WARTAGARUT.COM – Pendakwah nasional KH. Da’i Nanang Qosim menyampaikan apresiasi dan doa atas terselenggaranya Penganugerahan Penghafal Al-Qur’an dan Kitab ke-8 Pondok Pesantren Cipari, yang akan digelar pada 21 Desember 2025.
Ia menilai penganugrahan tersebut sebagai upaya membentuk generasi Qurani berakhlak mulia dan bermanfaat bagi bangsa dan agama.
Pimpinan Pondok Pesantren Adzimat Da’i Indonesia sekaligus Da’i MNCTV itu menilai penganugerahan bagi para santri penghafal Al-Qur’an dan kitab kuning bukan sekadar seremoni, melainkan ikhtiar strategis dalam menjaga tradisi keilmuan Islam dan pembentukan karakter santri.
“Saya mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya penganugerahan para penghafal Al-Qur’an dan Kitab bagi seluruh santri Pondok Pesantren Cipari yang ke-8. Insyaallah akan dilaksanakan pada 21 Desember 2025,” ujar KH. Da’i Nanang Qosim dalam dalam video pendek yang diterima Redaksi WartaGarut.com pada, Jum’at, 19 Desember 2025.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu memotivasi santriwan dan santriwati agar istiqamah menjaga hafalan, sekaligus menumbuhkan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, hafalan Al-Qur’an harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan adab.
Santri yang unggul, kata Ia, bukan hanya kuat secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.
“Mudah-mudahan para santri menjadi generasi-generasi Qurani yang mampu menjaga hafalannya dan menjaga akhlaknya, sehingga kelak berguna bagi nusa, bangsa, dan agama,” katanya.
KH. Da’i Nanang menekankan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Ia pun memberikan doa khusus bagi seluruh civitas Pondok Pesantren Cipari agar terus konsisten mencetak kader-kader Qur’ani yang ilmunya bermanfaat di dunia dan akhirat.
“Terus sukses Pondok Pesantren Cipari dalam mencetak generasi Qur’an yang berkarakter mulia. Barakallahu fiikum,” tuturnya.
Penganugerahan penghafal Al-Qur’an dan Kitab ke-8 ini dijadwalkan menjadi momentum evaluasi sekaligus apresiasi atas capaian para santri, sekaligus penguat ekosistem pendidikan pesantren yang berorientasi pada nilai keilmuan dan moralitas.***
Penulis : Soni Tarsoni









