Karhutla dan Kekeringan Mengancam Garut, 303 Kejadian Tercatat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin memimpin Rapat Forkopimda di Ruang Rapat Pamengkang, Kabupaten Garut, Selasa (11/8/2026).

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin memimpin Rapat Forkopimda di Ruang Rapat Pamengkang, Kabupaten Garut, Selasa (11/8/2026).

WARTAGARUT.COM – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Garut selama musim kemarau 2026.

Hingga kini, BPBD mencatat 303 kejadian karhutla, sementara krisis air bersih mulai berdampak di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut dibahas dalam Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Garut yang dipimpin Bupati Garut Abdusy Syakur Amin di Ruang Rapat Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Selasa (11/8/2026).

Rapat dihadiri Wakil Bupati Garut Putri Karlina, Wakil Ketua DPRD Garut Dila Nurul Fadilah, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, perwakilan BKSDA dan Perhutani, serta perangkat daerah terkait.

Pembahasan tersebut menindaklanjuti arahan pemerintah pusat agar pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.

303 Karhutla Tercatat di Garut

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Garut, hingga saat ini tercatat 303 kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 285 kejadian telah ditangani, sedangkan 18 kejadian masih dalam proses pengawasan.

Khusus kebakaran lahan yang berkaitan dengan dampak musim kemarau, tercatat sebanyak 135 kejadian.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan kondisi tersebut membutuhkan penanganan lintas sektor. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri sehingga dukungan TNI dan Polri diperlukan dalam penanganan di lapangan.

“Tadi kita dapat informasi bahwa memang di Garut sudah mulai agak banyak terjadi kebakaran, dan tadi bahwa kebakaran itu tidak hanya bisa ditanggapi oleh Pemerintah Kabupaten Garut tapi juga sama teman-teman dari Polres, dari Kodim,” ucap Syakur.

Menurutnya, Kodim juga membantu menyiapkan tangki yang nantinya dapat digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran.

Baca Juga :  Panen Kentang dan Telur di Bandung, GP Ansor Jabar Siapkan Program hingga Garut

Gunung Guntur Jadi Salah Satu Titik Waspada

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah kawasan Gunung Guntur.

Sepanjang Juli 2026, kawasan tersebut tercatat mengalami lima kali kebakaran dengan luas lahan yang terdampak sekitar 13 hektare.

Seluruh kejadian tersebut telah berhasil ditangani.

Selain faktor kondisi kemarau, kebiasaan masyarakat membakar lahan secara sembarangan juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

Karena itu, Pemkab Garut akan segera menerbitkan surat edaran yang berisi imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan agar api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar selama musim kemarau.

98 Pompa Air Disiapkan untuk Pertanian

Ancaman kekeringan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan air bersih. Pemerintah daerah juga mengantisipasi dampaknya terhadap sektor pertanian.

Pemkab Garut telah membagikan 98 unit pompa air untuk membantu menjaga ketersediaan air di area pertanian.

Selain itu, bantuan pompa dari Kodim juga disiagakan apabila terjadi kekurangan air di area persawahan.

Hingga saat ini, dampak kebakaran dilaporkan belum merembet ke lahan pangan produktif.

Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga agar kondisi kemarau tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar bagi sektor pangan.

125 Ribu Liter Air Bersih Didistribusikan

Di sisi lain, BPBD Kabupaten Garut telah melakukan distribusi air bersih ke wilayah yang mengalami dampak kekeringan.

Sebanyak 125.000 liter air bersih telah didistribusikan ke delapan desa atau kelurahan yang berada di enam kecamatan.

Baca Juga :  Harga Domba Garut Bisa Tembus Rp400 Juta, Ini Dorongan Bupati

Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Tarogong Kaler, Pasirwangi, Cigedug, Cibatu, Sucinaraja, dan Karangpawitan.

Distribusi air tersebut menjadi langkah penanganan kebutuhan masyarakat yang terdampak keterbatasan sumber air selama musim kemarau.

Untuk kebutuhan jangka panjang, Pemkab Garut juga telah mengajukan bantuan pembangunan 100 titik sumur bor serta tambahan armada mobil tangki air kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Status Siaga Bencana Berlaku hingga September

Pemkab Garut telah menetapkan Keputusan Bupati tentang Penetapan Status Siaga Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026.

Status tersebut berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026.

Dengan status siaga tersebut, pemerintah daerah melakukan berbagai langkah antisipasi melalui koordinasi lintas perangkat daerah dan dukungan unsur terkait.

Meski intensitas bencana mengalami peningkatan, BPBD memastikan penanganan masih berjalan dan hingga kini belum ada peningkatan status menjadi Tanggap Darurat.

Kondisi tersebut membuat pengawasan dan kesiapsiagaan menjadi penting, terutama selama periode kemarau yang masih berlangsung.

Pemerintah daerah juga mendorong masyarakat untuk ikut mencegah kebakaran dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Sementara untuk persoalan kekeringan, distribusi air bersih, penyediaan pompa, serta rencana pembangunan sumur bor disiapkan untuk memperkuat respons terhadap kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian.

Dengan koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, BKSDA, Perhutani, serta unsur terkait lainnya, penanganan karhutla dan kekeringan di Garut diarahkan agar tetap berada dalam kendali dan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.***

Penulis : soni

Editor : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Domba Garut Bisa Tembus Rp400 Juta, Ini Dorongan Bupati
Link Pengumuman OMI Kemenag 2026 Kabupaten/Kota, Cek di Sini
Gempa Hari Ini M5,9 Guncang Kepulauan Seribu, Terasa hingga Garut
Polres Garut Periksa 7 Terduga Pelaku Bullying Pelajar di Sukawening
Panen Kentang dan Telur di Bandung, GP Ansor Jabar Siapkan Program hingga Garut
Wisata Garut Makin Ramai, Pajak Perhotelan Tumbuh 47,17 Persen
KH Dadang Priatna Pimpin Yayasan Pesantren Cipari, Ini 3 Prioritasnya
9 Nama Masuk Seleksi Awal Sekda Garut, Bupati Belum Buka Identitas Kandidat

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:05 WIB

Harga Domba Garut Bisa Tembus Rp400 Juta, Ini Dorongan Bupati

Sabtu, 12 September 2026 - 15:41 WIB

Link Pengumuman OMI Kemenag 2026 Kabupaten/Kota, Cek di Sini

Sabtu, 12 September 2026 - 08:13 WIB

Gempa Hari Ini M5,9 Guncang Kepulauan Seribu, Terasa hingga Garut

Kamis, 10 September 2026 - 16:50 WIB

Polres Garut Periksa 7 Terduga Pelaku Bullying Pelajar di Sukawening

Rabu, 9 September 2026 - 18:37 WIB

Panen Kentang dan Telur di Bandung, GP Ansor Jabar Siapkan Program hingga Garut

Berita Terbaru

Reisya Agustina Fauziah Juara 2 OMI 2026

Prestasi Pelajar dan Mahasiswa

Raih Juara 2 OMI 2026 Garut, Reisya Agustina Fauziah dari MAN 2 Garut Lolos Provinsi

Selasa, 15 Sep 2026 - 07:19 WIB

MAN 1 Garut meraih dua prestasi dalam EXTRANAS 2026 melalui kategori Stand Expo Tematik dan Video Profil Keterampilan.

Prestasi Pelajar dan Mahasiswa

MAN 1 Garut Raih 2 Prestasi di EXTRANAS 2026, Sabet Juara Stand Expo dan Video Profil

Selasa, 15 Sep 2026 - 07:03 WIB