Mengapa Ponpes Cipari Mengubah Konsep Penganugerahan Santri?

- Jurnalis

Minggu, 21 Desember 2025 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengapa Ponpes Cipari Mengubah Konsep Penganugerahan Santri?

Mengapa Ponpes Cipari Mengubah Konsep Penganugerahan Santri?

WARTAGARUT.COM – Pondok Pesantren Cipari, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, mengubah konsep Penganugerahan Penghafal Al-Qur’an dan Mutun ke-8 yang digelar Ahad (21/12/2025).

Perubahan ini bukan sekadar teknis acara, melainkan bagian dari strategi pendidikan pesantren untuk menjawab perbedaan kemampuan santri sekaligus memperkuat pembinaan akhlak.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya penganugerahan dikemas dalam bentuk khatmil Qur’an dengan batasan hafalan tertentu, kini Pondok Pesantren Cipari mengusung tema “Haflat al-Syukr li Huffazh al-Qur’an wa al-Mutun”.

Konsep ini memungkinkan seluruh santri terlibat aktif, tanpa dibatasi jumlah hafalan Al-Qur’an maupun kitab.

Pimpinan Pondok Pesantren Cipari, Ustaz Suherlan S. Hi., menjelaskan bahwa perubahan konsep ini berangkat dari realitas pendidikan santri yang memiliki potensi dan kemampuan berbeda-beda.

“Kami melihat tidak semua anak memiliki kemampuan yang sama dalam menghafal Al-Qur’an. Karena itu, pesantren membuka jalur kedua, yaitu hafalan kitab. Berapapun hafalannya, minimal satu juz atau sebagian kitab, tetap kami apresiasi,” ujar Ustaz Suherlan.

Menurutnya, pendekatan lama yang membatasi santri tampil hanya pada capaian hafalan tertentu berpotensi menurunkan kepercayaan diri santri lain yang sedang berproses.

Padahal, proses belajar itulah yang ingin ditumbuhkan dalam pendidikan pesantren.

“Dulu terbatas, sekarang semua santri aktif. Tujuannya agar anak tidak minder, tidak merasa tertinggal, dan justru semakin termotivasi untuk belajar,” katanya.

Selain faktor pedagogis, perubahan konsep ini juga berkaitan dengan orientasi pendidikan pesantren yang tidak hanya menitikberatkan pada kecerdasan intelektual (IQ), tetapi juga pada spiritual quotient (SQ).

“Pesantren adalah lembaga pendidikan moral dan karakter. Ilmu itu ujungnya adab. Jadi bukan hanya hafalan yang dikejar, tetapi pembiasaan spiritual agar akhlak santri terbentuk dengan kuat,” ujar Ustaz Suherlan.

Dalam konsep baru ini, Pondok Pesantren Cipari menerapkan pemetaan kompetensi santri sejak semester awal.

Semester pertama menjadi masa pengenalan dan seleksi kemampuan, sebelum santri diarahkan ke jalur penguatan tahfidz Al-Qur’an atau hafalan kitab sesuai potensi masing-masing.

“Kalau santri kuat di Al-Qur’an, fokus tahfidz diperkuat. Jika tidak, porsi hafalan kitab diperbanyak. Semua jalur kami siapkan agar anak berkembang secara optimal,” jelasnya.

Pendekatan tersebut, lanjut dia, akan diterapkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari kurikulum resmi pesantren, termasuk dalam agenda wisuda santri ke depan.

Pesantren berharap konsep apresiasi yang lebih inklusif ini dapat membangun semangat belajar santri secara kolektif.

Melalui perubahan konsep penganugerahan ini, Pondok Pesantren Cipari menegaskan bahwa pendidikan pesantren bukan semata soal capaian hafalan, melainkan proses pembentukan karakter, akhlak, dan ketangguhan spiritual santri dalam menghadapi kehidupan.***

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

STAI Al-Musaddadiyah Garut Resmi Buka S2 Pendidikan Agama Islam, SK Diserahkan Langsung Dirjen Pendis
Keren! Siswa MAN 1 Garut Belajar Langsung ke Perusahaan Besar di Bandung dan Cikarang
Prestasi Membanggakan! Murid MAN 1 Garut Bawa Pulang Gelar Juara Nasional
Kakanwil Kemenag Jabar Puji MA Al Mashduqi, Disebut Madrasah Unggulan di Jawa Barat
SMK Muhammadiyah Garut Luluskan 160 Siswa, 80 Persen Sudah Kerja
YDHIG Gelar Syukuran Akreditasi Unggul D3 Kebidanan IKKHG, Tiga Prodi Lain Menunggu Hasil
Membanggakan! Siswi SMK Muhammadiyah Garut Juara 3 Cipta Puisi FLS3N Kabupaten Garut
Uji Kompetensi MAN 2 Garut Digelar, Bekali Siswa Sertifikat Keahlian Siap Kerja
Berita ini 199 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:43 WIB

STAI Al-Musaddadiyah Garut Resmi Buka S2 Pendidikan Agama Islam, SK Diserahkan Langsung Dirjen Pendis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:10 WIB

Keren! Siswa MAN 1 Garut Belajar Langsung ke Perusahaan Besar di Bandung dan Cikarang

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:16 WIB

Kakanwil Kemenag Jabar Puji MA Al Mashduqi, Disebut Madrasah Unggulan di Jawa Barat

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:14 WIB

SMK Muhammadiyah Garut Luluskan 160 Siswa, 80 Persen Sudah Kerja

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:02 WIB

YDHIG Gelar Syukuran Akreditasi Unggul D3 Kebidanan IKKHG, Tiga Prodi Lain Menunggu Hasil

Berita Terbaru

error: Content is protected !!