Ancaman Stunting Jadi Sorotan! Dinkes Garut Bongkar Strategi, Angka Turun Lebih Cepat dari Target Nasional

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ancaman Stunting Jadi Sorotan! Dinkes Garut Bongkar Strategi, Angka Turun Lebih Cepat dari Target Nasional

Ancaman Stunting Jadi Sorotan! Dinkes Garut Bongkar Strategi, Angka Turun Lebih Cepat dari Target Nasional

WARTAGARUT.COM– Ancaman stunting masih menjadi perhatian serius di berbagai daerah. Namun di tengah kekhawatiran tersebut, Kabupaten Garut justru mencatat capaian mengejutkan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut mengungkap angka prevalensi stunting berhasil ditekan lebih cepat dari target nasional yang seharusnya baru tercapai pada tahun 2029.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani, saat kegiatan pemaparan hasil Analisis Situasi (Ansit) dan Advokasi Lintas Sektor terkait prevalensi stunting di Aula Farmasi UPT Labkesda Garut, Rabu (6/5/2026).

Garut Lampaui Target Lebih Cepat

Berdasarkan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, angka stunting di Garut berada di level 14,2 persen.

Yang mengejutkan, capaian itu sebenarnya merupakan target nasional untuk tahun 2029.

“Alhamdulillah target yang seharusnya dicapai tahun 2029, di tahun 2024 sudah tercapai. Bahkan berdasarkan laporan bidan, tahun 2025 posisi stunting sudah turun menjadi 12,4 persen,” ujar dr. Leli.

Baca Juga :  Chelsea vs Milan 3-0: Ini 3 Gol yang Hancurkan Strategi Rossoneri

Ia berharap tren positif tersebut terus berlanjut hingga tahun 2026.

Strategi Dinkes Garut Bongkar Akar Masalah

Dinkes Garut menegaskan bahwa penanganan stunting tidak cukup hanya fokus pada balita, tetapi harus dilakukan sejak awal siklus kehidupan.

Beberapa langkah utama yang dilakukan antara lain:

* Memastikan remaja putri bebas anemia

* Pemeriksaan rutin ibu hamil

* Pemberian makanan tambahan

* Imunisasi lengkap bagi bayi dan balita

* Pengawasan kebersihan lingkungan dan air bersih

“Setiap siklus hidup benar-benar diperhatikan untuk pencegahan stunting,” tegas dr. Leli.

Balita Stunting Diminta Segera Dilaporkan

Dinkes juga meminta masyarakat tidak menunda penanganan jika menemukan balita dengan gejala stunting.

Baca Juga :  Persib vs Sabah FC Hari Ini, Jadwal, Prediksi Line Up dan Live Streaming

Warga diminta segera membawa anak ke Posyandu atau melapor ke Puskesmas agar mendapat penanganan terpadu dari berbagai dinas terkait.

Tantangan Masih Besar

Sementara itu, Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Asep Kuswandi, menilai stunting masih menjadi tantangan besar karena dipengaruhi banyak faktor.

Menurutnya, penyebab stunting tidak hanya berasal dari keluarga, tetapi juga kondisi lingkungan sekitar.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penurunan angka stunting di Jawa Barat, khususnya di Garut.

Bukan Sekadar Angka

Penurunan stunting bukan hanya soal statistik, tetapi berkaitan langsung dengan kualitas generasi masa depan.

Jika berhasil ditekan secara konsisten, Garut berpeluang mencetak generasi yang lebih sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.***

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Klinik Utama Rotinsulu Garut Diproyeksikan Naik Status, Ini Dukungan Pemkab
Hanya 73 Dokter Gigi Layani 2,7 Juta Warga Garut, PDGI Dukung IKKHG Buka Fakultas Kedokteran Gigi
2 Juta Mulut di Garut Butuh Layanan Gigi, Rudy Gunawan Dorong FKG IKKHG Jadi Solusi
Tak Sekadar Syukuran, YDHIG Garut Umumkan Tiga Agenda Besar untuk Masa Depan Pendidikan Kesehatan di IKKHG
Tambal Gigi dan Scaling Gratis Pakai BPJS, Ini 8 Layanan yang Bisa Didapat di Puskesmas
Rektor Uniga Bangga, 41 Apoteker Baru Lulus 100 Persen dan Siap Perkuat Layanan Kesehatan Garut
Ketua AIPGI Pusat: Sarjana Gizi Bisa Kerja di Rumah Sakit hingga Industri Makanan Sehat
IKKHG Gelar Seminar Nasional! Luncurkan Prodi S1 Gizi dan SDGs Center untuk Perkuat Ketahanan Gizi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:48 WIB

Klinik Utama Rotinsulu Garut Diproyeksikan Naik Status, Ini Dukungan Pemkab

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:12 WIB

Hanya 73 Dokter Gigi Layani 2,7 Juta Warga Garut, PDGI Dukung IKKHG Buka Fakultas Kedokteran Gigi

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:11 WIB

2 Juta Mulut di Garut Butuh Layanan Gigi, Rudy Gunawan Dorong FKG IKKHG Jadi Solusi

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:08 WIB

Tak Sekadar Syukuran, YDHIG Garut Umumkan Tiga Agenda Besar untuk Masa Depan Pendidikan Kesehatan di IKKHG

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:32 WIB

Tambal Gigi dan Scaling Gratis Pakai BPJS, Ini 8 Layanan yang Bisa Didapat di Puskesmas

Berita Terbaru

 pelayanan administrasi kependudukan bagi peserta didik PAUD melalui inovasi SEPEDA SISWA di Kabupaten Garut.

PEMERINTAHAN

Inovasi SEPEDA SISWA Permudah Urus Adminduk Anak PAUD di Garut

Sabtu, 15 Agu 2026 - 13:02 WIB

Ilustrasi gempa bumi M7,7 di wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, yang memicu peringatan dini potensi tsunami dari BMKG.

BENCANA ALAM

Gempa M7,7 Guncang Nagekeo, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami

Sabtu, 15 Agu 2026 - 06:26 WIB