WARTAGARUT.COM – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Garut, H. Maman Suryaman, menyampaikan lima masukan strategis kepada Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia dalam Audiensi dari PD LDII Kab Garut, menjelang Musda ke-8, Kantor PD IPHI Garut, di Isalmic Centre Garut, Sabtu (2/5/2026).
Audiensi ini bagian dari upaya bersama memperkuat stabilitas kerukunan umat beragama dan menjaga kondusivitas sosial di Kabupaten Garut.
Audiensi tersebut menjadi forum penting antara FKUB dan LDII untuk menegaskan kembali posisi organisasi keagamaan sebagai mitra pemerintah serta elemen masyarakat dalam merawat harmoni di tengah dinamika kehidupan beragama yang terus berkembang.
Model sinergi FKUB dengan LDII sendiri juga terus diperkuat di berbagai daerah sebagai bagian dari pendekatan moderasi beragama dan penyelesaian persoalan sosial berbasis dialog.
Dalam kesempatan itu, Maman Suryaman menegaskan bahwa poin pertama yang ditekankan FKUB adalah pentingnya memperkuat komitmen kebangsaan dan keagamaan yang moderat dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika.
“Kami berharap LDII dapat terus berperan aktif sebagai bagian dari elemen umat Islam yang turut menjaga harmoni sosial di Kabupaten Garut,” ujar Maman Suryaman.
Masukan kedua, FKUB meminta LDII meningkatkan keterbukaan dan komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan lain, agar tidak muncul kesalahpahaman maupun jarak sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
Menurut Maman, komunikasi yang inklusif, transparan, dan konstruktif menjadi kunci utama agar organisasi keagamaan mampu diterima luas dan membangun kepercayaan publik.
Ia juga menekankan pentingnya LDII menguatkan peran dalam menjaga kerukunan internal maupun antarumat beragama dengan menanamkan nilai toleransi, saling menghormati, serta menghindari sikap eksklusif yang berpotensi memunculkan sekat sosial.
“Kerukunan itu tidak lahir hanya dari slogan, tetapi dari perjumpaan, komunikasi, dan sikap saling membuka diri,” katanya.
Masukan berikutnya, FKUB mendorong LDII lebih aktif terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, kehadiran organisasi keagamaan akan lebih dirasakan manfaatnya jika menyentuh langsung kebutuhan masyarakat tanpa membedakan latar belakang.
Selain itu, FKUB menilai sinergi berkelanjutan antara LDII, FKUB, dan pemerintah daerah sangat penting dalam menyikapi berbagai dinamika keagamaan yang muncul di lapangan. LDII diharapkan menjadi mitra strategis dalam menjaga suasana aman, damai, dan kondusif.
Maman berharap audiensi tersebut menjadi langkah awal yang baik untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, dan meningkatkan peran semua pihak dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Garut.
“Yang kita bangun bukan hanya hubungan antarorganisasi, tetapi rasa saling memiliki terhadap kedamaian Garut,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni

















