WARTAGARUT.COM – Laboratorium Agroforestry UNIGA seluas sekitar 12 hektare tengah disiapkan sebagai pusat pembelajaran berbasis praktik yang mengintegrasikan pengembangan ketahanan pangan, hortikultura, dan agrowisata di Kabupaten Garut.
Rencana tersebut disampaikan Rektor Universitas Garut (UNIGA), Dr. Irfan Nabhani, S.E., M.T., dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Garut Wisuda Sarjana dan Magister Angkatan XLIV Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026 di Kampus Universitas Garut (UNIGA), Jalan Prof. KH. Cecep Syarifuddin (Jl. Raya Samarang No. 52A), Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Sabtu (25/7/2026).
Lahan 12 Hektare Disiapkan untuk Tiga Fungsi Utama
UNIGA telah menguasai lahan sekitar 12 hektare yang akan dikembangkan menjadi laboratorium terpadu. Kawasan tersebut dirancang tidak hanya sebagai sarana pembelajaran mahasiswa, tetapi juga mendukung pengembangan sektor pertanian yang relevan dengan kebutuhan daerah.
“Saat ini Universitas Garut telah menguasai lahan sekitar 12 hektare yang akan kami jadikan sebagai laboratorium agroforestry, laboratorium hortikultura, sekaligus juga akan menjadi laboratorium agrowisata.”katanya.
Selain kawasan baru tersebut, UNIGA juga telah memiliki laboratorium ketahanan pangan yang berada di area belakang kampus sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis praktik.
Pengembangan laboratorium terpadu ini diharapkan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi di bidang pertanian, pengelolaan sumber daya alam, dan inovasi berbasis lingkungan.
Perkuat Pembelajaran dan Kontribusi untuk Daerah
Rektor UNIGA menegaskan bahwa pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Universitas Garut terus berkomitmen penuh untuk meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola, serta kerja sama dengan berbagai institusi, baik di tingkat nasional maupun internasional.”ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan laboratorium agroforestry dan ketahanan pangan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas lulusan melalui pengalaman belajar yang lebih aplikatif.
Langkah tersebut sejalan dengan strategi UNIGA dalam mengembangkan kurikulum, riset, inovasi, dan kemitraan agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah maupun tantangan global.
Penulis : Soni Tarsoni


















Komentar