WARTAGARUT.COM – MAN 1 Garut memperkuat komitmen membangun budaya antikorupsi di lingkungan madrasah melalui Deklarasi MAN 1 Garut Anti Korupsi, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB tersebut diikuti seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan MAN 1 Garut.
Deklarasi ini menjadi bagian dari upaya madrasah menanamkan nilai integritas sejak dini kepada generasi muda.
Pembina upacara dalam kegiatan tersebut adalah Romi Iman Sulaeman dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kepala MAN 1 Garut, Drs. H. Sarip Asbuloh, M.PMat., menyampaikan apresiasi atas keterlibatan KPK dalam kegiatan penguatan integritas di lingkungan madrasah.
Menurutnya, kehadiran KPK menjadi sebuah kehormatan sekaligus memberikan penguatan terhadap komitmen MAN 1 Garut dalam membangun lingkungan pendidikan yang menjunjung tinggi integritas.
200 Siswa Ikuti Dialog Integritas Bangkit 2026
Setelah deklarasi, kegiatan dilanjutkan dengan Dialog Interaktif Integritas Bangkit 2026 yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 11.30 WIB.
Dialog tersebut mengangkat tema “Bangun Antikorupsi Nasional: Generasi Kuat, Integritas Tinggi.”
Sebanyak 200 siswa kelas XI MAN 1 Garut mengikuti kegiatan tersebut. Dialog menghadirkan Jhonson, Romi Iman Sulaeman, dan Ahmad Rifki sebagai narasumber.
Kegiatan tersebut memberikan ruang kepada para siswa untuk mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya integritas dan semangat antikorupsi dalam kehidupan generasi muda.
Bagi lingkungan pendidikan, penanaman nilai integritas tidak hanya berkaitan dengan pemahaman mengenai korupsi, tetapi juga pembentukan kebiasaan untuk bersikap jujur, bertanggung jawab, disiplin, dan berani menjaga prinsip dalam kehidupan sehari-hari.
Bagian dari Penguatan Zona Integritas MAN 1 Garut
H. Sarip Hasbullah mengatakan program antikorupsi tersebut juga mendukung langkah MAN 1 Garut menuju pembangunan Zona Integritas.
Komitmen tersebut diarahkan untuk membangun lingkungan madrasah yang memiliki budaya kerja dan pelayanan yang semakin berintegritas serta mendukung pencapaian predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Deklarasi yang melibatkan seluruh warga madrasah menjadi momentum untuk memperkuat komitmen tersebut secara bersama-sama.
Keterlibatan siswa dalam kegiatan juga menjadi bagian penting karena generasi muda merupakan kelompok strategis dalam membangun budaya antikorupsi dalam jangka panjang.
Integritas Dimulai dari Lingkungan Pendidikan
Pendidikan antikorupsi memiliki posisi penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Lingkungan sekolah dan madrasah menjadi salah satu ruang strategis untuk membangun kebiasaan positif sebelum para siswa memasuki kehidupan sosial dan profesional yang lebih luas.
Melalui deklarasi dan dialog interaktif tersebut, MAN 1 Garut berupaya menjadikan nilai integritas sebagai bagian dari kehidupan warga madrasah, bukan hanya materi dalam kegiatan tertentu.
Kehadiran KPK dalam kegiatan tersebut sekaligus memberikan penguatan bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat, termasuk dunia pendidikan.
Bagi MAN 1 Garut, komitmen antikorupsi diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pembangunan Zona Integritas dan upaya menuju lingkungan madrasah yang semakin transparan, berintegritas, dan bebas dari praktik korupsi.***
Penulis : Soni Warta Garut
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar