Peringatan Hardiknas 2026, Bupati Garut Ungkap Rata-rata Lama Sekolah di Garut Baru 7,86 Tahun

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan Hardiknas 2026, Bupati Garut Ungkap Rata-rata Lama Sekolah di Garut Baru 7,86 Tahun

Peringatan Hardiknas 2026, Bupati Garut Ungkap Rata-rata Lama Sekolah di Garut Baru 7,86 Tahun

WARTAGARUT.COM – Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kabupaten Garut tidak berhenti sebagai seremoni upacara belaka.

Di hadapan jajaran pendidikan, Forkopimda, guru, dan pelajar, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin justru membunyikan alarm keras: rata-rata lama sekolah masyarakat Garut masih berada di angka 7,86 tahun, jauh dari ideal untuk menyiapkan daya saing generasi masa depan.

Pernyataan itu disampaikan Abdusy Syakur saat memimpin Upacara Bendera Hardiknas 2026 di Lapangan Otto Iskandar Dinata, Kecamatan Garut Kota, Sabtu (2/5/2026).

Tema Hardiknas tahun ini sendiri secara nasional mengusung “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, sebagaimana pedoman resmi yang diterbitkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk seluruh instansi pendidikan di Indonesia.

Dalam amanatnya, Bupati membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menegaskan pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses memanusiakan manusia, membangun watak, sekaligus menumbuhkan potensi terbaik anak bangsa.

Namun di balik semangat nasional itu, Syakur mengingatkan Garut masih menghadapi tantangan kuantitas pendidikan yang serius.

Baca Juga :  Ketua PDM Garut Tekankan Pendidikan Holistik Muhammadiyah untuk Perkuat Mutu Sekolah

Menurutnya, angka rata-rata lama sekolah 7,86 tahun menunjukkan masih banyak anak usia sekolah yang belum bertahan hingga jenjang pendidikan menengah.

“Ini angka yang relatif kecil. Ke depan kita akan melakukan berbagai macam program agar anak usia sekolah harus ada di sekolah. Saya mohon bantuan Kapolres, Dandim, Ketua Pengadilan Garut, dan seluruh elemen masyarakat, ketika ada anak usia sekolah tidak sekolah, usahakan ajak mereka kembali ke sekolah,” tegas Syakur.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa persoalan putus sekolah dan akses pendidikan di Kabupaten Garut belum sepenuhnya tertangani, terutama di wilayah terpencil yang masih terkendala jarak, infrastruktur, dan keterbatasan ruang belajar.

Sebagai langkah konkret, ia langsung menginstruksikan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut untuk melakukan revitalisasi sekolah serta penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) di kawasan yang sulit dijangkau masyarakat.

Baca Juga :  Murid MTsN 1 Garut Fakhri Nawwaf Al-Mumtaz Raih Juara 2 di Kejuaraan Universery Cimba Tasikmalaya 2026

Kebijakan itu dinilai penting agar anak-anak tidak harus menempuh perjalanan terlalu jauh hanya untuk mendapatkan layanan pendidikan dasar.

Selain kuantitas, Bupati juga menyoroti aspek kualitas pendidikan. Ia meminta peningkatan kompetensi guru, penguatan kapasitas siswa, serta perhatian lebih serius terhadap kegiatan ekstrakurikuler agar sekolah tidak hanya meluluskan siswa, tetapi juga melahirkan prestasi.

Dalam amanat yang dibacakannya, terdapat lima kebijakan strategis pendidikan nasional yang kini menjadi fokus pemerintah, mulai dari pembangunan dan digitalisasi satuan pendidikan, peningkatan kesejahteraan guru, penguatan karakter, peningkatan literasi dan STEM, hingga perluasan akses pendidikan murah dan fleksibel.

Momentum Hardiknas 2026 di Garut kemudian ditutup dengan pemberian penghargaan kepada guru dan siswa berprestasi.

Namun pesan paling tajam dari upacara tersebut bukan pada seremoni penghargaan, melainkan seruan bahwa pendidikan Garut masih membutuhkan kerja gotong royong besar-besaran agar tidak ada lagi anak usia sekolah yang tercecer dari bangku belajar.

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PESONA Perikanan, Upaya Dinas Perikanan dan Peternakan Garut dalam Penguatan Nilai Tambah untuk Kesejahteraan Bersama
Peserta PBI PBPU Garut Turun pada 2026, Anggaran JKN Naik
10 Korban Selamat KM Virgo di Garut Terima Bantuan Rp3 Juta
Dinas Perikanan dan Peternakan Garut: Berdayakan Kelompok Wanita, Tingkatkan Nilai Tambah Produk Perikanan
Garut Berpeluang Punya Pabrik Bioethanol, 15 Ribu Hektare Lahan Disiapkan
9 Nama Masuk Seleksi Awal Sekda Garut, Bupati Belum Buka Identitas Kandidat
Jalan Banjarwangi Viral, Bupati Garut Ungkap Alasan Tak Diumumkan
Inovasi SEPEDA SISWA Permudah Urus Adminduk Anak PAUD di Garut

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:35 WIB

PESONA Perikanan, Upaya Dinas Perikanan dan Peternakan Garut dalam Penguatan Nilai Tambah untuk Kesejahteraan Bersama

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Peserta PBI PBPU Garut Turun pada 2026, Anggaran JKN Naik

Rabu, 30 September 2026 - 21:15 WIB

10 Korban Selamat KM Virgo di Garut Terima Bantuan Rp3 Juta

Selasa, 29 September 2026 - 14:30 WIB

Dinas Perikanan dan Peternakan Garut: Berdayakan Kelompok Wanita, Tingkatkan Nilai Tambah Produk Perikanan

Senin, 21 September 2026 - 17:23 WIB

Garut Berpeluang Punya Pabrik Bioethanol, 15 Ribu Hektare Lahan Disiapkan

Berita Terbaru

Anggota Tapak Suci Unit 4 SMK Muhammadiyah Garut dalam kegiatan pembinaan bela diri dan karakter pelajar.

PENDIDIKAN

14 Murid SMK Muhammadiyah Garut Ikuti Kejurda Tapak Suci 2026

Jumat, 30 Okt 2026 - 20:48 WIB