WARTAGARUT.COM – Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menyoroti masih timpangnya distribusi dokter gigi di Kabupaten Garut.
Menurutnya, sebagian besar dokter gigi saat ini masih terkonsentrasi di kawasan perkotaan seperti Garut Kota dan Tarogong Kidul, sementara banyak wilayah pedesaan belum terlayani secara optimal.
Hal itu disampaikan Putri Karlina saat pelantikan Pengurus Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Garut Periode 2025–2030 di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Minggu (10/5/2026).
Putri yang juga menjabat Ketua PDGI Cabang Garut menilai ketimpangan distribusi tenaga dokter gigi harus segera diatasi agar masyarakat di wilayah pelosok mendapatkan akses layanan kesehatan gigi yang lebih merata.
Menurutnya, keberadaan organisasi profesi tetap memiliki peran penting sebagai wadah pengawasan, komunikasi, dan silaturahmi antaranggota, meski regulasi perizinan mengalami perubahan setelah berlakunya Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023.
“Itu yang ingin sekali kami tanggulangi bersama. Saya memohon kerja sama yang baik antara PDGI dengan Dinas Kesehatan, minimal melalui jalur-jalur informal,” ujar Putri Karlina.
Sebagai langkah nyata, Putri memperkenalkan program unggulan “Dokter Gigi Masuk Desa”. Program tersebut dirancang untuk membawa layanan edukasi kesehatan gigi ke berbagai desa yang selama ini belum terjangkau secara optimal.
Melalui program ini, dokter gigi akan memberikan penyuluhan tentang cara menyikat gigi yang benar, edukasi kesehatan mulut, serta skrining ringan untuk mendeteksi masalah gigi sejak dini.
Putri menjelaskan bahwa ibu hamil dan anak-anak menjadi kelompok prioritas karena keduanya membutuhkan perhatian khusus dalam pencegahan gangguan kesehatan gigi dan mulut.
“Minimal kami bisa memberikan dental health educational, mengajarkan cara menyikat gigi yang benar, melakukan skrining ringan, serta edukasi kepada ibu hamil dan anak-anak untuk pencegahan sedini mungkin,” katanya.
Program ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan kesehatan gigi, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan mulut sejak usia dini.
Dengan pemerataan layanan hingga ke desa, masyarakat di wilayah terpencil diharapkan memiliki akses yang lebih mudah terhadap edukasi dan deteksi awal masalah kesehatan gigi.
“Setidaknya masyarakat desa juga harus mendapatkan layanan dan edukasi yang sama agar pencegahan bisa dilakukan sejak dini,” pungkas Putri Karlina.***
Penulis : Soni Tarsoni

















