WARTAGARUT.COM – Kepala SMK Muhammadiyah Garut, Yan Yan Hermawan, S.Pd.I menyampaikan ucapan Selamat Milad Pemuda Muhammadiyah ke-94 yang diperingati pada 1 Mei 2026, seraya menegaskan pentingnya peran generasi muda Muhammadiyah untuk terus bertumbuh, mengakar, dan memberi kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.
Milad Pemuda Muhammadiyah tahun ini mengusung semangat “Bertumbuh dan Mengakar untuk Indonesia Jaya”, sebuah tema yang menegaskan bahwa organisasi otonom Muhammadiyah tersebut tidak hanya dituntut berkembang secara kuantitas kader, tetapi juga harus kuat dalam ideologi, gerakan sosial, serta pengabdian kebangsaan.
Menurut Yan Yan Hermawan, usia 94 tahun merupakan perjalanan panjang yang menunjukkan konsistensi Pemuda Muhammadiyah dalam melahirkan kader-kader muda yang berintegritas, berilmu, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan umat serta bangsa.
“Selamat Milad Pemuda Muhammadiyah ke-94. Bertumbuh dan Mengakar untuk Indonesia Jaya,” ujar Yan Yan Hermawan.
Ia menilai, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini yang menghadapi tantangan globalisasi, derasnya arus informasi, serta perubahan sosial yang cepat.
Karena itu, menurut Ia, pemuda tidak cukup hanya tumbuh secara intelektual, tetapi juga harus mengakar pada nilai agama, akhlak, dan semangat perjuangan.
Menurutnya, akar yang kuat akan menjadikan pemuda tidak mudah tercerabut oleh budaya instan, pragmatisme, maupun krisis identitas yang kini banyak melanda kalangan muda.
“Pemuda harus hadir sebagai pelopor perubahan, bukan sekadar penonton zaman. Mereka harus punya fondasi nilai, punya keberanian, dan punya kontribusi,” katanya.
Sebagai lembaga pendidikan Muhammadiyah, SMK Muhammadiyah Garut memandang momentum Milad Pemuda Muhammadiyah menjadi pengingat bahwa sekolah memiliki tanggung jawab besar menyiapkan pelajar yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga siap menjadi kader persyarikatan dan kader bangsa.
Yan Yan menegaskan, dunia pendidikan Muhammadiyah harus terus menanamkan karakter kepemimpinan, kedisiplinan, semangat dakwah, dan jiwa sosial kepada para siswa agar lahir generasi yang mampu menjawab kebutuhan Indonesia masa depan.
“Bertumbuh itu penting, tapi mengakar jauh lebih penting agar perjuangan tidak kehilangan arah,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni

















