WARTAGARUT.COM – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut mengapresiasi Pondok Pesantren Cipari atas konsistensinya melahirkan santri penghafal Al-Qur’an dan kitab dalam Penganugerahan Penghafal Al-Qur’an dan Mutun ke-8 yang digelar di Aula Pondok Pesantren Cipari, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Ahad (21/12/2025).
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kasi PD Pontren) Kemenag Garut, H. Badrul Munir Gojali, M.Ag., saat menghadiri kegiatan penganugerahan bagi para hafidz, hafidzah, dan santri penghafal kitab.
“Alhamdulillah, pertama-tama kami mengucapkan selamat kepada para wisuda, wisudawati, hafidz dan hafidzah di Pondok Pesantren Cipari. Kami dari Kementerian Agama memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pesantren yang telah melahirkan santri-santri penghafal Al-Qur’an,” ujar Badrul Munir.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis dalam menjaga marwah agama sekaligus menyiapkan generasi masa depan yang berkarakter dan berakhlak.
“Ini adalah bukti bahwa pesantren mampu melahirkan anak-anak yang menjaga marwah agama dan menjadi bekal penting untuk masa depan bangsa,” katanya.
H. Badrul Munir berharap para santri yang telah mengikuti penganugerahan ini dapat tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan salehah, serta kelak mengambil peran sebagai pemimpin, baik di bidang keagamaan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
“Mudah-mudahan para hafidz dan hafidzah, khususnya di Pondok Pesantren Cipari, ke depan menjadi pemimpin bangsa dan pemimpin agama,” ucapnya.
Ia juga menilai konsep pendidikan yang diterapkan Pondok Pesantren Cipari, yang memadukan hafalan Al-Qur’an dan hafalan kitab, sebagai langkah positif dalam memperluas wawasan keilmuan santri.
“Di sini bukan hanya mendalami Al-Qur’an, tetapi juga kitab-kitab. Perpaduan hafalan Al-Qur’an dan kitab ini akan memperkaya wawasan keilmuan agama santri,” jelasnya.
Menurut Badrul Munir, penguasaan dua kompetensi tersebut akan membuat santri lebih siap berkontribusi di tengah masyarakat, terutama ketika kembali ke kampung halaman masing-masing.
“Insya Allah, santri akan siap pakai untuk memimpin umat dan membimbing masyarakat di lingkungan mereka,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa prestasi para santri tidak hanya menjadi kebanggaan pesantren, tetapi juga menjadi modal penting bagi generasi muda untuk bersaing di masa depan.
“Anak-anak ini adalah generasi penerus yang diharapkan mampu membangun bangsa menuju masyarakat yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” katanya.
Kegiatan penganugerahan ini, kata dia, sekaligus menunjukkan bahwa pesantren tetap relevan sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan sumber daya manusia religius, berilmu, dan berdaya saing di tengah tantangan zaman.***
Penulis : Soni Tarsoni









