WARTAGARUT.COM – Perkemahan Jumat Sabtu Minggu (Perjusami) MTs Pondok Pesantren (Ponpes) Cipari menjadi momentum pembentukan karakter bagi 210 calon penggalang.
Kegiatan Perjusami MTs Ponpes Cipari dilaksankan selama tiga hari, peserta dibekali pendidikan kepramukaan, keagamaan, hingga latihan kemandirian di Sawah Lega Hegar Resort, Garut.
Kegiatan bertema “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan” itu berlangsung pada 24–26 Juli 2026 dan menjadi bagian dari proses Penerimaan Tamu Ambalan Calon Penggalang Gugus Depan 08.059–08.060 MTs Pondok Pesantren Cipari.
Pramuka Ditekankan sebagai Pendidikan Karakter
Pembina Pramuka Gugus Depan 08.059–08.060 MTs Pondok Pesantren Cipari, Maksum, menegaskan bahwa Perjusami tidak sekadar menghadirkan kegiatan berkemah, tetapi menjadi sarana membentuk karakter peserta.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah melatih anak-anak agar lebih mandiri dan disiplin, baik dalam mengatur waktu, menjaga sikap, maupun menjalankan tanggung jawab selama mengikuti kegiatan.”
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar peserta belajar hidup mandiri sekaligus menikmati pengalaman belajar di alam terbuka.
“Pramuka bukan sekadar bermain. Anak-anak dibimbing supaya memiliki kemandirian, tanggung jawab, dan keterampilan hidup yang bermanfaat bagi masa depan.”
Selain materi dasar kepramukaan, peserta juga mengikuti pembelajaran keagamaan, pionering, sejarah, materi umum, hingga berbagai permainan edukatif.
Lokasi perkemahan yang memiliki fasilitas kolam renang juga dimanfaatkan sebagai bagian dari aktivitas kebersamaan peserta.
Diikuti 210 Peserta dari Dalam dan Luar Pondok
Maksum menjelaskan, Perjusami tahun ini diikuti sekitar 210 peserta, terdiri atas siswa yang tinggal di pondok maupun dari luar pondok pesantren Cipari.
Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan pelaksanaan sebelumnya yang pernah mencapai sekitar 350 peserta ketika digabung dengan jenjang MA. Tahun ini kegiatan dilaksanakan terpisah antara golongan penggalang dan penegak.
“Sebagian siswa tidak dapat mengikuti kegiatan karena ada yang sakit dan ada pula yang belum mendapat izin dari orang tua.”
Ia berharap pengalaman selama tiga hari mampu menjadi bekal peserta untuk menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.
Pembinaan Pramuka Berlanjut Setiap Pekan
Perjusami bukan menjadi akhir dari proses pembinaan kepramukaan di MTs Pondok Pesantren Cipari. Setelah kegiatan selesai, para anggota Pramuka tetap mengikuti latihan rutin di pangkalan sekolah setiap minggu.
Materi yang diberikan meliputi teknik kepramukaan, pionering, pengetahuan umum, Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga latihan yang mendukung kegiatan Paskibra.
“Harapan kami, setelah mengikuti Perjusami, anak-anak menjadi lebih mandiri, lebih disiplin, dan mampu menerapkan nilai-nilai Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.”
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Gugus Depan 08.059–08.060 MTs Pondok Pesantren Cipari berupaya mencetak generasi muda yang berkarakter, bertanggung jawab, serta siap menghadapi tantangan masa depan.***
Penulis : Soni Tarsoni


















Komentar