WARTAGARUT.COM – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH. Yahya Cholil Staquf, melakukan konsolidasi organisasi ke PCNU Kabupaten Garut sekaligus bersilaturahmi dengan para kiai sepuh di Kabupaten Garut menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) atau Muktamar NU 2026
PBNU sendiri saat ini tengah mematangkan tahapan teknis, kepanitiaan, serta konsolidasi wilayah menjelang forum tertinggi organisasi tersebut.
Konsolidasi tersebut berlangsung di Ruang Rapat PCNU Kabupaten Garut, Jumat (1/5/2026), sebagai bagian dari safari organisasi PBNU untuk menyosialisasikan persiapan Muktamar dan memperkuat kesiapan struktur cabang di daerah.
Gus Yahya mengatakan, kunjungannya ke Garut memiliki dua agenda utama, yakni bertemu jajaran PCNU Garut serta sowan kepada para kiai sepuh yang selama ini menjadi rujukan moral dan keilmuan warga NU.
“Jelas kita ingin pertama konsolidasi dengan PCNU Garut ini dan juga menghadap para kiai sepuh yang ada di Garut,” ujar Gus Yahya.
Ia menyebut sebelumnya telah menghadap KH Nuh Addawami dan setelah kembali ke Jakarta direncanakan mampir ke Al Musaddadiyah untuk bertemu Kiai Tantowi.
Setelah dari Garut, rombongan PBNU juga dijadwalkan melanjutkan safari ke Tasikmalaya untuk bersilaturahmi ke Pesantren Cipasung.
Menurut Gus Yahya, rangkaian safari ini dilakukan untuk mensosialisasikan dan memberikan penjelasan kepada pengurus cabang mengenai persiapan Muktamar yang saat ini sedang dikerjakan secara sangat intensif oleh PBNU.
“Persiapan muktamar sedang dilakukan secara sangat intensif oleh PBNU. Mudah-mudahan bisa terlaksana dengan baik,” katanya.
Selain agenda organisasi, Gus Yahya menegaskan konsolidasi tersebut juga diarahkan untuk menyiapkan kapasitas PCNU Garut dalam menggerakkan warga NU agar mampu hadir membantu masyarakat menghadapi berbagai situasi sosial dan ekonomi.
Ia menyinggung kondisi global yang saat ini sedang tidak menentu, termasuk dampak perang Iran yang menurutnya memunculkan berbagai kesulitan dunia.
Meski demikian, kata Ia, Indonesia dinilai masih berada pada posisi yang relatif lebih baik dibanding sejumlah negara lain karena pasokan energi yang masih aman.
“Nah mungkin akan ada juga masalah-masalah tuntutan yang lain. Insya Allah kita siap, NU beserta warganya siap untuk hadir, untuk bisa berkhidmat membantu masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Garut, Drs. KH. Atjeng Abdul Wahid, mengaku bangga atas kedatangan Ketua Umum PBNU ke Garut. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi penanda bahwa Garut dipandang memiliki posisi penting dalam peta penguatan cabang NU.
“Kami PCNU Kabupaten Garut merasa bangga, bahagia, bergembira atas kedatangannya karena memang PBNU melihat kondisi Garut sendiri termasuk cabang NU-nya,” ujarnya.
Gus Yahya menambahkan, soal waktu dan lokasi final Muktamar masih menunggu pembahasan dalam Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar, meski sejumlah usulan telah masuk.
Sejumlah forum internal NU sebelumnya juga telah mendorong agar Muktamar ke-35 digelar pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026.
“Insya Allah juga akan segera kita laksanakan,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni

















