WARTAGARUT.COM – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH. Yahya Cholil Staquf, melakukan kunjungan silaturahim ke Pondok Pesantren Al Musaddadiyah pada Jumat (1/5/2026), dalam agenda yang sarat makna untuk mempererat hubungan keulamaan, kekeluargaan, dan sinergi pendidikan antara PBNU dengan keluarga besar Al Musaddadiyah.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Yahya bersama rombongan juga melaksanakan ziarah ke makam pendiri Al Musaddadiyah, Prof. KH Anwar Musaddad, sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar beliau dalam bidang pendidikan, dakwah, dan perjuangan umat Islam di Kabupaten Garut.
Agenda silaturahim nasional PBNU ini merupakan bagian dari konsolidasi organisasi menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang tengah dipersiapkan secara intensif tahun 2026.
Gus Yahya sebelumnya juga menegaskan PBNU sedang memperkuat komunikasi dengan sejumlah basis ulama dan pesantren daerah untuk memperkokoh kesiapan organisasi dan pengabdian sosial keumatan.
Rombongan Ketua Umum PBNU disambut langsung oleh keluarga besar Yayasan Al Musaddadiyah.
Hadir dalam penyambutan tersebut KH Abdul Halim, Lc selaku Pembina Yayasan, Dr. Nahdi Hadiyanto, M.Si selaku Ketua Yayasan Al Musaddadiyah, KH Tantowi Jauhari, M.A selaku tuan rumah yang juga Rais Syuriah PBNU, serta H. Syarif Munawi, S.E., M.M selaku Wakil Sekretaris Jenderal PBNU.
Ketua Yayasan Al Musaddadiyah, Dr. Nahdi Hadiyanto, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi kehormatan besar sekaligus momentum strategis bagi lembaga pesantren dalam memperkuat jejaring kebangsaan dan keumatan.
“Kunjungan ini menjadi momentum penuh makna dalam mempererat hubungan kekeluargaan dan keulamaan antara PBNU dengan keluarga besar Al Musaddadiyah,” ujar Nahdi Hadiyanto.
Ia menuturkan, kehadiran Gus Yahya bukan hanya sebatas agenda seremonial, tetapi juga membawa pesan kesinambungan perjuangan ulama terdahulu yang telah membangun pondasi pendidikan Islam moderat dan berkemajuan.
Suasana silaturahim berlangsung hangat, khidmat, dan penuh nuansa kekeluargaan.
Doa bersama dipanjatkan di kompleks pesantren, dilanjutkan refleksi atas perjuangan para ulama dalam membangun peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Nahdi menilai, Al Musaddadiyah sebagai lembaga pendidikan pesantren memiliki tanggung jawab besar untuk terus melahirkan generasi unggul, berakhlak, dan adaptif menghadapi tantangan zaman.
Karena itu, kata Ia, sinergi dengan PBNU dipandang menjadi modal penting dalam memperluas peran pendidikan dan dakwah.
“Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara PBNU dan lembaga pendidikan pesantren dalam mencetak generasi unggul, berakhlak, dan berdaya saing di masa depan,” pungkasnya.**”
Penulis : Soni Tarsoni

















