unggul D3 Kebidanan IKKHG Jadi Momentum Penguatan Mutu Kampus

Berita Terbaru

Universitas Garut dan BRIN Kembangkan Enzim Lokal untuk Industri Kulit

Perguruan Tinggi

Universitas Garut dan BRIN Kembangkan Enzim Lokal untuk Industri Kulit

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:59 WIB

Hasil Bali United vs Borneo FC 2-3, Pesut Etam Tempel Persib Bandung

SEPUTAR OLAHRAGA

Hasil Bali United vs Borneo FC 2-3, Pesut Etam Tempel Persib Bandung

Selasa, 12 Mei 2026 - 00:48 WIB

error: Content is protected !!