WARTAGARUT.COM – Sebanyak tujuh dosen Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG) dinyatakan lolos sebagai penerima Hibah Penelitian DIKTI Tahun Anggaran 2026, dengan fokus riset pada isu strategis seperti stunting, kesehatan ibu dan anak, hingga pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan di bidang kesehatan.
Pencapaian ini mencerminkan penguatan kapasitas riset akademisi daerah dalam menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Program hibah ini juga mendorong penelitian terapan yang berorientasi pada solusi konkret di sektor kesehatan.
Adapun tujuh judul penelitian yang berhasil lolos hibah tersebut meliputi:
- Efektivitas Aplikasi SmartADL Berbasis Android untuk Pengukuran Kemandirian Activities of Daily Living Lansia di Griya Lansia Garut dengan ketua peneliti Kurniawan Dewi Budiarti.
- Pengembangan Media Edukasi Digital Pencegahan Stunting untuk Keluarga di Kabupaten Garut dengan ketua peneliti Engkus Kusnadi.
- Faktor Penentu Kinerja Kader Kesehatan Meningkatkan Kunjungan Pemeriksaan Antenatal (ANC) Ibu Hamil di Garut dengan ketua peneliti Elang Mohamad Atoilah.
- Pengaruh Media Edukasi Digital Berbasis Budaya Lokal untuk Meningkatkan Perawatan Diri Pasien Gagal Jantung di RSUD dr. Slamet Garut dengan ketua peneliti Sulastini.
- NGULEK (Nugget Lele Daun Katuk): Pengembangan Inovasi Pangan Lokal menjadi Pangan Fungsional untuk Pencegahan Stunting di Kampung Adat Dukuh Garut dengan ketua peneliti Annisa Devi Permata.
- Pro-Plus Menu: Intervensi Protein untuk Peningkatan Dietary Diversity dan Status Gizi Balita dengan ketua peneliti Nofita Setiorini Futri Purwanto.
- Efektivitas Aplikasi Mobile Care Stunting (MOCS) Berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk Deteksi Dini Stunting pada Kader Posyandu dengan ketua peneliti Aceng Ali Awaludin.
Beragam topik penelitian tersebut memperlihatkan arah pengembangan riset yang menyasar isu prioritas kesehatan masyarakat, mulai dari penanganan stunting, peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, hingga pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan.
Selain itu, inovasi berbasis potensi lokal juga menjadi perhatian, terutama dalam pengembangan pangan fungsional dan pendekatan budaya dalam edukasi kesehatan, yang dinilai lebih efektif dalam menjangkau masyarakat.
Keberhasilan ini sekaligus memperkuat posisi institusi pendidikan kesehatan di Garut dalam menghasilkan penelitian yang tidak hanya berdampak akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan daerah dan nasional.***
Penulis : Soni Tarsoni

















