Rupiah Menguat Tipis ke Rp18.015 Saat Mata Uang Asia Melemah

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di tengah tekanan mayoritas mata uang Asia akibat meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Ilustrasi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di tengah tekanan mayoritas mata uang Asia akibat meningkatnya ketegangan geopolitik global.

WARTAGARUT.COM – Nilai tukar rupiah menunjukkan ketahanan di tengah tekanan terhadap mayoritas mata uang Asia pada perdagangan Jumat (5/6/2026).

Saat sebagian besar mata uang regional melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), rupiah justru mampu mencatat penguatan tipis meski masih berada di atas level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Berdasarkan data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, rupiah menguat 0,03 persen ke level Rp18.015 per dolar AS.

Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan terhadap dolar AS yang kembali menjadi aset pilihan investor akibat memanasnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Meski bergerak positif, posisi rupiah masih menjadi perhatian pasar karena belum kembali menembus level di bawah Rp18.000 per dolar AS.

Rupiah Jadi Salah Satu Mata Uang Terkuat di Asia Pagi Ini

Dari 10 mata uang Asia yang dipantau, hanya tiga mata uang yang mampu menguat terhadap dolar AS.

Selain rupiah, yen Jepang naik 0,04 persen ke level 159,2 per dolar AS dan baht Thailand menguat 0,09 persen ke posisi 32,65 per dolar AS.

Baca Juga :  Review The Odyssey, Film Christopher Nolan yang Dibintangi Matt Damon

Kondisi ini membuat rupiah termasuk dalam kelompok mata uang yang relatif mampu bertahan di tengah dominasi dolar AS di pasar global.

Won Korea dan Ringgit Malaysia Tertekan

Tekanan terdalam dialami won Korea Selatan yang anjlok 0,98 persen ke level 1.546,4 per dolar AS.

Sementara itu, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terbesar kedua setelah turun 0,50 persen ke posisi 4,030 per dolar AS.

Dolar Taiwan juga terkoreksi 0,19 persen, disusul peso Filipina yang melemah 0,18 persen.

Adapun dolar Singapura turun 0,05 persen, sedangkan dong Vietnam dan yuan China masing-masing melemah 0,04 persen dan 0,01 persen terhadap dolar AS.

Konflik Timur Tengah Dorong Permintaan Dolar AS

Penguatan dolar AS kali ini dipicu meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

Pasar mencermati perkembangan terbaru setelah upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mendorong perdamaian dan menghentikan konflik di kawasan menghadapi hambatan baru.

Milisi Hizbullah yang didukung Iran dilaporkan menolak usulan gencatan senjata baru di Lebanon.

Di sisi lain, Israel menyatakan tidak akan menarik pasukannya dari wilayah tersebut.

Baca Juga :  Harry Kane Tak Bisa Sembunyikan Kekecewaan Usai Skor Argentina vs Inggris 2-1

Ketegangan yang meningkat membuat investor kembali memburu aset safe haven seperti dolar AS.

Harga Minyak Bertahan di Atas US$90

Ketidakpastian geopolitik juga mendorong harga minyak dunia tetap tinggi.

Harga minyak Brent dilaporkan bertahan di atas level US$90 per barel setelah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir.

Lonjakan harga energi dan meningkatnya risiko global membuat ruang penguatan mata uang negara berkembang menjadi lebih terbatas.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan mayoritas mata uang Asia bergerak melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.

Pergerakan Mata Uang Asia Hari Ini

* Rupiah: +0,03% ke Rp18.015/US$

* Yen Jepang: +0,04%

* Baht Thailand: +0,09%

* Won Korea Selatan: -0,98%

* Ringgit Malaysia: -0,50%

* Dolar Taiwan: -0,19%

* Peso Filipina: -0,18%

* Dolar Singapura: -0,05%

* Dong Vietnam: -0,04%

* Yuan China: -0,01%

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) berada di level 99,415 dan masih ditopang oleh tingginya permintaan aset aman di tengah ketidakpastian global.***

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

252.520 Warga Miskin, Bupati Garut Siapkan Solusi Khusus, Efektifkah?
Bansos PKH BPNT 2026 Cair? Berikut Cara Cek Bantuan Lewat Aplikasi Cek Bansos
Cek Bansos BLT Kesra Rp900.000, Ini Syarat dan Cara Cek Penerimanya
Garut Hebat Fest 2026 Dibuka, H. Subhan Fahmi: Festival Musik Islami Perkuat Budaya dan Ekonomi Garut
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Bupati Garut Minta Warga Berikan Data Akurat
Saham BBCA Naik 1,63 Persen ke Rp6.225, Investor Kembali Pantau Pergerakan Bank Central Asia
Lionel Messi Menggila! Argentina Bungkam Austria 2-0 dan Lolos ke 32 Besar
Cara Cek Bansos dan Status Desil DTSEN Lewat HP, Begini Langkahnya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:43 WIB

252.520 Warga Miskin, Bupati Garut Siapkan Solusi Khusus, Efektifkah?

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:05 WIB

Bansos PKH BPNT 2026 Cair? Berikut Cara Cek Bantuan Lewat Aplikasi Cek Bansos

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:50 WIB

Cek Bansos BLT Kesra Rp900.000, Ini Syarat dan Cara Cek Penerimanya

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:35 WIB

Garut Hebat Fest 2026 Dibuka, H. Subhan Fahmi: Festival Musik Islami Perkuat Budaya dan Ekonomi Garut

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:10 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Bupati Garut Minta Warga Berikan Data Akurat

Berita Terbaru

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin memberikan arahan kepada jajaran Bapenda mengenai penguatan PAD sebagai upaya meningkatkan kemandirian fiskal Kabupaten Garut.

PEMERINTAHAN

PAD Garut Masih Bergantung Transfer, Apa Jalan Keluarnya?

Selasa, 21 Jul 2026 - 06:30 WIB

Spanyol menjadi pemenang Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Argentina 1-0 di final melalui gol Ferran Torres.

EVENT OLAHRAGA

Pemenang Piala Dunia 2026 Resmi Milik Spanyol, Ini Fakta Besarnya

Senin, 20 Jul 2026 - 19:10 WIB

Manchester United kalah 0-1 dari Wrexham pada laga pramusim perdana era Michael Carrick.

EVENT OLAHRAGA

Man Utd vs Wrexham Berakhir Pahit, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Senin, 20 Jul 2026 - 12:28 WIB